
Malam itu , Yuri dan Halil sampai di rumah.
" Baru pulang nak?" tanya mami Halil meraih jemari tangan Yuri.
" Iya mi, baru dari toko buku, ada tugas mi, kalau udah spesialis ,tugas banyak banget mi".
" Abang ada bantu kamu Ri?".
" Hmmmm, ada mi, Yuri bacain, abang ngetik di laptop, abang mah jago, ngetik cepet banget,typho dikit".
" Ya Ri, Halil memang jago ngetik, banyak Halil buat buku tentang saraf, otak,kepala".
" A..apa.mi? abang ada nulis buku? waduh ,abang gak pernah bilang mi".
" Adek gak pernah nanya kan" ,ujar Halil tertawa.
" Ganti baju, bersih bersih dulu adekkk, "ujar Halil.
Yuri mengangguk.
Yuri dan Halil pamit naik ke lantai atas.
Yuri memasuki kamar mandi, membuka pakaia nya ,lalu membersihkan wajahnya.
Halil mengurut pundak Yuri.
" Geli bang".
" Urat dan otot bahu kamu tegang yaaang, beneran tegang".
" Iya bang, soalnya sedari pagi beraktifitas."
" Kalau senggang yaaang, gerak gerakkan pundak."
" Ya bang, baiklahhhh".
" Gini yang ,putar kepala,dari kiri ke kanan ,dari kanan ke kiri".
__ADS_1
" Sudah bang".
Yuri memakai pakaian piyama nya.
Yuri tersenyum mencolek jambang halil.
" Bang....".
" Abang pengen yaaang".
" Hmmmm."
Halil pun mengecup puncak kepala Yuri.
Malam itu menjadi malam yang panjang, ketika Yurj kelelahan. mereka pun tertidur berpelukan.
Ketika fajar menyingsing, Yuri terbangun, menyiapkan baju kerja Halil, Yuri menghosok gigi, bersih bersih dan turun ke lantai bawah.Yuri membantu pelayan rumah menyiapkan sarapan.
" Ri, kamu lelah loh nak, gak usah ke dapur, berat banget belajar dan di rumah sakit, gak kebayang mami jadi kamu Ri".
" Namanya perjuangan mi, mau gimana lagi.Yuri juga gak gampang mendapatkan Beasiswa."
Yuri mengangguk.
" Mi...jangan main PHk dong, Halil gak berani macam macam mi, beneran."
" Ya lah nak, jalani rumah tangga kalian dengan baik, jadilah suami yang baik, Yuri juga jadilah isteri yang baik,tiada yang mustahil bagi Tuhan. Berada di jalannya, apapun yang di kerjakan berhasil".
" Amin, " ujar Yuri danHalil bersamaan.
" Yuk makan bang, dah siap nih, " ujar Yuri.
Yuri, Jalil, mami dan papi Halil pun makan bersama.
" Lil, kamu gak mau balik ke rumah sakit kita nak?".
" Mana mungkin mau pi, orang jaga kekasih hatinya, mana mungkin."
__ADS_1
" Betul mi," ujar Halil.
" Disana banyak yang lirik Yuri, josoh harus di jaga mi".
" Abang gak percayaan sama adek, " keluh Yuri.
" Bukan gak percayaan Ri, tetapi kamu harus tahu, mas harus jagain kamu, mas kan pelindung kamu, lagian kamu kuliah, kalau kita beda rumah aakit kerja,kapan kita ketemunya yaang.Ini di sela sela waktu, kita bisa sama,walau banyak kegiatan, makan buah sama, makan siang sama aja udah sangat spesial yaaang".
" Benar juga kamu boy, memang otakmu kinvlong boy, papi gak mikir sampai kesana.Yah udah, selesai nanti Yuri pendidikannya , kalian baliklah kelola rumah sakit milik keluarga kita."
" Majukan dan buat menjadi rumah sakit yang lebih baik lagi melayani masyarakat".
" Gimana kuliahnya Ri?" tanya papi Halil.
" Baik pi, hanya banyak tugas".
" Praktek juga bertambah".
" Ya nak, jaga kesehatan, kalau bisa istirahat, di istirahatkan badan, bagaimanapun kalian di rumah sakit, sangat lelah, melakukan operasi , cek fisik, tetap minum vitamin ,tetap makan yang teratur, paling banyak dokter sama perawat ,kena sakit maag."
" Kalau dinas malam, kalau pasien urgent malam, di kontek masuk, mana ngantuk, kerasa banget ya Ri," ujar mami Halil.
" Iya mi, dinas pagi jauh lebih enak, Yuri gak di kasi dinas malam karena kuliah, jadi ada pengecualian mi".
" Ya la nak".
" Mi ,kami pamit yah,nih Halil sudah ada panggilan dari rumah sakit".
" Ya nak, hati hati di jalan ya".
Yuri dan Halil mengangguk.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mana like nya cinnnn
Happy reading
__ADS_1
Jangan Lupa vote
Koment