Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Mengejar Cinta


__ADS_3

Halil tersenyum saat di ledeki sang papi, dimana Halil minta pindah ke Inggris. Sang mami bahkan syok melihat sikap anaknya yang ngebet dan memburu wanita, seumur ujur biasa dia yang di kejar,ini malahan ,dia yang mengejar.


"Ini baru betul boy, kamu yang mengejar, bukan malah wanita yang mengejar. kalau wanita yang mengejar ,rasanya dunia terbalik dehhhh".


" Ya udah....., kamu tugas dimana ?".


" Jadi dosen di kampus Yuri mi, dan juga tugas di rumah sakit. "


" Gentle banget sih anak nya papi, " ujar papi Halil.


Sang mamipun tertawa.


" Kapan berangkat boy?".


" Yah sama dong pi dengan Yuri, biar satu kawasan apartemen."


" Pacaran boleh nak, nikah juga gak masalah, nanti anak kalian mami urusin".


" Ihhh mami ngebet benar mau punya cucu, jadian aja masih proses mi".


Mami dan papi Halil ngakak tertawa.


" Mami jangan sering inspeksi mendadak, nanti calon mantunya ngeri ,karena mami buat si abang seperti anak mami".


Halil dan sang papi saling tos.


" Pantesan ada gosip yang shopping syal dan jaket couple , ada udang di balik bakwan toh,


I nowwww..." ,ujar mami Halil.


" Kamu mirip papi ,gak pernah pacaran, gitu ketemu yang klop, gak lepas, pepet terus ," ujar mami Halil.


" Jadi dosen kamu ya nak, mami bisa mencium siasat kamu, kamu bakalan jagain wanita incaran kamu."


Halil dan papinya ngakak tertawa.


" Papi dulu, waktu suka sama mami, hmmmm, tiap mami cek bagian tulang karena paska kecelakaan ,ada aja nyari bahan cerita."

__ADS_1


" Benar nak, yang suka mami kamu banyak, mami kamu tomboy, Yuri lebih lembut. "


" Mamimu enak kalau masak, pande."


" Yuri gak bisa masak mi, malahan malas banget makan, kadang Halik gerah, liatnya nyendok makan siang dikit, pagi hny minum susu atau makan Roti, Halil suapin kalau siang, gak peduli yang lain pada liat. Kalau Yuri melototkan matnya, Halil cuek aja."


" Baik baik pacaran ya nak, Yuri anak yatim piatu, kasihan dia.Kalau kamu gak sungguh sungguh, jangan nak. Dia gak ada temoat mengadu.Biasa bagi anak perempuan ,mami atau papinya tempat cuehatnya.Jika ada masalah, ada yang menolongnya.Mami salut liat Yuri, profesor Guslihan jarang loh mau nerima murid.Mami dengar Yuri nomor satu ujiannya nak, dia pasti sangat pintar, pasti bisa kuliah percepatan".


" Benar mi, gak ada salah, padahal soalnya susah semua," ujar Papi Halil.


" Mami suka perempuan cerdas,karena biasanya perempuan yang akan ngasuh anak, sesibuk apapun, pasti dia perhatikan anaknya."


" Tenang boy, mami dan papi akan jaga anak kalian, kalau kamu jadi sama Yuri, kalian di rumah sakit, rindu anaknkalian,kan papi ada buat lantai atas, ruang gedek, di renof bisa kalian jaga anak disana, ada mami dan papi kakek dan neneknya, beres nak."


" Mami dan papi pengen, kamu berkeluarga, punya anak, beneran nak".


" Doakan aja ya mi,pi, doakan yang terbaik.Doa seorang ibu ampuh mi.Apa mami suka Yuri?".


" Suka nak, anaknya manja juga, mandiri, imut,lucu, perhatiannya sama pasien dalam dan tulus.Baru beberapa bulan kerja ,sudah banyak kan dokter ajari dan buat jadi asistennya.Kalau dia gak disiplin kerja, gak cekatan, gak pintar, gak fokus,mana di pilih nak."


" Apa perlu bantuan mami atau papi?".


Yuri mendapatkan tropy dan uang karena mendapatkan skor tertinggi, selama test beberapa tahun,belum pernah ada skor seperti yang Yuri dapat.Yuri mendapatkan uang tunai.Yuri sangat bahagia.


" Traktir dong Ri, ganggu Halil."


" Beneran? mau traktir apa dok?".


" Candle light dinner gimana?".


" Ihhh dokter kebiasaan deh ,makan malam romantis yahhh,hayo ngaku".


" Gak pernah Ri, yuk biar pernah".


Yuri tertawa.


" Dokter secakep dan sekeren ini, apa beneran gak pernah pacaran, aku gak percaya deh dok".

__ADS_1


" Beneran loh Ri, pacaran aja 2 bulan .Saya gak pernah ajak kemana mana."


" Mana betah sih dok, pacaran sama dokter, sibuk kerja aja, veweknya bosan ,pasti bed mood sama dokter".


" Tapi beneran Ri, saya gak minat, dia yang nembak duluan, yah nyoba jalan, gak nhambung Ri."


Yuri tertawa.


Ketika Yuri membersihkan peralatan medis, jari Yuri terpotong pisau bedah.


" Apa piasunya udah di siram alkohol?".


" Udah dok".


" Lain kali hati hati Ri.Sini saya obati Ri".


" Biar saya aja dok".


" Gak,sini duduk ".


Yuri pun duduk di hadapan Halil mengulurkan tangannya.


Halil mengobati luka tangan Yuri.


Halil lama menatap Yuri.


" Dok, yang diliat tangan saya ,bukan mata",ujar Yuri.


" Mau jadi pacar saya kan Ri?".


Yuri bengong.


🥰😍🤩🥰😍🤩


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2