
Hakim mengantar Yuri hingga ke depan Apartemennya. Yuri pun menekan kode pintunya dan langsung menutup pintu apartementnya.
Suara bel berbunyi. Yuri mengintip dari lubang kecil, dan disana , Yuri melihat Halil berada di depan pintu apartemenya.
Yuri membuka pintunya.
" Ada apa ya dok?".
" Ri, kamu menganggap hubungan kita selesai."
" Tetapi saya sudah menganggapnya selesai.Tidak ada yang perlu di perumit, dan di permasalahkan dok".
" Ri, abang mencintai kamu".
" Sudahlah dok, gak usah bahas lagi, kalau dokter peduli sama aku, dokter tidak akan menyia nyiakan aku. Sudah dok, sudah cukup ,aku menata hatiku saat ini aku sudah bisa menerima keadaanku, aku akan menjauh dari kamu".
" Dien,maafkan kehilafan mas, yang gak peka sama aku".
" Susahlah dok, " ujar Yuri.
Yuri langsung menutup pintu apartemennya dan memasuki kamar nya. Yuri tidak memperdulikan bel yang Halil tekan di apartemennya.
Yuri menelepon petugas apartemen ,agar mengusir Halil dari depan apartemennya karena mengganggu.
Petugas apartemen terkejut saat melihatbsosok Halil yang tidak ada lelahnya menekan bel.
" Selamat malam pak, permisi, pemilik apartemen merasa terganggu dengan tindakan bapak, baiknya jangan mengganggu penghuni lainnpak".
Halil menunduk, Halil sangat sedih.
Halil kembali ke apartemennya.
Begitu juga ketika pagi, Yuri bergegas menenteng Susu kotaknya ,dan mengangkat ransel dan buku di tangannya.Buku tebal sudah biasa menemaninya.
Langkah Yuri di sejajarkan oleh Halil, Halil hanya diam tanpa bicara apapun.
Yuri mempercepat langkahnya, Halil juga melakukan hal yang sama.
" Reseh banget, guman Yuri."
Yuri memperlambat langkahnya dan memutar arahnya ke arah yang berbeda.
Halil juga melakukan hal yang sama.
Yuri kembali menggerutu.
Di tengah jalan , Yuri bertemu dengan Yudha Layer, sosok dosen mudah yang sangat tampan.
" Ri, good morning, tambah cakep aja".
__ADS_1
" Beneran nih, makasih pujiannya, "ujar Yuri ngakak tertawa.
"Gak ada uang receh, " ujar Yuri tertawa.
" Tugas lab udah siap Ri?".
" Udah doooong, hati panas tapi otak cerah bos ku," ujar Yuri ngakak meledek sang dosen.
" Wuihhhh, status mu jomblo ya Ri, saya daftar duluan yaaahhh".
" Serius?" tanya Yuri.
" Serius donggggg".
Yuri tertawa.
" dah berapa orang mendaftar Ri?".
" Pastinya cowok setia dan sabar, yah dokter Hakim pertama ,"ujar Yuri .
" Pastinya dia saingan yang berat ya Ri".
" William, Edu ,juga kan".
Yuri tersenyum.
" Hmmm, tapi aku mau jomblo aja dulu, pertama kali ngalami broken heart, yah kecewa sihhh, namun aku sadar , life is more than that( hidip lebih dari itu), life is must go on( hidup terus berjalan)."
" Aku pengen menata hati dok, belajar sungguh sungguh , selesai cepat dan ambil spesialis."
" Sudah mikir mau ambil spesialis apa?".
" Hmmm, minat ke spesialis jantung dan spesialis bedah anak."
" Kalau bisa tembus 2 spesialis, saya ambil dua, toh belum ada bekeluarga ,jomblo mah bebas, " ujar Yuri tertawa.
" Benar Ri, sukses itu, fokus itu jauh lebih nyaman ketika semasa jomblo, gak ada yang mengganggu fokus kita, bahkan ketika bertengkar itu ngaruh banget semasa kuliah."
Halil mendengar semua pembicaraan Yuri dan Yudha.
Yuri memasuki ruangannya, pagi ini cobaan berat, Halil dosen pengajarnya.Yuri sengaja mengambil posisi duduk paling belakang dan dekat dinding.
Yuri meminum susu cair nya sebelum memulai pelajaran.
Beberapa teman pria , ada yang mengedipkan mata pada Yuri, ada yang sengaja duduk di samping dan di belakang Yuri.
Kimberli, Agnes , Menggeser posisi duduk Beberapa pria di samping Yuri.
Halil memasuki ruangan. Sudah pasti para mahasiswi wanita pada bersorak gembira, apalagi tahu status lajang sang dosen.
__ADS_1
Yuri pura pura sibuk dengan buku di hadapannya.Yuri mendengarkan pengajaran dari Halil, beberapa kali Halil sengaja menatap Yuri, reaksi Yuri biasa saja .
" Yuri ,kemari, "ujar Halil .
Tolong bawa makalah ini ke ruangan saya.
Yuri hanya mengangguk.
" Boleh ajak teman pak?", ujar Yuri.
" Gak, ini gak berat kan".
Yuri hanya diam.
Selesai mata pelajaran dari Halil, Yuri menyandang ranselnya dan maju ke depan kelas, mengambil makalah tugas dan membawa nya.
Yuri tahu Halil sengaja menyuruhnya membawa makalah, sebagai alasan dekat dengan Yuri.
Yuri mengambil makalah dan langsung berjalan ke arah pintu keluar, Halil dengan secepat kilat mengikuti langkah Yuri.Yuri tidak perduli.
Sesampai di ruangan Halil, Yuri langsung meletakkan makalah dan kemudian bergegas ingin pergi.
" Kamu menghindari mas Yuri".
" Apa kamu masih marah?".
" Ini kampus pak, masalah bapak dan saya sudah selesai, saya gak marah, malahan lega", ujar Yuri.
Yuri pun hendak beranjak ke luar, namun tangan Halil menahan langkahnya.
" Ri....., mas mohon, kamu hanya salah paham sama mas, kamu gak percaya sama mas."
" Sudahlah, gak usah di bahas lagi, semua sudah selesai, "ujar Yuri membuka pintu ruangan Halil.
Halil menghentikan tangan Yuri.
Dari jarak yang cukup dekat, Halil menatap Yuri.
Yuri menjadi gelagapan.
🤩😍🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1