
Andien jalan bareng Hakim.Seperti biasa , Hakim membawanya pergi makan makanan kesukaannya.Mereka bermain anggar.
Andien tertawa karena kalah dari Hakim.
" Ceritanya jomblo nih Ri?".
Huri hanya menunduk dengan mata sendunya.
" Heng out nanti malam yuk Ri, ada teman mas ultah, mau ikut?".
Yuri mengangguk.
Dan malam itu Yuri tampil sexy dan dengan pakaian nyantai. Yuri jarang memakai dress, hanya acara formal, lagian Hakim mengatakan dia juga memakai pakaian casual.
Yuri yang jarang make up, memakai riasan make up, malam ini ,Yuri ingin sedikit menghargai dirinya sendiri, mencoba keluar dari kesedihannya. Capek sedih, iya kalau kita di pikirin si dia ,kalau gak ,kan sedih sepihak.Rugi....
Hakin membawa mobil sporty nya berwarna hitam, sangat keren.
" Pakaian kita kompakan, hitam ," ujar Hakim.
" Hmmmm".
" Ri, baru kali ini mas liat kamu pakai pakaian seperti ini, beneran kamu sangat sexy. Kamu sering keluar sama Berrnadeth gini kan?".
" Benar, sesekali, lagian pesta nya kan di club, jadi club biasa panas kan.Kalau aku gila gilaan jangan sampai malu ya mas.Soalnya lagi heng nih otak".
Hakim tertawa.
Yuri duduk nyantai, sambil memandang pemandangan kota dan bangunan di malam hari.
Seaampai di club , Hakim dan Andien turun. Hakim meraih jemari tangan Andien memasuki club, Hakim melihat banyaknteman temannya sudah berada disana.Hakim pun menuju ke arah temannya.
" Wawww....tumben banget, teman kita bawa ehemm ehemmm ,gandengan ,ujar seorang dokter wanita."
" Cantik, dan waw...sexy bingitzzz guysss, ujar temannya yang lain."
Hakim hanya tersenyum.
" Kenalin dong ceweknya Hakim, pelit amat dehhhh!!".
" Kenalin, ini Yuri, masih stydy kedokteran,beasiswa , pintar, jenius, murid profesor Guslihan, profesor paling pintar yah ini ,dia.".
Mereka pun mengerumuni Yuri.
" Yang benar aja, murid jenius sang prof," ujar seorang dokter.
Mereka pun mengerumuni Yuri.
" Kita ,nangis mau jadi murid didikan beliau gak pernah mau, kamu pasti sangat istimewa."
__ADS_1
" Saya Rebeka".
" Saya Daniel".
" Saya Lionel,ini Febi, itu Tina, yang sana Ribka, tuh Edu, Ini Edward. Masih ada sih nanti nyusul datang".
Yuri tersenyum.
Alunan musik silih berganti, Hakim tetap mendampingi Yuri. Beberapa kali tan Hakim mendekati Yuri, Yuri menjawab pertanyaan mereka.
" Dance yuk Yuri, ajak Febi, Tina Ribka."
Yuri mengangguk.
" Pergilah , mas akan awasi pria nakal yang dekati kamu".
" Wuuuu, serem, Hakim jadi bodyguard nihhh, ledek teman mereka."
Yuri pun nge dance dengan mereka. Penampilan Yuri sangat memukau, gaya dance Yuri membuat banyaj mata terpukau.
" Yukz nge DJ", ujar Yuri.
" Wuihhhh, kamu bisa Ri?".
Yuri mengangguk.
Yuri membisikkan sesuatu pada sang DJ, sang DJ tosh sama Yuri.
Decakan para pengunjung bersorak.
" DJ Riri ,love youuuu, jerit mereka."
Yuri tersenyum. Membuat beberapa musik, parw pengunjung semakin asik bergoyang.
Hakim terkejut melihat satu sisi yang ditutupi Yuri padanya.
" Wuihhhh gile, DJ nya Yuri gak kaleng kaleng lohhhh" , ujar Edo.
Yuri nge Dance sambil nge Dj, Tina,Ribka dan Febi sibuknmerekam aksi Yuri di panggung, mereka menemani Yuri di atas area mesin DJ .
Gaya Yuri membuat banyak pria terhipnotis.
Laura , Juan, Seno dan Halil pun memasuki club, mereka di undang sang pemilik pesta.
Tatapan mata Hakim dan Halil saling beradu sengit.Hakim tersenyum merendahkan Halil. Hakin jelas sakit hati, Yuri terluka karena Halil.Dan Hakim gak akan melepaskan Yuri lagi, tekadnya dalam hati.
Pesta ulang tahun Valen, begitu meriah dengan musik yang Yuri mainkan.Valen bahkan berdisko bareng Yuri.
Tawa mereka menghiasi .
" Aku salut, hentakan musikmu pas, apalagi kamu nge bawa lagu yang lagj hitssss, kamu jauh lebihnokey dari DJ sebelumnya Ri".
__ADS_1
Yuri hanya tersenyum.
Halil membeku, dia mengenali blezer alis mata sang DJ , posturnya juga.
Sexy nya penampilan Yuri, membuat Halil menahan kekesalannya.
Beberapa pria mendekati Yuri, pria dari kalangan atas.
Hakim langsung berdiri, membela pengunjung dan langsung naik berada di sisi Yuri.
" Jangan pernah kalian menyentuh wanitaku, kalau tidak , kalian tahu resiko nya," ujar Hakim.
" Kami hanya kenalan, "ujar mereka.
Halil semakin panas dengan ulah Hakim. Halil menghunus tatapannya di depan Yuri.
Yuri tetap berdisko, gak memperdulikan apapun.Yuri menganggap Halil tidak ada . Begitulah ketika hatinya terluka, adapun manusia nya dia gak perduli.
" Capek, "ujar Febi,udahan yokkkk.
Yuri mengangguk, memberi kode pada DJ sebelumnya.
Sang DJ saling tost pada Yuri.
Beberapa pengunjung mengajak Yuri foto bersama.Meminta Wa Yuri.
Hakim tetap mengawal Yuri.
Hakim memberikan blezer Yuri.
" Basah mas, " ujar Yuri.
Hakim memberikan Handuk kecil pada Yuri, dan memberikan satu set pakaian.
" Gantilah pakaianmu Ri".
Yuri pun mengangguk.
Yuri menata kembali riasannya.Ketika keluar dari kamar mandi, Hakim menuntun Yuri kembali ke Club.
Perlindungan dan perhatian Hakim membuat Yuri merasa di hargai .Yuri merasa Hakim benar benar peduli padanya.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment