Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Brayan


__ADS_3

" Entah akan seperti apa nantinya kini aku hanya berusaha mempertahankan apa yang sudah ku perjuangkan.


Entah akan bagaimana kedepannya aku hanya mengikuti alur yang sudah menjadi takdir dari hidupku


Kini aku mencoba ikhlas dengan apa yang akan terjadi, mencoba sabar dengan segala cobaan yang datang bertubi-tubi.


Mencoba menjadi kuat dan tegar dengan tak memperlihatkan segala luka ini


Namun satu hal yang pasti, aku tetap menggumu, tetap mencintai kamu, dan berharap waktu akan memihak pada kita Ri," ujar Hakim.


" Maaf dok, saya tidak bisa."


" Apa karena kamu mencintai seorang pria dan pria itu Halil?".


" Ya ,benar dok, maaf".


" Perbedaan kalian sangat besar, dia pewaris kerajaan bisnis orangtuanya, pewaris rumah sakit, apa mereka bisa menerima keadaan kamu Ri, jangan sampai terluka dan mencintai terlalu dalam.Kamu harus siap bergaul dengan strata atas Ri, kehidupan mereka tidaklah standart seperti kehidupan masyarakat umum, akan banyak tekanan ,ketika kamu di posisi sebagai pacar Halil".


" Siap atau tidak siap, saya wajib harus siap. Resiko dari pilihan yang saya tentukan dok".


" Aku selalu berharap kamu bisa bahagia Ri, kamu bisa kuat, dan hidup bersama pria yang benar benar mencintaimu, melindungi dan memperjuangkan mu, jika pria itu memperlakukan mu dengan baik, dan kamu mencintainya, aku iklas Ri, walau sulit, namun aku ingin kamu bahagia, walau jujur perasaanku tak akan bisa padam ."


" Jangan sia siakan waktumu dokter Hakim, bukan usia mudah, sudah matang berkeluarga."


" Kamu tahu gak Ri, bahkan aku sudah membangun sebuah rumah, buat kekasih hati aku, buat wanita yang aku kejar selama ini, bahkan di doa ibuku selalu mendoakan ,agar kamu luluh dengan perjuanganku. Aku gak akan menyerah Ri ,sampai kamu sudah pasti menjadi miliknya."


" Kita temenan, jangan teruskan perasaan mu dok, lebih terluka banyak. Please ....".


Hakim hanya menunduk.


Yuri juga tidak tahu harus bersikap seperti apa.


Ketika menjelang pagi,Yuri berggeas bersiap siap ke kampus , hanya minum susu dan roti .

__ADS_1


Yuri berjalan kaki ke kampus, dan disana sudah banyak para mahasiswa baru, melihat papan pengumuman, dia berada di lokal mana. Yuri pun melihat namanya berada di Kelas A.Yuri keluar dari gerimbolan mahasiswa itu.


" Kamu dikelas apa ? tanya sebuah suara."


Pemuda itu sangat tampan.


" Kelas A".


" Sama ,jawabnya."


Yuri hanya tersenyum.


" Kenalkan , nama saya Brayan ".


" Saya Yuri ".


" Wajah mu blasteran dan mirip juga asia," ujar Brayen.


" Yah, saya blasteran, " ujar Yuri .


Yuri pun bergegas membaca beberapa petunjuk ,dan jumlah mahasiswa baru sungguh banyak, lift selalu penuh, Yuri terpaksa menggunakan tangga.


Yuri memasuki ruangan, sudah pasti suasana baru, bertemu dengan orang orang baru.


Yuri duduk di bagian tengah.Belum ada satupun yang Yuri kenal. Tiba tiba Brayan mendatangi Yuri ,kenalan di papan pengumuman .


Yuri kuliah hanya sampai jam 1.Yuri sudah mendapat pemberitahuan dari rumah sakit, Yuri direkomendasi bekerja disebuah rumah sakit.


Ada tiga orang wanita duduk di samping Brayan. Yuri baru tahu, mereka sibuk berbisik, Brayan orangnya tajir, mobil yang dibawa nya keluaran terbaru. Makanya banyak yang memandang Brayan.


Manusia hanya memandang seseorang dari materi, tidak heran , jika ada pria ganteng, tajir menjadi bahan kejaran para wanita.


Tetapi Yuri tidak peduli, Brayan sibuk mencari bahan obrolan dengan Yuri, Yuri hanya sibuk membaca bukunya.

__ADS_1


Bel pun berbunyi ,banyak teriakan para mahasiswa baru, menyambut sang dosen.Yuri belum ngeh. Dan ketika seseorang mengetuk tangannya di meja Yuri, Yuri menoleh.


Mata Yuri membulat.


Senyuman Halil sumringah pada Yuri.


" Sampai gak menoleh Ri, " ujar Halil.


Yuri tersenyum manis.


" Saya akan menjadi dosen kamu Ri, saya akan mengawasi kamu, bisik Halil."


Yuri mengulum senyumannya.


Para mahasiswi terpesona dengan penampokan sosok dosen , yaitu Halil.Yuri merasa tidak nyaman, rasa cemburu menghinggapi nya, apalagi mahasiswa disini terkenal cantik dan pintar. Akan banyak saingan Yuri.


" Kamu kenal dengan dosen ini? tanya Brayan".


" Yup, sebelum kuliah, saya bekerja ,satu rumah sakit dengan dokter Halil, " ujar Yuri.


" Menarik, " ujar Brayan.


Setelah mata kuliah dari Halil selesai, Yuri pun ke kantin, rasa lapar menghinggapi nya.


Yuri ngantri mengambil makanan. Dan Brayan memepet Yuri.Sementara Yuri hanya bersikap senormal mungkin, bisik bisik para mahasiswi pun bergema.


Yuri tidak memperdulikan apapun, Yuri memasang earphone nya.


🤩😍🥰😍🤩🥰😍🤩


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2