Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Pesonamu


__ADS_3

Yuri dan Halil berjalan bersisian.Mereka menuju halte bus.


Yuri di suruh Halil duduk, sedangkan Halil berdiri di sisi Yuri.


Yuri tersenyum melihat Halil .Terlihat sangat kesulitan dalam posisi berdiri.Ketika ibu di samping Yuri turun, Halil lega dan duduk di samping Andien.


" Dokter keliatan banget gak pernah naik kendaraan umum."


Halil hanya senyum. Ketika bus berbelok tajam, tubuh Halil pun mengenai lengan Yuri.Halil dan Yuti saling bertatapan. Hakil tersenyum ,sedangkan Yuri menjadi salah tingkah, memandang ke lain arah.


" Jangan duduk sama penumpang cowok , setiap belokan pasti ada adegan romantis," bisik Halil ke telinga Yuri.


" Ihhhh dokter, kita gak bisa milih milih lohhh, mudah mudahan cowok di samping anak kuliahan dan tampan dok, lumayan kan, cuci mata, " ujar Yuri.


" Gak boleh Ri, kamu itu cewek loh", ujar Halil.


Yuri menahan tawanya.


" Dokter tahu ni pulangnya gimana?".


" Ya enggak, dimana kamu turun ,yah saya turun."


Yuri ngakak tertawa bareng Halil.


" Saya gantiin Pricill tugas dok, anaknya sakit nih Wa nya baru masuk, jadi saya bobok malam ini di rumah sakut".


" Bagus dong Ri, saya temani."


" Dokter salah makan obat yahhh?".


" Gak Ri, jujur gak.Sesadar sadarnya."


" Dok, please jangan aneh deh di rumah sakit sama saya ,saya gak mau di cap, ngejar dokter, gak mau di cap, ambil jalan pintas ,biar dapat program beasiswa.Saya mau murni usaha saya sendiri. Saya mohon dok, jangan mendekati saya, saya orang baru."


" Jika saya gak mendekati kamu, kamu akan di dekati dokter lainnya.Ohhh gak bisa Ri, saya menyukai kamu, saya akan berjuang mendapatkan kamu".


" Dokter keras kepala banget sihhh".


" Saya gak pernah seperti ini Ri, suer".

__ADS_1


" Terus kenapa seperti ini?".


" Saya menyukaimu ,lebih dari apa yang kamu pikirkan.Saya sungguh sungguh".


" Yang benar aja dok, menyukai seseorang kan butuh waktu, bukan cinta kilat atau cap cup cap".


" Pria mencintai wanita nya , punya banyak cara Ri."


Yuri pun menekan tombol, ketika akan berdiri, Yuri oleng ,dengan sigap Halil mendekap tubuh Yuri.Mereka kembali saling bertatatapan.Wangi parfum Halil begitu gentle.


Yuri terhipnotis.


Halil meraih jemari tangan Yuri, mereka turun ke helte.


Beberapa perawat memandang mereka.Yuri hendak melepaskan genggaman Halil.,namun Halil kekeh tidak mau melepaskannya. Bahkan sampai masuk ke dalam rumah sakit.


Beberapa dokter, reception dan perawat bengong melihat kedekatan Halil pada Yuri.


" Dok ,saya mohon, jangan buat saya jadi bahan gosip dan perkedel dok, liat tatapan tajam orang orang, dok saya mau sekolah, beneran penuh perjuangan".


" Ri...," teriak sebuah suara.


" Dokter....,ihhh berkunjung gak bilang bilang, ujar Yuri tersenyum merekah."


" Gimana rambut aku Ri, sudah gondrong kan, pangkas yahhhh," ujar dokter Hakim.


" Jadi maksud kedatangannya , hanya menjadikan saya penata rias rambut tohhhh?".


" Gak Ri, saya kangen beratttt, beneran".


" Ihhh, dokter norak ".


" Saya tugas loh dok, sampai pagi".


" Ya udah , saya temani".


Yuri tertawa.


Halil dan Hakim saling bertatap tajam.

__ADS_1


" Kenalkan dok, ini dokter Halil".


" Saya sudah kenal, putera tunggal direktur rumah sakit ini".


" Saya pamit dulu, mau ganti pakaian."


" Saya tunggu ya Ri".


" Hmmmm, nanti sambung cerita ya.Bye....".


Yuri menuju roker nya ,mengambil pakaian dunasnya.Rumah sakut sudah memberinya pakaian bertugas lumayan banyak.


Dengan sepatu kets putih, baju perawat putih , Yuri melihat dokter Hakim dan dokter Halil duduk berdampingan.


Kedua dokter memandang kedatangan Yuri.


Yuri memberi kode , dan melangkah ke ruang UGD.Yuri menekan sidik jarinya, absen mereka menggunakan mesin sidik jari.


Yuri sibuk menangani beberapa pasien yang di rujuk buat CT scan dan cek darah.


Baru selesai duduk, Yuri mendengar seorang perawat berteriak ,ada pasien kecelakaan ,sedang menuju ke rumah sakit, dan sampai beberapa menit.Yuri pun berdiri, meneguk air mineral dan bergegas keluar dengan dokter UGD , perawat dan beberapa dokter lainnya.


Halil dan Hakim berada di sisi kiri dan kanan Huri.


" Gak balik dok?".


" Gak, nunggu kamu, " jawab mereka serentak.


Perawat dan dokter disana tersenyum melihat expresi kedua dokter.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Happy reading guysss


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2