
Halil POV
" Hari ini aku kembali mengatakan, aku pria bodoh.Hanya dirimu,hanya dirimu,seperti takdir yang ku buat sendiri, aku tidak pernah memiliki orang sepertimu.Hari ini, aku kembali menumpahkan air mata penyesalan, menyesal karena kebodohanku. Semakin aku menghapusmu, semakin aku merindukanmu."
Hanya jika kau bahagia, jika kau tersenyum maka aku sangat bahagia. Perpisahan memang menyedihkan, hatiku sakit. Kalau aku tak bisa melihatmu, tak bisa menatapmu, tak bisa mendengarmu, aku tidak baik baik saja.
"Seperti kata pepatah, seseorang yang saat ini kamu setengah mati adalah seseorang yang akan membuat kamu mati rasa di kemudian hari."
"Pesanku untukmu, nanti bila tak ada lagi aku yg mengganggu harimu, tak ada lagi pesan yg menanyakan kabar, tak ada lagi ucapan-ucapan selamat tidur, percayalah aku tak pernah berhenti mencintaimu. Aku hanya mengganti caranya dengan berdoa. Sekarang aku memahami doa adalah cara mencintai hal hal yg tak termiliki. Nanti kita sudah tidak bersama lagi, sudah tidak di ijinkan saling menatap lagi, aku akan tetap bersyukur karena pernah di beri kesempatan di cintaimu, pernah menjadi alasanmu tertawa, pernah menjadi pendengar cerita ceritamu walau cerita tentang dia. Tetapi di dalam doaku, namamu selalu ku sebut menjadi jodohku,aku yakin ada cara Tuhan memulihkan semua ini".
"Setidaknya aku sempat menjadi sesuatu di hidupmu meski hanya "sebatas diperlukan".Dan nanti aku akan kembali menemuimu sebagai seseorang yg lukanya telah sembuh, sebagai seseorang yg kepingan hatinya telah kembali utuh. Akan ku ceritakan kepadamu betapa aku harus tertatih bangun dan berlari dari kejaran bayang-bayangmu, tentang betapa aku harus berdebat hebat dengan hatiku untuk terus melangkah atau menyerah, tentang betapa aku harus sanggup walau sebenarnya berat. Nanti aku akan menemuimu sebagai seseorang yg cinta nya masih tapi rasa ingin memilikinya sudah tidak.Apakah kita harus sampai pada tahap itu?"
"Lucu itu begini, tidak lagi ada hubungan tapi saling mengkhawatirkan. Melihat dia dengan yang lain, rasanya tidak terima, walau tau kita bukan siapa-siapanya.
Begitupun dia ketika melihat ku dengan yang lain, entah mengapa dia seakan marah. Sebenarnya kisah kita telah usai, namun masih ada segelintir rasa yang hanya bisa diterima oleh kita berdua."
" Aku benci ketika harus bertengkar denganmu, kemudian kamu mendiamkanku."
__ADS_1
" Kali ini aku merindukanmu lagi.
namamu masih menjadi tokoh utama di hatiku,semua tentangmu masih teringat jelas di dalam cerita kenangan kita yg kini telah usai,menghapus jejakmu tak semudah yang aku tulis,ternyata benar butuh waktu yg lama untuk merelakan semuanya."
" Terkadang rindu itu muncul tiba tiba,yg membuatku tak berdaya harus berbuat apa untuk rindu ini,sedangkan seorang yg di rindukan kini tidak mengacuhkanku.Aku harus bagaimana lagi?".
" Ternyata makin kesini saya paham. Bukan saya yang kurang baik dalam memperlakukan seseorang. Namun seseorang itu yang tidak paham, bagaimana cara memberikan feedback yang baik juga. Karena saya selalu memikirkan perasaan orang lain, sedangkan diri saya terluka."
Dari caramu memperlakukanku, aku adalah sisa-sisa kepastian yang tak dipastikan.
" Kesalahan terbesarku adalah pernah menganggap bahwa dia adalah rumah terbaik untuk segala kesedihan dan penat diluar sana, sampai-sampai aku merasa bahwa dia apa yang tidak akan pernah menyakiti karna dia sudah kuanggap yang paling terbaik. Jadi tidak terlintas jika suatu saat rumahku sendiri yang menyakitiku, karna sudah terjerat rasa terlalu percaya. Kini ketika semua yang kupahami ternyata salah, bahwa yang paling baik belum tentu selamanya akan seperti itu, manusia akan berubah-ubah seiring waktu membawanya. Yang tersisa aku dan keputusan berat untuk mengakhiri ini, bahwa memang sudah saatnya memahami tidak akan ada lagi yang sama."
" Terimakasih. Kini, segala tentang mu telah ku relakan. Meskipun pahit kurasakan, tapi tetap saja kamu adalah seseorang yang telah memiliki peran penting dalam jalan kehidupan. Perihal merelakan mu tak pernah mudah, harus ku bunuh setiap kali kerinduan ini menyerbu sanubari, mengindarkan kenangan manis dan pahit yang tentu saja akan membuat sesak di hati. Tapi tak apa, perjalanan mengikhlaskan mu tak pernah membosankan, ada banyak tantangan yang kadang membuat ku ingin kembali. Namun ternyata kaki ku kini sudah kokoh. Langkah ku sudah mantap, kembali berjalan. Meninggalkan cerita tentang kita yang akan abadi dalam dimensi lampau.
Aku juga tak pernah menyesal bahwa kita harus berakhir, karna bagaiman pun kita hanya manusia yang sering kali berharap terlalu dalam sementara takdir tak pernah mau tahu."
" Terimakasih telah hadir dan menjadi bagian dari jalan hidup ku.
__ADS_1
Terimakasih pernah ada dan berusaha mengenalku.
Terimakasih untuk setiap luka yang kini menorehkan pendewasaan.
Dan terimakasih juga sudah mengajarkan ku bagaimana caranya bangkit ketika tak ada tangan yang mau menopang, bagaimana caranya tersenyum ketika hati terlalu lelah untuk mengukir garis melengkung."
" Pilihan yang sulit, ketika kamu dihadirkan oleh orang baru, tapi hatimu masi terus memikirkan orang lama yang sudah pergi. Jika dilihat dari rasa nyaman tentu orang lama pemenangnya, tapi sangat bodoh rasanya bila jatuh ke lubang yang sama.Tetapi cinta terkadang membuat manusia menjadi bodoh."
🥰😍🤩🥰😍🤩🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1