Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Bagas Dan Hasan


__ADS_3

Kamu mengajarkan ku bahwa mencintai itu butuh dua pihak yang masing masing saling mencintai, memiliki dan takut ditinggal pergi. Namun bisakah kamu menjaga hatiku?


Aku benci ketika harus bertengkar denganmu, kemudian kamu mendiamkanku.Itulah bunyi pesan di Wa darimu.


Merpati baik pasti tau arah jalan pulang.


Sejauh apa dia pergi, serumit apa persoalan dan perjanannya,cinta sejati akan kembali pada pemiliknya.


Terlalu rumit untuk diceritakan dari sebuah pertemuan. Cepat atau lambat semesta akan bergerak menuju sebuah hal menetap atau meninggalkan.


Perihal aku meninggalkan mu itu bukan kemauanku. Tapi memang keadaanlah yang memaksaku harus kembali berjarak dengan mu. Banyak hal yang tidak dapat aku ungkapkan secara langsung. Banyak hal yang harus membuat ku menyelesaikan hal sendiri tanpa dirimu.


Suatu hal berarti dapat mengenal mu. Seperti senyawa yang pernah ada sebelumnya. Hingga harus menjadi asing untuk kebaikan bersama. Berbahagialah dengan sosok yang sudah membuat lekukan bibir itu kembali tersenyum. Suatu keindahan yang pernah aku damba walaupun bukan aku yang menjadi belahan jiwa.


Terimakasih atas segala hal, dan maaf untuk perihal salah. Sampai bertemu kembali di suatu masa dengan segala untaian hati yang masih sama. Lantas, kemana saja kamu saat itu?


Saat aku benar-benar pergi, kamu baru menyesali pergiku?


Yuri berjalanmenyetop taxi dan menuju rumah sakit, belum lagi Halil mengejarnya ,Yuri sudah masuk ke dalam taxi.


" Pagi benar Ri, " ujar Dewanta.


Yuri hanya tersenyum.


" Biasa dok, mau ngerjain tugas kuliah."


" Kamu lagi ada masalah Ri?".


" Enggak dok, "ujar Yuri menutupi kesedihannya.


Yuri mengerjakan tugas nya di meja tempat perawat bertugas.Yuri menggantikan Tika , Tika lagi permisi terlambat karena anaknya ada acara penerimaan rapot.


Ketika Yuri asik sibuk mengetik tugas makalahnya, Suara seseorang membuatnya terkejut.


Yuri mendogakkan kepalanya.


Yuri terdiam ketika di hadapannya berdiri soaok Hasan.


" Kamu menghindariku Ri".


Yuri hanya diam.

__ADS_1


" Apa kabar kamu Ri?".


" Baik mas".


" Kamu sudah menjadi seorang perawat ya Ri?".


Yuri hanya tersenyum.


" Ada yang bisa saya bantu?".


" Infus mami saya sudah mau habis."


Baiklah ,ruangan berapa ?".


" 301 Ri."


" Okey ,saya akan cek."


Yuri menutup laptopnya, Yuri sedikit lega,tugas nya sudah selesai dan sudah dia kirim via folder tugas .


Yuri menyimpan laptopnya dan bergegas menuju ke ruang 301.Hasan sudah kembali terlebih dahulu.


" Slamat pagi bu, " ujar Yuri dengan ramah.


" Mi, bukan dokter, perawat," ujar Hasan.


Yuri hanya tersenyum.


Yuri mengambil stetoskop nya lalu mengecek irama jantung mami Hasan, memeriksa bola mata dan memeriksa bekas operasi.


" Laju pacu jantung ibu udah normal, bekas operasinya juga udah membaik".


" Dok, saya seperti mengenal anda, tapi di mana yah?" ujar mami Hasan.


" Ibu beneran lupa yah sama saya? cepet banget lupanya bu".


" Ingat ,tapi kapan ,dimana?".


" Mi, ini Yuri, dulu satu SMP dengan Bagas.Wanita yang Hasan sukai. "


Sang ibu terkejut.

__ADS_1


" Kamu tambah cantik Ri."


" Beneran cantik bu?".


" Beneran lah Ri, tambah putih, manis, cantik,komplit".


" Bagaimana kabar kamu nak?".


" Baik bu".


Seorang perawat membawakan larutan yang Yuri minta.


" Dok,ini infus pasien dan ini obat yang dokter minta."


" Sus , nanti bawa ibu ini jemur ya, udah bisa."


" Baik dok".


" Ri, kamu udah dokter?" tanya Hasan.


" Benar mas ".


" Dokter umum?".


" Saya lagi kuliah, ngampil spesialis jantung


Wawww...,salut Ri".


" Andien memenangkan beasiswa mas".


" Kamu sangat pintar Ndien, " ujar mami Hasan.


" Kebetulan aja tan".


" Dari dulu kamu sangat gigih Ri.Yuri tersenyum".


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2