Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Pemalas Makan 2


__ADS_3

Yuri tanpa ada rasa gensi tersenyum menukar pempers sang oma , Yuri malahan saling cerita.


" Oma sudah wangi, nih Yuri yaburi bedak, biar wangi".


Sang Oma hanya tersenyum.


" Oma sudah makan?".


Mereka semua mengangguk.


" Baiklah sudah selesai oma, Yuri ikat rambut Oma ya."


" Sabtu nanti, yang mau pangkas, Yuri pangkasin.Biar rapi rambutnya".


" Yuri bisa? tanya seorang Oma".


" Bisa Oma, Yuri sering pangkas anak anak panti juga, Yuri pernah belajar pangkas".


Semua oma bersorak bahagia.


" Siapa Ri yang duduk itu, sangat tampan, ujar seorang Oma".


" Mau kenalan nih Oma ya? bentar ya".


" Dok, Oma nya mau kenalan, dokter wajib kesini dehhh".


" Hallo Oma, saya Halil".


" Apa dokter? Yuri panggil anda Dok."


" Benar Oma, saya dokter bedah saraf".


" Waw...," ujar para Oma.


" Dokternya lapar, saya bawa nyari makan dulu ya Oma, " ujar Yuri .


Mereka pun tersenyum sangat manis.Yuri jadi menahan tawa.


" Dasar oma genit, ledek Yuri".


Mereka ngakak tertawa.


Yuri dan Halil pun menyusuri trotoar.


" Mau pilih yang mana dok?".


Gerserah Ri".


Beneran nih terserah dok".


Halil mengangguk.


Yuri membawa Halil ke sebuah warung.


Sang pelayan pun membawa daftar menu.


" Kamu mqu makan Apa Ri?".

__ADS_1


" Kentang goreng dan burger aja dok".


" Kenapa pesan dikit banget Ndien?".


" Saya susah makan dok dari kecil, sejak kepergian orangtua saya, ibu panti kalau gak suap , Saya bisa lupa kalau makan."


" Kamu pernah berobat ke dokter Gizi?".


" Udah pernah , dokter Hakim bawa ke beberapa orang, hasil sama .Kalau kata psikologi ,saya mebgalami gangguan pola makan, karena syok ,mengalami kejadian langsung saat kedua orangtua saya kecelakaan.Trauma nya disitu masih ada."


Halil mengangguk.


Halil memesan beberapa menu.


" Suka burger?".


" Burger disini fresh, sayurnya organik, dagingnya olahan sendiri.Jadi makanan sehat dok".


Halil mengangguk.


Halil dan Yuri perlahan melahap makanan nya.


Halil menghapus noda saus di bibir Yuri. Hali tersenyum sangat manis.Yuri mencoba meredan perasaannya.


" Akkkkkk".


Halil menyuap Yuri steak yang dia makan.


Yuri membuka mulutnya, perlahan .


Yuri melihat tatapan Halil sangat meneduhkan.


" Saya tidak peduli latar belakang mu."


" Maaf dok, sayaa....".


" Jangan pernah menghindari saya. Baiklah kalau di rumah sakit saya berusaha menahan diri, tetapi selesai kerja gak yah. Kamu dan saya bisa jalan atau yang lainnya,seperti saat ini".


" Gak janji dok".


" Wajib Janji, " ujar Halil.


" Dokter gampang menyukai seseorang".


" Kamu salah Ri, saya sulit menyukai seseorang.Pacaran pertama, si cewek yang ungkapkan duluan, saya gak merasa apa apa, namun menerima begitu aja. Ngomong banyakan sama kamu, sama dia hanya diam, jalan hanya 2 atau 3 kali saja.Terus saya minta pisah ".


" Saya gak bisa lanjutkan ,saya gak merasa apa apa".


" Dan kenapa milih saya, kan banyak dok perawat dan dokter yang lebih kompeten".


" Kamu ,wanita pertama yang menggetarkan jantung saya, " ujar Halil.


Yuri bengong mendengar pengakuan dari Halil.


" Orang bilang dokter kaku, ngomong seperlunya, sama saya gak kok, " ujar Yuri.


" Kalau sama kamu beda Ri, namanya perjuangan, kamu tipikal cuek, kalau gak mas inisiatif sendiri, kamu gak ngeh."

__ADS_1


Yuri tersenyum.


Halil tersenyum sangat manis.


Halil pamit ke toilet, dan dia membayar makanan mereka .


Ketika kembali Halil tersenyum melihat Yuri melihat aneka kaptus.


" Kamu suja kaptus Ri?".


" Yup".


" Koleksi mamiku sangat banyak di rumah. Main ke rumah Ri, kamu bakalan senang liat kaptus disana."


" Ahhh, dokter ada aja dehhh".


" Beneran loh Ri."


Huri hanya tersenyum.


" Yuk balik, " ujar Halil.


" Bentar dok".


Yuri menuju kasir dan ketika kasir menjelaskan , Yuri cemberut.


" Jangan cemberut, pria yang harus traktir wanutanya.Lagian kan saya yang ajakin Ri".


Yuri hanya tersenyum.


" Jangan menjadi beban."


Yuri mengangguk.


Ketika akan menuruni trotoar, kaki Yuri tersandung.Dengan sigap Halil langsung memeluk Yuri.


Mereka saling bertatapan.Dan perasaan pun menjalar pada mereka.


Yuri tersadar langsung berusaha berdiri.


" Semesta mendukung kisah kita Ri, ledek Halil."


Yuri hanya menaikkan pundak nya.


Halil dan Yuri berdampingan jalan.Halil meraih jemari tangan Yuri.


" Jangan tutup dirimu, hanya karena kamu anak yatim, hanya karena kamu bukan siapa siapa. Aku akan bantu kamu meraih cita citamu".


Yuri hanya terpaku membisu.


❤💗❤💗❤💗❤💗❤💗


Like yang banyak


Koment


Vote

__ADS_1


Makasih🙏



__ADS_2