Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Menjauh 2


__ADS_3

" Kamu me Wa abang."


" Benar, saya mau bicara dok".


" Ri ,kamu kenapa?" kenapa bicara sama saya sangat formal?" tanya Halil.


" Hubungan kita harus jelas dok," ujar Yuri berusaha tersenyum dan berusaha tegar.


" Maaf saya hanya meminta waktu anda 5 menutan gak lebih, " ujar Yuri.


" Apa kita ke luar?".


" Tidak usah dok, di ruangan dokter saja."


Halil mengangguk.


Mereka pun memasuki lift, Yuri sengaja menjauh dari keberadaan Halil.


Bahkan di korodor rumah sakit, Yuri juga hanya berjalan di belakang Halil.


" Kamu beda Ri. kamu kenapa? "tanya Halil.


Yuri hanya diam, tanpa expresi.


Yuri menahan hatinya yang hancur.


" Duduk Ri," ujar Halil.


" Mau minum apa Ri?".


" Gak udah dok, saya gak lama".


Perlahan Yuri menunduk melihat cin cin pemberian Halil.Hati Yuri sangat sedih, namun berusaha tegar. Pengen nangis tetapi gak mau di anggap lemah.


Yuri melepaskan cin cin tersebut, dan meletakkannya di meja tepat di depan tangan Halil berada.

__ADS_1


" Saya mengembalikan cin cin dari dokter".


" Kenapa Ri,? " Halil sangat syok dengan apa yang Yuri lakukan.


" Cin cin ini gak cocok buat saya dok".


" Apa mau ganti yang lain Ri, biar kita pilih".


Yuri menggeleng.


" Saya rasa kita bukan pasangan yang tepat dok, saya gak pantas buat dokter, saya rasa , baiknya kita sudahi saja hubungan kita.Kita sama sama sibuk, sama sama kurang komunikasi. Cin cin ini terlalu berat buat orang seperti saya."


" Saya kesini hanya mau mengembalikan apa yang bukan saya punya dok, terima kasih, " ujar Yuri berdiri.


" Ndien ,kamu ...kamu putusin saya? kita akan menikah 1 bulan lagi".


" Pantasan mamai nangis dari beberapa hari,apankamu ketemuan sama mami?".


" Ya, saya suruh mami abang, membatalkan semua pengurusan pernikahan kita, saya sudah bilang sama mami mas, saya bukan orang yang tepat."


" Gak ada bang, saya yang salah. Saya bukan siapa siapa, dan saya tidak istimewa buat abang.Saya hanya menjadi bahan permainan abang".


" Kenapa kamu bilang saya mempermainkan kamu".


" Abang punya hati? coba kalau saya di posisi abang, gak me Wa. gak menelepon, okey abang sibuk kerja ,tetapi tidak sibuk buat jalan ,tertawa ,makan siang dengan dokter Laura.Abang anggap aku patung,? boneka? benar kamu menganggap aku seperti itu. Aku kamu lukai bang, kamu sakiti.Aku sudah menghargai hubungan kita,tetapi kamu kecewakan."


" Aku gak ada hubungan apa apa degan Laura Ri., jujur."


" Sudahlah , semua orang juga tahu kalian dekat bang. Dan aku juga sadar aku siapa. Menjauhlah dari hidupku, sama seperti saat ini, anggap kamu tidak pernah mengobral sebuah janji, anggap kamu tidak pernah berlari mengejar wanita panti asuhan.Semua anggap tidak ada," ujar Yuri.


Yuri membalikkan badan ,namun Halil memeluknya dengan erat.


" Laura hanya rekan ,gak lebih Ri. abang mohon."


" Sudah lah bang, aku capek dan lelah. Menjauhlah, karena aku tidak butuh penjelasan apapun, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bukan satu atau dua kali."

__ADS_1


Yuri membuka dekapan Halil dengan sekuat tenaganya.


" Ri...,kamu tega mutuskan pertunangan kita, kenapa?".


" Aku bisa kapanpun berkhianat,


Tapi maaf, cintaku tidak murahan sepertimu, " ujar Yuri.


" Kamu tanya kenapa? tanya pada diri kamu, kamu lakukan apa sama aku, tanya pada hatimu, sesakit apa luka yang kamu buat, coba aku di posisi kamu, berduaan,makan ,ngobrol,tertawa dengan seorang dokter, dan aku udah tunangan ,tetapi gak nyadar, hargai orang yang mempercayaimu, hargai orang yang kamu genggam, jika kamu lelaki gentle."


Yuri membuka pintu ,berjalan cepat dan menjauh. Air mata Yuri mengalir di sepanjang perjalanan nya.


Yuri membuat status nya di IG.


" Jangan becanda soal hati, karna patah hati tidak selucu stand up comedy."


" Jika kamu melihat saya bahagia bersama orang baru, percayalah beribu malam penuh tangis sudah ku lewati hanya karna mu.Dan pada akhirnya, yang aku pelajari adalah bagaimana menjadi kuat sendirian."


"Tak perlu dijelaskan, derita ini cukup aku saja yang rasakan. Tenanglah; kamu bahagia saja, terluka itu bagianku."


Sebuah sosok melihat Yuri berjalan. Sosok itu memeluk erat Yuri.Tangis Yuri pun pecah di bahu


seseorang yang dia kenal.


" Sudah jangan nangis," ujar Hakim.


🌹🥀🌹🥀🌹🥀🌹


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2