
Halil mencengkeram jemari tangan Yuri dan membawanya menyandar ke dinding.
" Ri, please.Kamu salah paham....".
" Maksud dokter apa?".
" Saya gak salah paham doķ salah paham buat apa?" .
" Kita gak ada hubungan dok, dokter senior saya dan saya perawat ,hanya itu.Saya asisten dokter di rumah sakit."
" Ri...., bisa gak sih kamu serius, saya menyukai kamu, saya serius ingin bersama kamu, dan terus terang ini...ini sakit melihat kamu dengan hakim".
Halil menunjuk dada nya.
" Yang aku butuhkan hanya kamu Ri, bukan yang lain."
" Yang aku mau kamu, hanya kamu."
Halil perlahan mendekatkan wajahnya ,namun Yuri memalingkan wajahnya.
" Kamu menolakku Ri?".
" Maaf dok, tujuan saya datang ke kota ini hanya ingin mendapat beasiswa, dan berjuang buat masa depan saya. Saya dan dokter sangat berbeda.Dunia dokter penuh dengan masa depan,kalau dunia saya, saya orang gak punya, harus berjuang dari titik nol.Kalau orang berduit, dimana mana akan dihargai, kalau kaum seperti saya ,selalu dicibir dan dihina.Kasta kita berbeda.Maaf saya tidak bisa.Dokter harusnya mencari wanuta yang sederajat, sekasta dan selevel dengan dokter. Perasaan dokter hanya sebuah kesalahan , " ujar Yuri.
Yuri menepis tangan Halil. Namun Halil tidak membiarkan Yuri pergi darinya.
" Saya menghargai kamu Ri, dan saya tulus, kamu lihat saya Ri."
Halil mendekap Yuri dengan kedua tangannya.
" Saya akan menunggu kamu siap, saya akan bantunkamu belajar, meraih cita cita kamu, saya akan sabar menunggu kamu. Walau harus menengang dunia sekalipun, saya akan kuat ,karena kamu , karena perasaan saya. Belum pernah saya jatuh cinta sedalam ini kepada siapapun, please jangan jahui saya Ri, saya mohon."
Halil menggenggam tangan Yuri.
Yuri hanya menunduk.Meragu dan bingung harus berkata apa.
Yuri dan Halil perlahan keluar dari lorong kamar mandi.
__ADS_1
Halil kekeh mendekap pinggang Yuri. Yuri menepisnya , namun Halil kekeh menautkan dan dengan kuat mendekap Yuri.Semua mata memandang pada mereka.
" Dok, please saya mohon, jangan nambah masalah, bisik Yuri."
" Kaku bukan masalah Ri. Sudah saatnya saya tegas dan mengejar kamu, agar kita jelas."
Yuri hanya menunduk.
" Jangan menu duk Ri, " ujar Halil.
" Hey bung, dia pasangan saya ke sini, kamu sabotase begitu aja", ujar Hakim.
" Namanya persajngan bang, lalai sedikit aja, udah abang colong, jadi saya ambil yang memang milik saya , gak kedua kalinya bang, bakalan kejadian, saya bakal pepet terus ," ujar Halil.
" Eittttsssss Yuri masih single , jadi siapa yang berhasil mendapatkan hatinya ,yah gak masalah, tetapi pasangan kamu tuhhh, si dokter sexy ,berbahan baju kurang,tipikal kamu hebat juga, " ujar Hakim.
Yuri tertawa mendengar sendirian Hakim.
" Ri...,kamu ketawain mas."
" Lelaki buaya darat. yah gitu, di tawari daging mentah, disambar dok," ujar Yuri kembali tertawa.
" Apa aku penyuka daging mentah Ri?" tanya Halil.
" Bisa jadi , " ujar Yuri ngakak.
" Tuh , sexy habis yah hanya daging mentah gandengan dokter, " ujar Yuri.
Stttt udah ah ,nanti aku bisa di boikot, kan perawat, bisa masuk ke kumpulan dokter, aneh dehhhhh.
" Kamu balik aja ke daging mentahmu Lil, sini Yuri nya mas, jangan ambil pasangan orang lain, "ujar Hakim.
" Dia bukan pasangan saya Kim, tadi tuh kebetulan ketemu di depan aja lohhhhh", ujar Halil.
" Aku gak mau tahu, Yuri gebetan aku, " ujar Halil kekeh memeluk sebelah tangan Yuri.
" Eitttssss gak bisa ," ujar Hakim kekeh.
__ADS_1
" Please dehhh, mau sampai kapan sih perangburat leher, ke meja tuh yukkkk, aku lapar," ujar Yuri.
Mereka ber tiga pun duduk di meja kosong.
Halil langsung mengambil beberapa cup cake, puding, dan buah memberinya di hadapan Yuri.
Semua mata menyaksikan apa yang di lakukan Halil.
Bahkan Halil memotong cup cake dan menyuapi Yuri.
" Makan yang banyak, kamu kurus banget".
Dokter Hakim mengambil jus buat Yuri.
" Diminum Ri," ujar Hakim.
Yuri mengangguk.
" Nih ,bantuin makan".
Yuri memberi cup cake buat Halil dan juga memberi buat Hakim.
Halil yang biasa anti cake manis, memaksakan dirinya ,memakan apa yang Yuri berikan.
Hakim menahan tawanya. Dia baru melihat gimana Halil menyukai seorang wanita. sungguh gigih dan bertekad.
Halil mendekati telinga Yuri.
" Kamu wanitaku ".
Kata itu begitu dalam maknanya ,membuat Yuri terkesima.
Di bawah meja ,Halil menggenggam jemari tangan Yuri. Yuri ingin menariknya, namun Halil dengan kekeh selalu mencengkeram tangan Yuri.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Like yang banyak
__ADS_1
Vote
Koment