
Yuri menjalani pemanggilan sebagai saksi terhadap kasus operasi batal.Hal ini bukan hal mudah buat Yuri, hal yang pertama kali dia alami.Tekanan pasti ada ,namun Yuri berusaha tenang, pemeriksaan berjam jam, bolak balik di tanya,menjadi rutinitas. Menghadapi para kasus petinggi ,memang butuh tenaga extra.
Dewanta sudah di non aktifkan ,sampai kasus clear.Dan sebagai ganti nya ,ada dokter yang berbeda menggantikannya.
Seperti biasa ,dokter tersebut mendekati Yuri, dan sudah pasti Halil pasang badan.Dengan memperkenalkan bahwa dirinya adalah suami Yuri.Yuri hanya bisa tersenyum.
Siang itu, Yuri dan Sarah duduk di kantin.
" Ri, suamimu terkenal protek banget ya,apalagi beredar kabar,kamu jadi incaran dokter Gilang".
" Ah....kamu ngaco deh Sar, aku kan udah ber suami".
" Tapi siapapun bisa liat, dokter Gilang, liat kamu ada maksud deh Ri,habis kamu cakep, hamil mu kapan gedeknya sihh, biar dokter Halil gak kebakaran jenggot lagi".
Yuri tertawa.
" Kamu dekingan dari suamiku yahhh, di bayar berapa?".
" Tanpa pembayaran, aku iklas ngawasi kamu, soalnya kasihan ,dokter tampan , jagain isteri harus extra,kalau gak ada yang bantu, jadi aku bantu dehhh, tanpa imbalan.Soalnya aku makan hati juga, gak laku laku karena kamu Ri, semua dokter kamu borong, mentang mentang cakep, pintar, gak sebanding sama aku".
" Ihhh Sar, kamu ada aja dehhh".
" Bagi bagi cowoknya Ri".
" Gak jadi balikan sama mantan?".
" E...ee.....".
" Cerita donnggg".
__ADS_1
" Dia berubah, udah keliatan berubah, gak main mukul, semua ATM. aset, sduah di ahlihkan atas nama aku, bukti keseriusan dia,dia menyesal meninggalkan aku".
" Wawww...seruuu".
" Keseriusan pria di liat saat dia gak bisa hidup tanpa kita, benar kan Sar".
" Entahlah Ri, trauma itu ada. Aku juga harus memberi dia kesempatan buat bertobat, jika aku membiarkannya hancur, aku turut bersalah,bagaimanapun dia papi anak anak ku."
" Jadi kalian apa urus pernikahan sipil lagi?"
" Ya Ri, harusnya kan gitu, semakin kuat, kisah kami sedikit aneh, menikah, bercerai, menikah lagi".
" Endingnya harus begitu,ya mau gimana Sar.Aku aja 3 kali tunangan ,batal nikah 2 kali, siapa sih yang mau bernasib seperti aku, tetapi mau gmn lagi, di jalani aja," ujar Yuri.
" Ri, kamu cakep yah hamil, semakin glowing".
" Masa sihhh, aku merasa gendutan dehhh".
" Banhak banyak makan Ri".
" Nih 2 piring, lain buah, gak liat nafsu makanku gimana?", ujar Yuri.
Sebuah pelukan di pundak membuat Yuri menoleh, dan disana Halil tersenyum begitu manis.
" Abang sudah makan?".
" Sudah yaaangggg".
" Makan dimana bang?".
__ADS_1
" Tadi teman satu fakultas dulu, jumpai abang, orangtuanya sakit.Jadi konsul hasil rongent papanya."
" Kalau udah ber 2,sayanya jadi kambing congek dehhhh, kalau lagi ada maunya, ya kak, ya kak, " ujar Sarah menahan amarah".
" Gak segitunya loh Sar, maaf lagi ngidam merindukan isteri", ujar Halil ngakak.
" Mau muntah dehhh dengarnya,norak banget sih Ri,suami kamu iniiiii waspadalah waspadalah Ri, ada kumatnya."
Yuri ,Sarah dan Halil ngakak tertawa.
" Enak ya Ri, punya satu pengawal, mana baik pakai banget", ujar Sarah.
" Ada enaknya dan gak juga ,posesifnya abang, seremmm Sar".
Sarah dan Yuri tertawa.
" Jam istirahat sudah habis,yuk cabut," ujar Yuri.
Halil tersenyum.
" Ehemmm,gak sabaran gandengan tangan di lorong yahhhh? " ujar Sarah ngakak.
Yuri dan Halil tertawa.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment