Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Fauzan


__ADS_3

Sekuat apapun pria menahan cemburu, dia akan sangat sulit mengendalikan yang namanya perasaan. Halil harus menahan diri. melihat mantan perawatnya, menjadi asisten dokter lain.Mana sang dokter mencintai isterinya, sudab pasti perasaan Halil gak kafuan, namun seperti pesan Yuri, Yuri hanya sampai batas asisten gak lebih, hanya sebatas hubungan dosen pembimbing.Halil berusaha menahan perasaan itu, walaupun sulit.


Halil kembali disibukkan dengan jadwal operasi, dan ketika senggang maka akan menemui sang isteri.


" Bagaimana perkembangan tesismu yaaang?".


" Seperti dosen yang lain, pasti ada saja kesulitan kan bang, itulah yang Yuri alami. Gak gampang meraih gelar spesialis."


" Apa abang mengalami hal demikian jhga?".


" Yupppp".


" Temani ke peroustakaan ya bang, Yuri butuh beberapa narasumber."


" Apa gak lelah yaaang?".


" Lelah bang, tetapi semakin di tunda ,semakin lama selesainya, Yuri tahu, abang menahan perasaan cemburu, dari tatapan abang, Yuri gak tega, doain ya bang, semua berjalan lebih lancar."


" Tahu dari mana abang cemburu?".


" Terkadang sewaktu memeriksa pasien, Yuri melihat tatapan mata abang yang mematikan".


" Seram banget tatapan abang, ngalahin mak lampir".


Halil tertawa memeluk sang isteri.Hanya Yuri yang mampu membuatnya dalam keadaan marah , bisa tertawa.


Dekapan Dan belaian Halil ,membuat Yuri merasa damai.


" Jadi ke perpus nya yaaang?".


" Yah jadi dong bangggg".


" Yuk ,siap siaplah yaaang".


Yuri pun mengangguk.


Ketika Yuri menukar pakaiannya, Halil memeluk Yuri dan mengusap perut Yuri.


" Abang sudah membuat susu buat kamu, di minum ya yaaang, abang buat dalam tumbler."


" Makasih bang".

__ADS_1


Yuri mengecup pipi Halil.


Yuri meraih tas ransel kecilnya, memasukkan buku, pulpen ,IPAD dan dompetnya.


Mereka pun berpamitan pada mami mertua dan keluar dari rumah.


" Kita naik sepeda motor aja bang".


" Gak yaaang, kamu lagi hamil, abang gak mau, kamu dan anak kita gimana gimana,lebih save naik mobil".


" Ya la yaaang".


Yuri duduk perlahan di kursi depan .


" Sudah yaaang?".


Yuri mengangguk.


Sepanjang perjalanan, Halil menggenggam tangan Yuri.


" Apa mas siap menjadi seorang papa?".


" Ada beberapa hal, sifat abang belum matang".


" Abang akui dek, dari pengelolaan emosi, abang jauh dari sempurna, abang cemburu,karena abang menyayangi kamu".


" Tetapi abang gak percaya sama aku."


" Abang percaya. namun abang gak bisa mengilak dari perasaan abang pada kamu,abang gak bisa munafik,pura pura merasa biasa aja."


" Harusnya kamu ngerti dek, pria dan wanita berbeda, dalam diam, seorang pria juga bisa menahan perasaanya yang galau, cemburuan."


Yuri hanya menunduk.


Sesampai di perpustakaan, Yuri dan Halil berkeliling mencari bahan bacaan.Halil tersenyum melihat Yuri berjingkat ingin mengambil buku di rak paling atas.


"Tunjukin aja yaaaang, mas akan ambilkan, bahaya,berjingat gitu".


Yuri tersenyum.


" Ya yaaang, ambil bagian tengah, covernya warna biru".

__ADS_1


Halil pun mengambilnya.


Yuri kembali mencari buku sumber referensi tesisnya.


Saat mengambil buku, seorang pria mendekati Yuri.


" Lagi study kedokteran?" tanya suara itu.


Yuri tersenyum dan mengangguk.


" Apa sudah melupakan pasien dok?".


Yuri menyipitkan matanya.


" Maaf , saya gak gitu ingat".


" Ingat luka di lengan ini?".


Tubuh Yuri menegang dan melihat sosok yang selama ini dia pingin temukan.


" Mas Fauzan".


" Ya Ri, ini mas mu, mas yang sangat menyayangimu, mas yang gak mau pisah dari kamu."


" 15 tahun sudah mas, kenapa mas gak pernah kelihatan, gak pernah ada kabar sama ibu panti".


" Ceritanya panjang Ri, dan mas menyesalinya. Mas mendapat kabar. kamu sudah menikah.Ri...mas....".


Gelagat Fauzan ,Halil perhatikan.Halil langsung berbalik dan memeluk tubuh bagian belakang Yuri.


" Siapa pria ini sayaaaaang? " tanya Halil.


🥰😍🥰😍😍🥰🥰🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2