
Setelah 3 hari selesainujian, hari ini Yuri sabgat cemas, membaca pengumuman di papan pengumuman rumah sakit.Yuri bergegas mandi dan berjalan kaki, ke rumah sakit.
Dan Yuri bengong melihat banyaknya yang berkerumun di depan papan pengumuman.
Sebuah tangan merangkul Yuri. Yuri melihat dokter Halil.
" Belum liat Ri?".
" Belum dok, rame banget," ujar Yuri.
Ketika Halil.datang beberapa perawat memberikan jalan.
Halil langsung mengecek nama Yuri.
" Nilai kamu tertinggi, tuh nomor satu ,skor 1000, minus salah,benar semua " ujar Halil.
Yuri sangat bahagia, dia melompat kegirangan.
" Makasih Tuhan, akhirnya perjuangan tahapan awal aku lakui, " ujar Yuri mengusap air mata kebahagiaannya.
Ucapan selamat Yuri dapati dari berbagai perawat dan dokter.
" Kuliah ini, kuliah percepatan, karena pengalaman sudah banyak, jadi hanya mengejar teori dan banyak test, masa sekolah banyak terpangkas habis jika kamu paham dan lulus banyaknujian setiap materi, " ujar Halil.
" Menghemat usia juga , " ujar Halil.
" Kenapa minat dengan kuliah di Inggris Ri?".
" Entah, aku minat aja dok, kata oang ,nembus daoat kuliah disana susah.Bisa di hitung dengan jari.Dokter tamatan Inggris kan?".
" Yup, saya lama stay disana."
" Baju dingin wajib Ri, kamu akan sangat muak, karena makan keju melulu."
" Tempat tinggal kan di tunjuk pihak beasiswa. Makan mereka juga beriz kamu hanya butuh uang saku aja Ri".
__ADS_1
Yuri mengangguk.
Yuri menyiapkan barang barangnya dan keperluannya.
Halil menemani Yuri mencari syal, sarung tangan.Halil bahkan memilih sarung dan syal couple.Yuri hanya tersenyum.
" Norak ya Ri?".
" Iyah, " ujar Yuri ngakak.
" Itu di pakai orang yang dalam ikatan pacaran dok, ampun dehhh," ujar Yuri.
Halil menggenggam tangan Yuri sambil menvcari keperluan Yuri.Yuri terkejut dengan sikap Halil, biasanya Halil lebih mengambil jarak.
Yuri tidak sanggup menepis sosok Halil. Sosok itu begitu menguasai dirinya.
Yuri dan Halil duduk di sebuah taman menghadap ke laut, kala itu sudah mulai senja.
Halilntidak melepaskan genggaman tangannya.
Yuri terkejut dengan ungkapan Halil secara tiba tiba.
" Saya gak bisa LDR dok, gak kuat nahan perasaan. Kalau munggu lulus akan bertahun tahun, mana mungkin kan bisa bertahan perasaan begitu."
" Percaya aja sama saya Ndien."
" Saya manja, beneran manja, kalau sudah dekat, pasti gak bisa gak manja ."
" Hmmm, ke manjaan kamu menggemaskan Ri, karena kamunl apa adanya."
" Kita LDR ran apa bisa? " tanya Yuri menatap wajah Halil.
Halil mengangguk dan memeluk Yuri.
" Percaya sama saya Ri".
" Yuri mengangguk".
__ADS_1
" LDR an susah ,banyakan gagak di jalan dok".
" Gak bakalan, kita harus berusaha Ri, harus saling pengertian dan terikat satu sama lain".
Halil mengusap wajah Yuri.
Yuri memeluk Halil, rasa bahagia itu meluap dalam diri Yuri.
" Yuri akan berangkat 3 hari lagi Dok".
" Kamu menerima saya Ri".
" Yuri mengangguk."
" Makasih cintaku, " ujar Halil.
Halil membawa Yuri ke apartemennya, mereka saling bercanda, tertawa, dan Yuri baru tahu, Halil sangat jago memasak.Bisa masak pasta ,ayam goreng dan cap cai. Halil menyuapi Yuri.
Halil sangat membantu Yuri dalam pengurusan surat surat.Dan setelah rampung, Yuri pun lega.
Yuri masih membantu Halil ,menjadi asisten saat operasi. Dkkter Mark dan dokter Gerhart juga menjadikan Yuri asistennya dslam operasi.
Yuri sangat bahagia ,walau lelah, Yuri banyak mendapatkan pengalaman .Pengalaman gak bisa di beli.
Halil tahu, dokter Mark dan dokter Gerhart menyukai Yuri.
Mereka jelas menunjukkan rasa suka mereka. Namun Yuri tidak menanggapi .Halil lega. Sedari masuk, Yuri dan Halil memang menunjukkan saling ketertarikan. Halil menahan diri saat tahu, Yuri akan menjalani ujian, begitu Yuri lulus ujian beasiswa, maka Halil tidak menahan langkahnya lagi.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1