
Kembali bertugas di zona yang berbeda.
Yuri dan team lainnya kembali bertugas menyusuri area dan mencari masyarakat dan prajurit yang terluka.
Dari luka kecil hingga luka parah, bahkan ada yang meninggal. Mental harus kuat untuk menjadi tenaga relawan.
" Pasien ini tidak sadar dok, "ujar Yuri pada Halil.
Halil menyuntikkan obat.
" Hanya ke ajaiban Ri," lukanya fatal, Halil menatap Yuri.
Yuri kembali mengobati beberapa korban , anak kecil.
Serangan beberapa kali masih terjadi konflik perang dan peluru nyasar ,bahkan ranjau sering di temui di area yang mereka lalui.
" Manusia sungguh mengherankan, menciptakan perang, yang membuat masyarakat menderita.Bagaimanapun damai lebih indah, " ujar Yuri.
" Banyak juga prajurit beperang, keluarganya kehilangan sosoknya di medan juang", ujar Halil.
Yuri kembali membalut luka kaki seorang anak kecil.
" Luka ini akan membekas, ganas nya medan perang seperti apa, " ujar Yuri.
Para perawat lain mengangguk.
" Peperangan menyisakan kisah tersendiri, " ujar Halil.
" Tenaga medis ,gak seimbang dengan banyaknya korban, pasti kita sangat lelah, makanya Ri, banyak makan dan minum vitamin, kita tenaga medis bukan disel, kita disini buat mereka,"ujar Halil.
Yuri mengangguk.
" Mengangguk aja, nanti ujung ujungnya susah majan juga Ri, " ujar Halil.
" Dokter suka ngajak beperang juga?".
" Gak Ri, suka ngajak gelud."
" Ihhhhh, " ujar para perawat.
" Dasar dokter mesum ," ujar Yuri.
__ADS_1
Ketika siang tiba, seperti biasa, mereka makan secara bergantian.
Halil selalu makan bareng Yuri.
" Nihhhh, kunyah Ri. jangan di ****, kayak anak balita aja dehhhh."
Halil menekan pipi Yuri yang masih penuh makanan dengan jari telunjuk nya.
Yuri melototkan matanya.
Selesai mengunyah, Yuri baru bicara.
" Dokter kenapa sih reseh banget."
" Makan ya makan Ri, nih makan sambil liat handphone."
" Kebiasaan sih dok, kalau gak nonton atau liat berita atau akun media sosial, lebih susah lagi aku makannya. Rasanya ada yang kurang."
( Author gitu guysss, kalau mau makan, harus nonton, atau liat tik tok, kalau gak liat Fb atau IG 🤭😅🤣😆 rasanya enak aja ,sambil makan , ada yang sama gak yah sama author?).
Halil tersenyum melihat pipi Yuri menggembung.
" Ri, kunyahhhh".
Dengan sabar, Halil menunggui Yuri makan.
" Minum nih vitaminnya, sekarang.Kamu udah kurus ,tambah kurus.Kalau sudah menikah nanti. jangan jadi relawan sampai ke daerah konflik gini ya Ri, kasihan anak dan suami kamu."
" Jadi relawan yang biasa aja, pengobatan gratis, ini liburan semester bisa 1 bulan ke daerah gini, seram gak Ri, nyawa taruhannya."
" Seram sihhh, tapi kan minim banget yang mau berangkat jadi relawan ke zona perang.Makanya aku terpanggil.Relawan zona bencana juga minim, tapi lebih parah zona perang dok".
" Karena zona perang resiko kan tinggi Ri", ujar Halil.
" Ya benar".
Halil menuju ke sebuah tempat penyimpanan obat, tiba tiba Halil merasakan tembakan tertancap di lengannya.Darah langsung keluar.Tembakan itu begitu tiba tiba, membuat para warga sipil berlarian menyelamatkan diri.
Yuri terkejut dengan suasana yang ada.Yuri mencari sosok Halil tetapi tidak dia temui.Yuri pun bergegas menuju sumber teriakan korban tembak.
Keringat mengalir di tubuh Yuri.
__ADS_1
Resiko keadaan nya saat ini sangat besar.
Yuri terkejut melihat Halil terbaring bersimbah darah.
" Dok...., jerit Yuri."
" Merunduk....," ujar Halil.
Yuri pun merunduk.
Dan benar saja disana terjadi tembak menembak.Yuri sangat terkejut.
Perlahan Yuri merangkak menghampiri Halil.
" Dok," ujar Yuri.
Yuri me ngambil syalnya, mengikat lengan Halil, agar darahnya tidak banyak keluar.
" Dok, dokter harus kuat, saya papah ke sana, gak jauh,pelurunya wajib di keluarkan dok".
" Apa kamu bisa mengeluarkan pelurunya Ri?".
" Bisa dok, sayaa beberapa kali mengeluarkan peluruh prajurit."
Yuri memapah Halil.
" Darahnya lumayan banyak dok".
" Ya....,"ujar halil.
Yuri mengambil pisau bedah ,alat penjepit, dan beberapa alat medis lainnya.Yuri membersihkan tangannya kemudian beberapa menit kemudian peluru pun di keluarkan.
Yuri menghapus keringat di dahi Halil.Halil menangkap pergelangan tangan Yuri.
🥰😍🤩🥰😍😛
Jangan lupa bahagia
Like yang banyak,
Vote
__ADS_1
Koment