Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Saling


__ADS_3

Halil mengusap wajah Yuri.Wanita yang gak pernah gengsi dengan keadaannya.


Sesampai di apartemen, Halil membuka tas nya .


" Ini kartu ATM buat kamu yaaang , jajan kamu tiap bulan dan ini kartu buat belanja dan keperluan rumah tangga kita, ini kartu buat beli sepatu, baju, belilah yaaang, kamu tanggung jawab abang".


" Apa Yuri harus nerima ini semua? " ujar Yuri bengong.


" Ya ,wajib, kamu isterinya mas, tanggung jawab mas, mau berkarir atau gak, kamu wajib mas nafkahi yaaang."


Halil menggendong Yuri.


" Kita sikat gigi dan bersih bersih dulu bang".


Halil mengangguk.


Halil kembali menggendong Yuri, mereka berdiri di depan cermin.


" Abang mengganti sikat gigi Yuri?".


" Ya yaaang. Ini sikat gigi pasangan. mas beli ketika jalan ke Korea ,couple."


" Bagus, " ujar Yuri takjub.


Mereka pun mencuci wajah dan menyikat gigi.


" Yuri mau bersiram bentar, abang di luar dulu".


" Yaaaang, kita belum ...".


Yuri langsung mendorong Halil keluar.Yuri membasahi badannya dan memakai jubah mandinya.


Yuri keluar dari kamar mandi, perlahan menuju lemarinya.


Dari belakang, Halil memeluk Yuri.


" Abang ada membeli pakaian piyama couple buat kita, sewaktu membeli sepatu pernikahan kita. abang melihat beberapa pasang baju tidur couple,nliatlah yaaang".


Yuri memandang beberapa pasang baju.

__ADS_1


" Banyak banget abang beli".


Halil tersenyum.


" Pakaian kurang bahan juga banyak abang beli yaaang".


Wajah Yuri memerah.


" Abang gih bersih bersih."


Halil tertawa dan mengecup pipi Yuri, Halil pun pergi menuju ke kamar mandi , sambil megedipkan matanya.


Deru jantung Yuri memburu. desiran aneh, gairah diri nya pun memberontak.


" OMG, gini banget kah , ketika berjmah tangga, belum gimana gimana, rasanya dek dekan, jantung ini berkejar kerjaran serasa sedang bertanding lari".


Dengan tangan gemetar, Yuri mengambil bra dan pakaian dalamnya, mengenakannya dan buru buru memakai baju piyama couple nya.Memasukkan pakaian couple yang lainnya ,beberapa ke dalam lemarinya ,kemudian ada juga memasukkan ke koper Halil.


Yyri takjub melihat isi dalam tas Halil, parfum mewah, jam tangan dan pakaian Halil semua bermerak.


Sama dengan pakaian Hakim , Christian dan Dewanta.Pria ternyata stylist juga, dalam hati Yuri.


Yuri pun memejamkan matanya.


Wangi sabun dan gelinya jambang, terasa di wajah Yuri.Perlahan Yuri membuka matanya.


" Ngantuk, " ujar Yuri kembali menutup matanya.


" Kamu belum siap yaaang?" tanya Halil.


" Kita belum menikah secara agama kan bang, masih secara sipil, berbuat duluan dosa."


" Yaahhhh abang nahan lagi dek".


" Rencana abang, kita menerima pemberkatan lusa, keluarga mami ,papi datang dari Indonesia, dari Belanda , dari spanyol."


" Apa gak mepet bang?".


" Sederhana aja ya bang".

__ADS_1


" Wajib meriah yaaang, karena para sponsor pada marah, desainer nya sepupu abang, ukuran baju kamu, semua udah mami kasi ke dia. Kita juga wajib foto wedding."


" Semua mereka siapkan yaaang, dari menu makanan ,tempat pemberkatan, jas abang, sepatu kita, semua keluarga abang sponsori."


Yuri tertawa.


" Tidur yuk bang, udah malam ."


" Yaaang, icip icip dikit ,boleh yaaa".


" Dasar dokter mesum, gak cocok abang jadi dokter bedah saraf ,pantasnya jadi dokter kandungan."


Halil tertawa mengecup dan mengulum bibir Yuri.


" Ouasa ini sungguh menyiksa sayaang, padahal sudah isteri sendiri, masih puasa."


" Siapa suruh nikah dadakan dan lamaran dadakan", ujar Yuri.


" Kita dua kali gagal ke pelaminan, di rencanain matang, semua kerabat sampai mewek, ini kita udah nikah sipil, keluarga besar mas sangat hapoy bersorak sewaktu abang katakan kita menikah sipil, kamu gak liat ,oma,opa bahagia banget. Mereka menyukaimu Ri, kamu cantik, pintar, lembut , kamu manja, polos, mereka suka ,kamu gak matre yaaang, kamu apa adanya."


Beneran sesuka itu bang".


Halil mengangguk.


" Makasih, keluarga abang banyak, jadi seru banget rasanya".


Halil tersenyum memeluk Yuri dengan erat.


" Tidurlah yaaang, jangan sampai abang mangsa."


Yuri tertawa cekikan.


πŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ§‘β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ§‘β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ§‘β€πŸ’Ό


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2