
Yuri makan dengan semangat, sesekali Halil menyuapi Yuri.
" Pusing nya ganggu banget," ujar Yuri
" Selesai makan , abang cek".
" Bulan ini ,udah dagang haid gak dek?"
" Yuri gak ingat bang".
" Abang juga sibuk, jadi gak gitu ingat dek".
" Gak usah di beresi yaaang, biar abang aja beresi".
Yuri meneguk air mineral.
Yuri tersenyum saat melihat beberapa bingkai foto, ada foto pernikahan mereka, foto mereka bertugas berdua, foto pada masa kuliah dan Halil jadi dosennya,itu semua kenangan manis.
Yuri menahan senyuman, saat dengan rapi, Halil merapikan tempat makanan, mencuci sendok dan membersihkan meja.
" Tugas Yuri banyak banget loh bang".
" Abang bantu nanti, kita kerjain di cafe pojok."
" Makasihhh suamikuuuu".
Yuri memeluk pinggang Halil.
" Tambah manja aja ,istriku ini".
" Hmmmm, abang keberatan ?".
" Gak yaaaang, gakkkk, malahan suka, suka kalau isteri manja sama abang."
Halil mencuci tangannya, mengambil stetoskop.
" Mau berbaring dimana yaaaang?".
" Di tempat tidur pasien aja, sesekali, Yuri mau jadi pasien, bisa kan yaaaang".
" Bisa banget yaaang, tapi please jangan sering gak sehat, hati abang cemas".
" Nanti minum vitamin, susu juga ya yaaang, kamu pasti kecapekan banget, lain buat tesis,lain bekerja".
__ADS_1
Yuri hanya bisa tersenyum.
Halil memeriksa Yuri, sedikit menegerutkan dahinya, kembLi memerkksa detail, denyut nadi Yuri.
" Yaaang, mas merasa denyut ku ritme nya beda."
" Beda gimana bang".
" Hmmmm, kita pastikan aja ya yaang".
" Mastiin apa si bang?".
Halil tersenyum mengusap perut sang isteri.
" Abang bukan dokter kandungan, abang menduga , kamu sedang isi yaaang".
" Isi apaan bang?".
Halil membuat gerakan perut ke depan dengan kedua tangannya.
" Yang benar bang?".
" Abang baca dari nadi gitu yaaang, baiknya kita ke dokter Carol, mau kan yaaang ".
Halil menggenggam tangan Yuri, mereka tersenyum bersama.
" Jangan terlalu girang bang, kalau gak positif gimana?".
" Yah udah,gak apa apa, berarti abang dokter goblok, ngecek isteri sendiri gak becus, benar kan yaaang?".
" Hmmm,bisa jadi kan, human eror".
" Udah ,rejeki gak kemana loh bang".
" Kamu siap yaaaang?".
" Siap gak siap, sebenarnya ada rasa takut, belum selesai spesialisku bang, bagaimana melalui hari hari dalam tugas, study, pasti berat, namun kita bertarung tiap subuh, malam, dan sebisanya kita bertempur, kemungkinan gol kan bisa bang".
" Ya yaaang, apalagi tanpa pengaman, " ujar Halil tertawa.
" Abang tertawa, pasti bahagia kan?".
" Sangat, karena abang mengetahuinya terlebih dahulu, bahkan maminya sendiri gak nyadar dia sudah ada di dalam rahim."
__ADS_1
" Abang yakin , menyimpulkan keberadaannya?".
" Liat aja deh Ri, abang mendapati pasien hamil, bukan satu dua kali lohh, tapi bisa aja ,abang terlalu berharap kan, jadi grogi, tetapi ada satu kata Yes, bukan No honeyyyy".
" Ihhh langkah abang kok pelan banget, kapan sampainya kita".
" Jangan cepat cepat yaaaang, harus hati hati."
Yuri menepuk dahinya.
" Ternyata, pria baper itu ,menyeramkan ya bang. lebih seram dari nek lampir".
" Stttt, jangan sebut sebut nek lampir sayaaang, kalau lagi hamil, bicara yang baik baik, rajin senyum, rajin tertawa, dan wajib bahagia ya Ri".
" Hmmmmm, abang kepedean banget dehhhh, udah, slowly, udah ya bangggg, jangan baperan, nanti adek cubitttt".
" Ihhh, main cubit aja si adek, abang itu di sayang.Ingat ya honey, walau ada anak kita kelak, kamu harus menomorsatukan abang, perhatianmu gak boleh lemah pada abang, janji ya yaaang."
" Biasanya emak emak lebih sayang sama baby nya ooh bang".
" Kitq beda yaaang, kamu harus lebih aayang ke abang, dan abang akan sayang kamu, baru anak kita,itu wajib yaaang".
Yuri menggaruk kepalanya.
" Abang cemburuan sama anak sendiri", ujar Yuri.
" Bagi seorang pria, wanitanya the best ".
" Karena begitu anak anak kuliah, maka kita akan berdua aja di rumah yaaang, makanya abang ingin hubungan kita dekat, lebih dari apapun."
" Kalau juniormu ada bang, dengar perkataan gini, bakalan buat perhitungan sama abang."
Halil tertawa ,menaruh tangannya di belakang pinggang sang isteri.
❤❤❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1