
" Ucapan kamu ada benarnya Ri", ujar Ruth.
" Laki laki itu bukan janjinya Ruth, tetapi komitmennya.Bukan kata manisnya, tetapi kepastiannya.Bukan hartanya. tetapi tanggung jawabnya.Bukan gayanya ,tetapi kepribadiannya.Bukan gelarnya tetapi ilmunya.Bukan usianya tetapi dewasanya, "ujar Yuri.
" Klop banget, nihhh babang Dewanta, semua ada padanya Ri, gak bakalan nyesal kamu Ri, setia dia punya, komitmen, jangan di ragukan, Kalau kata manisnya sesekali, tetapi kepastiannya bukan kaleng sarden Ru, gayanya biasa aja, namun ilmunya, dewasanya dapat, "ujar Ruth.
" Kurang apa lagi Ri".
" Dokter bayar berapa Yuri, promosiin dokter? tanya Yuri menahan senyum".
" Gak promosiin apa apa ,beneran" ujar Dewanta.
" Tapi aku serius sama kamu Ri, kamunya aja pura pura gak nanggepin."
" Mode diam melulu, seperti handphone di Silent", ujar Dewanta.
" Dengar Ri, profesor muda kita ,serius, sungguh sungguh ,apalagi Ri, perfect".
" Aku gak ada niat nikah".
" Menikah sama aku Ri, jangan ragu, aku akan jagain kamu, aku akan ada selalu buat kamu".
" Yuk bergegas kerja prof, jangan nge halu, keseringan nembak sebelum operasi dehhhh, ujar Yuri menahan tawa."
__ADS_1
" Ginilah dek, sambil menyelam yah minum air,jodoh di depan mata, gak akan di lepas",ujar Dewanta tertawa.
Yuri menutup wajahnya kemudian tersenyum.
" Jangan tolak cinta si abang Ri, full love nih Ri", ujar Ruth.
" Istana sudah ada Ri, tinggal pilih mau tinggal di negara mana.Mapan, putera tunggal dari 3 bersaudara, dua mbaknya baik baik semua.Kamu liat sendiri, ngangkut dan ajakin kamu jalan, semua di borongin ke kamu, kurang apa lagi,dapat ipar baik, mertua baik, jangan aampai keduluan dokter koas ,perawat atau pasien,nyesal deh Ri".
" Smart dikit Ri, jangan IPK aja 4.00, tapi kalau soal pria jatuh bangun 2x ,apa mau nyoba ke 3 kali jatuh ke lubang yang sama? yang benar aja Ri, itu cinta yang buta,cinta yang bodoh."
Langkah Yuri terhenti saat tidak jauh dari mereka sosok Halil berpapasan tepat di depan mereka.Sudah di pastikan Halil mendengar ucapan Ruth.
Yuri hanya diam , Dewanta memandangi Yuri .
Yuri mengerutkan dahinya.Dewanta tertawa.
" Baik, asal anda tahu, otoritas tindakan dan apaoun saya yang berhak, anda hanya sekedar melihat,tidak berkomentar dan bertindak, "ujar Dewanta tegas menatap wajah Halil.
Yuri menyabun tangannya, di sampingnya sosok Dewanta, Yuri di apit Halil dan Dewanta.
Ruth menahan nafasnya melihat kejadian itu.
Yuri memasuki ruangan, membantu Dewanta memakaikan kaca mata .Tubuh Halil langsung bereaksi,namun Halil mencoba menahan pergolakan dirinya.Di satu sisi ada papi nya yang sedang membutuhkan pertolongan ,di sisi lain cemburu nya berkecamuk, menyaksikan wanita yang dia cintai sangat dekat dengan seorang pria.Pria yang sangat cemerlang, berbakat, pintar dan beribawa.
__ADS_1
Yuri melap keringat di dahi dan wajah Dewanta.Kembali Halil harus menahan perih di hatinya.Yuri sangat cekatan ,dengan bimbingan Dewanta,Yuri bisa melewati setiap tahapan kerjasama dalam operasi tersebut, Yuri sangat membantu dan cekatan.Operasi selama 3 jam pun berakhir dengan sukses.
" Kamu semakin piawai Ri, dan ini operasi sangat rumit," ujar Dewanta berbisik di telinga Yuri.
" Berkat bimbingan anda Prof".
" Saya akan mendapat saingan, tetapi kita gak akan bersaing Ri, mendirikan rumah sakit jantung, bisa jadi, suami isteri dalam satu profesi," ujar Dewanta memainkan matanya.
Para perawat dan dokter anastesi berdehem menggangguin Yuri dan Dewanta.
" Apalagi Ri, menjanjikan loh Ri. Dokter Dewanta gak main main, beneran serius sama kamu Ri, " ujar dokter Iskak ,dokter anastesi yang bertugas.
Yuri hanya menunduk.
Langkah Yuri terhenti saat tangan Halil menahan langkahnya.
Mereka saling bertatapan tanpa berbicara apapun.
π£π£π£π£π£π£π£π£π£
Mana Like nya guyssss
Vote
__ADS_1
koment
Makasih banyak yang udah like, salam sehat selaluβ€