Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Isteri Menjadi Penegah


__ADS_3

Dalam rumah tangga memang harus ada kesadaran diri sendiri,bahwa kita sudah mempunyai pasangan.Semenggoda apapun godaan itu, jangan pernah beri kesempatan.


Yuri gak munafik, Fauzan adalah kisah masa lalunya,dan arti Fauzan sangat besar buat Yuri,namun Yuri sadar, dia sudah bersuami, Yuri mematikan hatinya dan kekeh tetap tidak berpaling dari Halil.


Pertemuan Yuri dan Fauzan, Yuri tidak ceritakan pada Halil, Yuri gak mau, emosi Halil terpancing, dan mereka akan saling bakuhantam.


Yang Yuri pegang , bahwa dia sudah menolak tegas kehadiran Fauzan.


Ketika sampai di rumah, hari masih sore, dj rumah sakit, sejak ada kasus penolakan pengoperasian pasien VVIP jadwal operasi sangat drastis berkurang.Apalagi bagian bedah kepala.Terkadang masyarakat tidak mengikuti kasus rumah sakit, hanya mendengar dari mulut ke mulut, Rumah sakit A bagus, yang B gak bagus , tanpa detail mengetahui persoalan.


Di masa sepi pasien ,Yuri juga mengambil hikmahnya,biasa bisa setengah harian berdiri di ruang operasi atau di ruang UGD dan pasien, ini tidak.


Yuri bisa minta pamit ke kampus karena melihat pengumumannya.


Yuri tersenyum melihat sang mami mertua duduk di kursi ruang tamu.


" Baru pulang nak?".


" Iya mi".


" Tumben cepat nak?".


" Karena ada masalah pasien VVIP batal di operasi mi, ke imbas sama pasien dan penurunan jadwal operasi."


" Tetapi ada sebagian lega mi, biasanya rumah sakit super sibuk, ini mereka bisa memakai moment buat keluarga.Ada yang bagian UGD setelah beberapa windu gak bisa pengajuan cuti, ini sudah bisa pengajuan cuti".


" Setiap masalah, pasti ada hikmahnya ya Ri".


" Iya mi".

__ADS_1


" Kamu juga sangat lelah Ri, gak sibuk gini, bisa istirahat.Apagi sedang mengandung".


" Ya mi, rasanya bawaan mau berbaring aja.Tapi kalau udah ada pasien ,pasti langsung melayani pasien,karena udah terbiasa."


" Nak, di kulkas ada salad buah kesukaan kamu, icip icip dulu".


" Makasih ya mi, " ujar Yuri tersenyum dan memeluk sang mertua.


" Rumah sakit kalian kerja ada bagusnya ya nak, pulang kerja sudah dalam keadaan steril,bersih, wajib mandi baru pulang."


" Iya mi, soalnya pihak rumah sakit mengatakan,pulang kerja,pasti anak, suami,orangtua setidaknya nyium tangan atau peluk, kalau masih dalam keadaan kotor pulang, kan pasti kuman kemana mana ,nempel di anak dan keluarga.Lain lagi kalau pakai angkutan umum."


" Benar nak."


Yuri meletakkan tas ranselnya dan melangkah ke lemari pendingin.Yuri tersenyum melihat salad buah yang mama mertuanya buat.


" Mami mau salad buahnya?".


" Baiklah mi, " ujar Yuri.


Sore itu, Yuri dan mami mertuanya memandang halaman belakang rumah, dimana ada kolam renang.Disana Yuri banyak bersenda gurau dengan sang mertua perempuan.Yuri bersyukur mempunyai mertua yang sangat baik padanya.


" Yaaaang, pulangnya cepat, kok gak kabari abang?".


" Tadi buru buru sih bangggg, soalnya kan ke kampus dulu".


" Abang nanya teman teman kamu yang dokter dan perawat, mereka bilang kamu ngurus urusan di kampus."


" Ya bang, urusan kampus sudah selesai.Jadwal sidang sudah ada, penguji Dokter Dewanta,Dokter Roni dan Dokter Jafar".

__ADS_1


" Hmmm, dokter penguji yang luar biasa handal Ri".


" Yupppp".


" Kamu pasti bisa sayangggg".


Yuri tersenyum.


" Akkkk mas".


Yuri menyuapi Halil salad buah.


" Enak banget, pasti mami yang masak," ujar Halil.


" Ya mas,super enak kan".


" Yuppps".


" Bantulah papi kalian di rumah sakit nak, sudah waktunya beban kerja papi kalian pikul".


Yuri dan Halil mengangguk.


😍🤩🥰😍😛🥰😍🤩


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2