Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Bagaimana?


__ADS_3

" Hubunganmu dengan Christian seperti apa Ri?".


" Berteman," jawab Yuri singkat.


" Bagaimana jika dia memandangmu bukan sebagai teman, tetapi sebagai wanita?apakah itu tidak terpikirkan olehmu?".


" Aku bukan pacar siapapun,juga bukan wanita siapapun, bukan pacar siapapun."


Halil memejamkan matanya.


" Hukumlah aku seberat mungkin Ri tetapi ku mohon ,jangan libatkan siapapun dalam hubungan kita.Cukup kita Ri, kita belum menyelesaikan masalah kita".


Halil memeluk Yuri.Mereka saling menatap.


" Jangan berteman dengan pria".


" Mengapa? " tanya Yuri ,sebenarnya jujur Yuri menahan rasa bahagianya, cara Halil cemburu sangat manis, menurut versi Yuri.


" Apa cemburu?".


" Ya, " ujar Halil.


" Bagaimana rasa cemburu? sakitkah? " tanya Yuri.


" Gak nyaman ,berat mas menahannya Ri".


" Begitulah yang aku alami mas, sakit, sedih. menahan itu semua, baguslah mas bisa merasakannya juga akhirnya," ujar Huri.


" Aku hanya bisa melihatmu, kamu tertawa tetapi hatiku menangis, apa kamu tahu mas ,sakit, begitu hebatkah mengharap pada seseorang?".


" Maafkan kebodohan mas Ri".


" Aku berteman dengan siapapun, mencari yang terbaik".


" Kembalilah yaaaang".


" Sejauh apa hubungan kalian?".


" Hanya sebatas makan, itu juga membicarakan pekerjaan."


" Apa dia pernah ke apartemen mas?".


" Gak, kami hanya berangkat sama ke tempat pasien yang butuh perawatan khusus."


" Kamu boleh lelah menghadapi mas, tapi jangan menyerah, sungguh, " ujar Halil.


" Kita gak usah saling mendesak mas, berjalan apa adanya saja. Aku juga harus fokus kuliah."


" Aku akan menunggumu ,menerima ku kembali," ujar Halil.


Yuri hanya diam.

__ADS_1


Ke esokan hari, Yuri bergegas menarik kopernya, membawa tas ranselnya di pundaknya.


Yuri melihat mobil Christian terparkir di depan apartemennya.


Christian baru saja sampai.


" Kenapa gak nunggu di apartemen aja Riz biar saya yang angkat koper."


" Ahhh,koper mah gampang dok, tinggal di seret aja, toh ada rodanya."


Christian mengambil koper Yuri, mereka pun menuju bandara.Yuri Dan Christian duduk di bangku belakang, karena Christian memakai supir nya.


Yuri dan Christian bergegas memasuki bandara, Yuri tertawa ngakak karena Christian benar benar mengurus kopernya.


" Udah sarapan Ri?".


" Belum, " ujar Yuri.


" Sarapan yuk Ri".


Yuri mengangguk.


Mereka pun sarapan.


" Udah kenyang?" tanya Christian.


" Udah, makasih traktirannya."


Yuri dan Christian menunggu di pintu Gate, kemudian Yuri melihat sosok pria memakai hoodie, memakai masker , Yuri mengenal sosok pria itu, posturnya sangat mirip dengan Halil.


Apa Yuri yang salah, atau terlalu merindukan sosok Halil.


Yuri memasuki pesawat, dan duduk sama dengan Christian, Christian yang membeli tiket Yuri.


Yuri sibuk membaca bukunya, buku pemberian Halil.


Yuri teringat, buku itu, buku dimana dia saling rebutan saat membeli.


Yuri memejamkan matanya. Penerbangan itu tidak ada kendala.Sampai seorang wanita hamil mengalami kontraksi.Pramugaripun mengumumkan mencari dokter.Yuri langsung bangun dan berdiri, Christian sudah berada di depan wanita itu.


" Ri. aku gak pernah nangani kasus melahirkan, kamu tahu sendiri kan Ri".


" Dokter kok lihat orang melahirkan takut, jawab Yuri."


" Kamu apa takut Ri? tanya sebuah suara?".


Yuri terkesima melihat sosok Halil di sampingnya jongkok, wajah mereka hanya beberapa centi darinya.


Sang ibu kembali meringis.


" Dokyer yang perkksa?" tanya Yuri.

__ADS_1


" Kamu aja Ri," ujar Halil.


Halol memberikan stetoskopnya, Yuri pun memeriksa sang ibu.


" Kehamilan berapa minggu bu ,usianya?" ujar Yuri.


" Kehamilan 28 minggu."


Yuri melihat keringat sang ibu.


" Dari kontraksi , sang ibu sepertinya mengarah ke kelahiran prematur pak,nujar Yuri pada suami sang ibu."


" Bandara terdekat berapa waktunya?" tanya Yuri.


" Sekitar 1jam lagi, itu juga jadwal penerbangan padat, minta ijin buat transit butuh waktu juga".


" Sedapat mungkin, kita pertahankan ,tetapi jika memang harus di lahirkan , apa boleh buat," ujar Halil.


Yuri mengangguk.


Sang ibu kembali mengejan , Yuri, Halil dan Christian sudah bisa membaca keadaan. Mereka pun meminta pramugari dan sang suami menyiapkan selimut.


Penumpang pesawat pun sedikit lega,setidaknya ada 3 dokter dalam penerbangan mereka.


" Mas pernah menangani orang melahirkan?", tanya Andien .


" Gak pernah Ndien, " ujar Halil.


" Christian, Mas bantu aku, durasi konttaksi semakin sakit permenit, ibu ini akan melahirkan di pesawat."


Halil dan Christian nampak menjadi gugup.


" Kalian gimana sihhh, belum punya isteri, kalau isteri kalian melahirkan mendadak gimana?" ujar Yuri.


Halil dan Christian sama sama menunduk.


" Melahirkan rasanya seram Ri, liat jeritan ,beneran Ri," ujar Halil dengan polosnya.


" Kalau isteri kalian melahirkan atau kontraksi gimana?",ujar Yuri.


Christian dan Halil hanya diam.


🥰😍🤩🥰😍🤩


Jangan lupa


Like


vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2