
Halil melihat apartemen Yuri sangat sedehana.Dan sewaktu mengambil sendal rumah, Halil melihat sepatu lusuh Andien, ada 1 pasang sepatu yang sudah rusak, kulit sepatunya sudah retak dan pecah pecah, kalau hujan, pasti Yuri memakainya basah.
Halil cukup terkesima, Yuri selama ini bekerja di rumah sakit, dengan gaji yang tidak besar, harus membeli semua keperluan sekolahnya, keperluannya sehari hari, Yuri sangat berhemat. Ada perasaan sedih dalam hati Halil.Yuri bukan tipikal wanita matre, kalau mau, dokter Christian , dokter Hakim pria kaya , bisa memberikan apapun pada Yuri, namun Yuri bukan tipikal memanfaatkan persahabatan atau hubungan.
Halil melihat tempat tidur sederhana, lemari baju yang sederhana.
Tetapi Halil terkesima memandangi begitu banyaknya buku di rak. Yuri imbang dengan kamar kerja Halil.
" Buku mu sangat banyak yaaang, apa uangmu habis buat beli buku?".
" Gak akan kebeli buku ini bang, ini di beri beberapa dokter senior. Ada hadiah ulang tahun dari dokter, para perawat.Mereka tahu Yuri suka membaca."
Halil memutar lagu ada untukmu by Tyok Satrio.
Genggamlah tanganku, bersamaku
Kau 'kan menentukan arah
Bersama diriku yang 'kan s'lalu
Menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku
Di setiap langkah-langkahku
Ku di sini, di sampingmu
Ku 'kan s'lalu ada untukmu
" Abang sangat suka lagu ini," ujar Halil.
" Ku juga suka bang".
" Apartemenku sangat sederhana kan bang".
" Gak masalah sayaang".
" Mungkin baru kali ini abang hidup merakyat, akibat pasangan kere, " ujar Yuri.
" Gak yaaang, lebih parah kalau menjadi relawan, bahkan jarang mandi".
Yuri tertawa.
" Jangan makan makanan instant yaaaang, pengawetnya lebih extra."
" Yuri gak bisa masak, rasanya sangat aneh yaaang".
" Abang yang akan masak buat kamu, abang akan ajarin."
" Sekedar masak bisa lah yaaaaang".
Yuri tertawa.
Yuri mengambil beberapa buku.
" Masuk kuliah jam berapa yaaang?".
__ADS_1
" Jam 2 siang bang".
" Dewanta dosen kamu?".
" He eh, dokter Dewanta juga penanggung jawab di tempat penugasan bang."
Dahi Halil berkerut.
Yuri mengulurkan tangannya ke dahi Dewanta.
" Kenapa berkerut bang?".
" Abang cemburu".
" Cara cemburu dokter Halil gini tohhhh?".
Yuri tertawa.Padahal dia sangat mengenal tabiat Halil.
" Kayaknya salah pilih gak ya, mau pria tajir, pengertian, gak sering marah, lembut, care, peduli, walau gak setampan abang namun hatinya emas."
" Apa nyesal yaaang? ingat kamu gak boleh mikirin pria lain, pria mu hanya abang, pandanganmu juga harus buat abang".
"Gawat dong bang , pria keren jadi puasa di liat, gak bisa.Pemandangan memesona wajib di liat bang, namanya memesona dan biar gak bed mood".
" Beneran jelalatan ngelirik yaaang?".
" Menurut abang ?".
" Gak, kamu gak tipikal gituan yaaang, sedangkan pacaran, hati kamu kekeh buat abang".
" Abang ke PD an dehhh".
" Mereka bolak balik nembak kamu kan yaaang".
" Abang tahu dari mana, kepo dehhh".
" Kepo karena se minim apapun sumber informasi sangat berguna yaaang. Abang bahkan jadi aneh karena mencintaimu".
" Aneh gimana bang?".
" Abang membuntutimu, tersenyum melihat tingkahmu yang lucu, sewaktu cemberut, garuk garuk kepala di perpus sewaktu belajar. Tetapi jantung abang mau berhenti ,ketika kamu pakai motor sport Dewanta."
" Aku bisa bawa abang, jangan khawatir."
" Aku kan belajar dari dokter Hakim".
" Dokter Hakim peluk peluk kamu lah ya yaaang".
" Abang itu cemburuan banget dehhhh".
" Benar ,abang sangat cemburuan."
" Tahu kan rasa sakit melihat pacar dekat dengan seseorang? apa ngerasa banget ketika di tinggal baru nyadar bang?".
" Ya yaaang, maaf abang gak peka".
Halil memeluk tubuh Yuri.
__ADS_1
" Keluar jalan yuk yaaang, bosan di rumah."
Halil mengangguk.
Yuri mengenakan sepatu bututnya. Mereka menyusuri jalan , bermain jepitan boneka, melihat toko boneka.
" Tunggu disini ya yaaang, mas beli es cream, di toko ujung sana ada es cream enak , abang sering makan sama teman."
" Yuri ikut aja dehhh bang".
" Gak yaaang, biar abang aja."
" Baiklah .....".
Halil berlari menuju sebuah toko sepatu langanan nya, berdekatan dengan toko es cream.
Halil memilih dua buah sepatu, sepatu kets model yang Yuri suka.
Halil kemudian membeli es cream.Halil melihat Yuri memandangi sepatu nya yang sudah rusak.
" Es creamnya makan yaaang".
" Suapi ya bang ".
Yuri tersenyum.
Halil berlutut dan membuka kotak sepatu.
" Abangggg".
" Abang beliin, semoga suka."
" Yuri lagi ngumpulin uang, bulan lalu baru beli tas, soalnya ,tas Yuri copot karena angkat buku berat."
" Pakailah yaaang, kamu tanggung jawab nya abang".
" Biar Yuri aja yang pakai ".
" Sudah, duduk tenang yaaang".
" Abang tahu gak ,makna sepatu kalau di beri pacar ?".
" Abang bukan pacar, tetapi suami kamu, lupa yaaang?".
" Enggak...", ujar Yuri tertawa .
" Tidak peduli,kemanapun kamu melangkah pergi, dan menuju dimana, orang yang memberi sepatumu akan mengejarmu kembali".
" Benar, " ujar Yuri mengusap perlahan rambut Halil.
❤❤❤❤❤❤❤❤
Mana like nya guyssss
Vote
Koment
__ADS_1
salam sehat ,bahagia selalu ya🥰😍