Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Menata Hidup


__ADS_3

" Ri, kamu kembali ke medan juang satu setengah bulan?".


Yuri tersenyum.


" Misi ku belum selesai mas, kan aku belajar kedokteran buat nolongin banyak ."


William menarik Yuri duduk di samping mobil.


" ihhhhhhhhh ngeri ahhh, William beraksi ," ujar Ribka.


" Duduklah, " ujar William.


" Kamu mencuri start Will", " ujar Hakim.


" Bersainglah secara sehat Hakim, " ujar William.


" Hakim, aku ikutan mobil sportmu,keren abis ujar Febi."


" Mobil ini , hanya membawa wanitaku, bukan wanita lain, Ri disini aja ".


" Gakkkk, " ujar William.


Laura melihat kejadian itu pun, wajahnya cemberut.


Halil memasuki mobil William.


" Loh Lil, kamu kan punya mobil, kenapa harus nebeng sih."


Halil hanya diam.


" Ini kunci, siapa yang mau bawa ,bawa aja, tetapi aku ikut mobil ini, "ujar Halil.


Yuri hanya diam, rasa itu masih ada. Namun Yuri tidak mau larut dalam kekecewaan lagi.


Saatnya menata hidup ,menata hati, tanpa melihat kesedihan yang pernah dia alami.Toh selama ini, sepait apapun kehidupan sudah Yuri alami dan jalani.


Mereka tiba di sebuah resto hot pot.Valen membooking beberapa meja. Hakim langsung menarik Yuri duduk di sampingnya. Halil dan William langsung berebut duduk dekat Yuri.


" Semua pada ngejar Yuri, eittsss masih ada Laura loh, dia masih ngebet ngejar Halil, " ujar Tina.


" Laura, kamu tahu gak, Halil kan udah tunangan. Kamu ngerusak hubungan orang, kualat loh, "ujar Febi.


" Kalau hubungan dua arah, kalau ngebet sampai menimbulkan pertengkaran dua orang ,kamu ngerasa gak sih bersalah .Jaman sekarang , bangga dengan dosa ? tempatkan kamu di posisi si wanita" ujar Ribka.


" Kalau pria nya mau mau aja ,why not, "ujar Laura.


" Pria lemah, penghianat, gak banget, cuhhhh jauh jauh dehhhh, gak nyangka aku kamu Lil , pria begitu," ujar Valent.


" Kalian tahu gak siapa wanita mantan tunangannya? tanya William?


" Enggak," jawab mereka kompakan.

__ADS_1


" Kamu tahu gak Will?".


" Gak juga," ujar William tertawa.


Hakim dan Yuri hanya saling menatap.


" Kamu percaya gak sama aku, itu intinya,ujar Halil. Apa aku pria seperti itu selama ini? " tanya Halil pada Valent.


" Dan kamu Laura, aku bukan mau sama kamu, asal kamu sadari kamu hanya rekan kerja ,gak pernah lebih, " ujar Halil.


" Salah aku, tidak memberi batasan sama kamu, kamu sering melewati batasan kamu ,sebagai rekan kerja. Padahal aku menganggap kamu rekan kerja tidak lebih".


" Kamu sengaja Laura, kamu membuat drama setiap hidupmu berduri, "ujar Tina.


" Kenapa kamu tidak pernah memperoleh hati pria, karena kamu penuh intrik, sebenarnya yang ngundang kamu siapa, dari mana kamu bisa datang ke kelompok ini?"ujar Valent.


" Bagaimana pula dengan dia, Laura menunjuk Yuri."


" Eittts kamu jangan nunjuk Yuri, yang sopan kamu, ujar Hakim. Aku udah bilang ke mereka, aku bawa teman aku, jadi mereka meng okey kan. Atmosfir ini ,beda jika ada kamu Laura. Beneran deh, "ujar Hakim mengepalkan tangannya.


Yuri langsung menenangkan Hakim.


" Mas udahhh, jangan di besarkan masalahnya, yuk aku udah lapar beneran."


" Mie korea ya Ri?".


" Pasti,uji cepat makan, " ujar Yuri tersenyum.


" Harus wajib ,namanya jagain anak panti dan orang jompo,pastilah ..., pasti panjang sabar mas".


Hakim tersenyum menepuk pundak Yuri.


" Ingat gak, dulu kita pertama kali ketemu,kamu nya takut banget sama anjing, di depan rumah sakit, kamu di kejar Anjing, "ujar Hakim.


Yuri tertawa.


" Parah banget ya mas, beneran ,mas masih ingat".


" Ingat , sampai profesor marah kan sama petugas ."


Yuri mengangguk.


" Sejak profesor gak ada,aku kehilangan sosok nya," ujar Yuri.


" Dia sayang banget sama kamu Ri, isteri profesor juga."


" Hmm....banget, sejak mereka berdekatan perginya ,rasanya benar benar sendiri," ujar Yuri sedih.


Saat pelayan membawa jajangmyeon , Yuri dan Hakim tersenyum.


" Jadi nih taruhannya? " ujar Yuri.

__ADS_1


Hakim mengangguk.


Sedangkan di seberang mereka, Halil hanya diam memainkan es batu di dalam gelasnya.


Hakim mengambil daun seledri Yuri.


Yuri membalas dengan mengambil mie Hakim dengan sumpitnya.


" Berlepotan," ujar Yuri ngakak tertawa.


" Kamu juga, " ujar Hakim.


" Kalian mirip anak anak dehhh, " ujar Valen tertawa.


" Nih ratunya mie Val, beneran , kalau udah makan mie kalap," ujar Hakim ngakak.


" Aku kenalin sama acek tukang mie Ri, mau?".


" Boleh Val, asal setia gak neko neko," ujar Yuri mengedipkan matanya .


" Kata katamu dalam banget Ri,beneran ,sekali ngomong dooor," bisik Hakim ngakak tertawa.


" Pesan satu lagi mas".


" Jangan deh, wajah kamu nanti kayak mie lohhh".


Yuri tertawa.


" Bagi dua ,cepetannnnn".


" Okey, " ujar Hakim.


Hakim pun memesan satu porsi lagi.


" Kalian gak mau hot pot? " tanya Ribka.


" Nih rajanya,"ujar Yuri tertawa.


" Kamu aku kasih sayur ya Ri, biar ngembek".


" Reseh dehhhh".


Yuri meneguk air mineral perlahan, tatapan matanya dan Halil bertemu.Yuri membuang pandangan nya.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2