
Yuri memeriksa sang ibu, cengkeraman sang ibu mengedan ,membuat Yuri memandu sang ibu.
" Siram tangan saya dengan alkohol".
Halil menyiram tangan Yuri dengan alkohol, Yuri memakai sarung tangan pemberian pramugari.
" Tarik nafas bu... Edan....," ujar Yuri.
Jeritan sang ibu membuat Halil pucat.
" Kamu dokter, kenapa takut memandang orang melahirkan."
" Mas gak pernah Ri, ngadapi orang melahirkan, biasanya yang nangani selalu dokter kandungan ," ujar Halil.
Yuri memandang Christian.
" Aku juga sama ".
Yuri kembali fokus menangani sang ibu, beberapa kali ejan , sang ibu pun kembali mengalami kesulitan.Yuri dengan sabar memandunya.
Tidak lama kemudian, tangisan bayi membuat hati Yuri lega.
Yuri membersihkan sang ibu, sedangkan Halil membungkus dang bayi.
" Seorang bayi perempuan bu," ujar Yuri tersenyum sangat bahagia.
Sang ibu pun yang awalnya lelah ,menjadi tersenyum sangat bahagia.Sang suami tidak henti hentinya beterima kasih pada Yuri.
Pilot, pramugari dan penumpang pesawatpun lega.
Setelah beberapa menit kemudian ,pesawat melakukan pendaratan. Ambulans sudah menunggu ,Yuri menjelaskan kondisi sang ibu dan sang anak sehat.Ambulans membawa mereka ke rumah sakit.
Yuri kembali ke pesawat, mencari pakaian nya di tas ranselnya.Noda darah terkena di pakaiannya.
__ADS_1
Yuri membungkus pakaian tersebut .
Yuri terlihat lelah.
" Jika kamu hamil kelak. apa kamu takut melahirkan Ri?" tanya Christian.
" Tentu saja Christian, melahirkan gak lihat sakit si ibu gimana? nih cengkeraman nya kuat banget, "ujar Yuri.
Christian tertawa.
" Kalau melahirkan anak ku gimana Ri?".
" Ihhh, " ujar Yuri tertawa.
" Pasti anak kita ganteng dan tampan Ri".
Yuri tertawa.
Yuri kembali memasang earphone nya, kemudian memejamkan matanya.
Christian tertawa dengan candaan Yuri.
Ketika jadwal sudah pukul.3 siang, Yuri merasa lapar, diapun memesan Roti dan Teh.
Mata Yuri melihat ,sosok Halil berjalan ke depan, menuju toilet Yuri tidak bisa membuang pandangannya pada punggung Halil.
Yuri yang susah makan mengemut roti nya.
Saat kembali, Halil memandang Yuri .Tatapan mata mereka saling bertautan.
Yuri membuang pandangannya , melihat dari kaca ,awan yang begitu cerah.
Akhirnya pesawat mendarat, Yuri akan mengangkat ranselnya, namun sebuah tangan langsung mengambil alih.Jalil juga membuka kabin dan mengambil koper Yuri langsung.Yuri hanya bengong.
__ADS_1
Yuri berjalan dan tepat di belakang nya Halil .Sebenarnya hati Yuri tergugah dengan sikap sabar Halil. Sikap Halil yang perhatian perlahan membuat Yuri bahagia, gak munafik juga.
Ketika berada di bandara , Halil mengambil handphone nya.Halil menatap Yuri.
"Sebenarnya , aku lelah bertengkar denganmu," ujar Yuri.
" Bukankah setiap kita bertengkar, akan mengurainpersoalan, dan aku menginginkan itu ," ujar Halil.
" Kamu orangnya egois, mau menang sendiri".
" Tidak Yuri, tidak.Malahan kalau kamu marah, memukul lengan mas,jauh mas lebih lega."
" Dan bila kamu hanya diam seperti ini, membuat abang sangat takut, yahhh mas takut kehilangan kamu, kamu itu sangat berarti buat abang ".
" Kapan mendaftar jadi tim relawan, mata mata yah?".
" Gak Ri, abang gak akan melepaskan kamu, apapun yang akan terjadi.Dengar sayaaaang, kita ada di titik ini hanya karena salah paham, tidak lebih."
Yuri menghembus nafasnya.
" Apakah masih ada hati kamu buat abang? apa secepat itu kamu melupakan abang? jujur Ri".
Yuri menunduk.
" Beri mas penebusan kesalahan Ri, maaf cara abang mencintaimu, abang juga sangat salah, maafkan."
Yuri hanya diam. Halil kembali berjalan disisi Yuri.Christian menggaruk kepalanya. Christian tahu, hubungan Halil dan Yuri ,tidak sesederhana yang terlihat.Mereka masih saling mencintai. Walau mata Yuri penuh kesedihan, tetapi hatinya tidak bisa dia ingkari, Yuri sangat berarti bagi Halil.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment