
Berikan aku kesempatan membuatmu bahagia,aku tahu aku banyak berbuat salah.Kemanapun aku pergi,aku akan membawamu,karena kejamnya perpisahan, aku harus mencari cara menemuimu.Harus melihatmu dari kejauhan.
Kelak aku akan lebih menyayangimu, mencintaimu, membuatmu bahagia.
Satu helaan nafas panjang membuat diri Halil tersadar dari lamunannya.
" Jadi pria itu, wajib tegas Lil. Pria itu harus bisa membedakan dan menjaga jarak, wanita juga akan menjaga dirinya ,buat suami atau kekasihnya.Kamu masih mencintainya, malah semakin dalam mencintainya kan?", tanya mami Halil.
" Ya mi, sangat."
" Dua kali sudah Yuri mengalah, berat lah Lil, pastinya wanita itu umumnya menyimpan rasa kecewanya."
" Kepercayaan itu ibaray sebuah kertas,jika sudah ternoda dan kusut, susah memulihkannya seperti keadaan semula.Kamu memang setia, namun setiamu harus kamu buktikan, kalau sudah tahu sumber pertikaian kalian itu Laura, yah kayak gak ada dokter lain aja jadi patner kamu, buka lowongan ,suruh papimu, cari yang pria, banhak boy".
" Gak harus di ajari boy, kamu perlu peka,kepekaan apa yang paling di inginkan pasanganmu".
" Kalau Yuri sudah nerima profesor muda itu, apa kamu mau jadi pengganggu hubungan orang? ".
" Entahlah mi, Halil gak bisa tanpa Guri, berat banget rasanya mi."
" Kadi pacar kamu, kamu sia sia in, pria sering gitu, awalnya menggebu gebu, nikahan mewah, punya anak satu ,berubah sikapnya, nambah anak 2 ,lebih cuek dan gak perhatian lagi.Liat rumput tetangga hijau ,mulailah aneh aneh, lirik san sini.Mulai ada penggoda, bersambut, hancurlah semua, harusnya uang buat anak, buat kekasih gelap alias buat si pelakor.Harusnya isteri yang di sayangi, ini isteri di kibuli."
" Bukan ladang berkat berkeluarga, ladang kecurangan, ladang penyiksaan batin,ladang buat hancur hati anak anak. Kalau isteri selingkuh, dominan pria akan menceraikan, beratus dan beribu suami selingkuh, masih bisa istwri banyak memaafkan, cinta gakkk, jika cinta itu ternoda, fatal buat wanita , mungkin alasan perasaan anak, karena anak broken home biasanya bermasalah di sekolah, jadi bandel, frustasi. banyak masalah."
" Kamu ini jadi cowok plin plan , nyesal kamu kan Lil, makanya, sibuk kerja ,buat apa karir, wanitamu pergi, menyerah, dan terabaikan.Kamu menantikan nya, mengejarnya susah payah.Sanggup liat dia jalan sama orang lain? gak kan Lil".
" Apa hatimu sakit? rasakan sendiri."
" Ya mi, sangat sakit."
Halil keluar dari ruangan sang papi, menghirup udara malam.Pandangannya kosong menatap taman.
Halil berlari ke lantai dasar, dia melihat sosok Yuri sedang berjalan.
__ADS_1
Langkahnya terhenti saat profesor Dewanta membukakan pintu mobil buat Yuri.Terlihat Dewanta sangat penuh perhatian, ramah dan baik.Halil hanya mampu bersandar di tembok.Perasaan Halil sungguh sangat sakit.Halil menutup.wajahnya dengan kedua tangannya.
Ke esokan paginya, Yuri datang bersama dokter Christian dan seorang dokter muda.
Halil mengerutkan alisnya.Heran dengan Huri.Selama inj kalau Halil melihat Yuri , selalu di rumah sakit, jadi Yuri banyakan bertugas malam.
" Pacar kamu siapa sih Ri? "tanya seorang perawat pada Yuri.
" Apa kamu wanita mati rasa Ri?friendly dengan semua laki laki, tidak tahu hatinya untuk siapa, kamu menganggap semua laki laki sama, lebih senang dengan dunia mu sendiri", ujar sang perawat.
Sedangkan mami Halil menepuk pundak Halil.
" Satu hal yang harus pria sadari,terutama kamu Lil, hargailah wanitamu, selagi dia masih ada.Dia yang menyayangi kamu,melebihi hidupnya sendiri,masih tegakah kamu membuatnya meneteskan air mata?".
Halil mengusap wajahnya.
" Tatapannya kosong, bagaikan mayat hidup."
" Terbiasa sendiri membuat nya menjadi sadar, dia gak pernah punya siapa siapa, mami gak kebayang, hidup seperti Yuri.Keluarganya tidak ada sejak dia kecil, besar di panti, lain lagi dia harus berjuang dengan sekolah perawat, berjuang mendapatkan beasiswa menjadi dokter, berjuang kembali menyelesaikan spesialisnya. Dia pasti lelah, tidak ada sandaran."
Yuri memakai snelli nya ( jas kedoteran berwarna putih). Yuri memeriksa pasien pasca operasi bersama dosen senior yaitu profesor Dewanta.
" Pasien mengalami demam, 39.2 semalam malam pukul 10. Pagi ini suhu pasien sudah normal , 36.00 ."
" Detak jantung pasien sudah normal dok".
" Hasil CT scan semua sudah baik".
" Resep ini harus di beri pasca operasi, ingatkan keluarga pasien Ri".
" Baik dok".
Saat berjalan menuju ruangan papi Halil, langkah Yuri sangat lah berat.
__ADS_1
" ehem...ehemmm, langkahmu melambat Ri, apa masih gagal move on? apa masih begitu mencintanya? " tanya Dewanta menatap mata Yuri.
Yuri hanya menggaruk kepalanya, sedang perawat dan yang lain senyum senyum.
Sesudah cek fisik, Dewanta dan Yuri duduk di sebuah restoran.
" Gimana reaksimu, ketemu mantan Ri?".
" Saya udah biasa aja dok".
" Tapi kamu berharap kan Ri, dia minta maaf, atau minta balikan ke kamu".
" Kalau aku bilang gak, aku munafik dok, tetapi jelas komunikasi setahunan gak kan, ketemu juga bisa di hitung dengan jari, cinta atau sejenisnya, bertepuk satu arah, gak tahu takdir dok, yang pastinya ,saya hanya tahu, saya itu single, sendirian, saya gak mikir apapun. Jodoh atau apa."
" Kalau saya, apakah kamu pikirkan Ri?" tanya Dewanta.
" Kamu pria baik, peduli tinggi, kamu punya temoat khusus di hati saya dok, beneran."
" Kamu mau nerima saya Ri?".
" Kita coba dok, beri saya ruang, jangan memaksa juga, karena saya butuh waktu, gimana cara dokter, ngeyakini saya, gimana cara dokter, menyayangi dan setia ke saya, bukan hanya sesaat, tetapi selalu."
" Makasih Ri".
Dewanta mengusap punggung tangan Yuri.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment