Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Sidang


__ADS_3

" Ya pi, Yuri dan abang akan bantu papi".


" Makasih nak, " ujar papi Halil.


Jangan bilang makasih pi, kami belum berbakti sepenuhnya buat keluarga ini".


" Ya nak".


Yuri tersenyum melihat beraneka tanaman mawar berwarna warni, begitu indah. Yuri sudah mengantongkan dompetnya, kemudian berjalan perlahan keluar dari mansion dan menyusuri trotoar.Yuri melihat di seberang jalan ada seorang nenek yang sedang terluka. Dengan sigap Yuri menghampirinya.


Seorang wanita juga bersamaan menghampiri sang ibu sambil membawa kotak P3K.


" Luka ibu karena terjatuh ya bu?" tanya Yuri.


" Ya nak. tadi tersandung di situ".


Sang ibu menunjukkan perbedaan tinggi trotoar.


" Bu, kotak P3K nya bisa saya oinjam ,buat obati ibu ini?".


" Silakan, tetapi lukanya lumayan lebar, apa bisa berhenti darahnya.Saya punya P3K ,namun ngobati gak berani".


" Serahkan saja sama saya bu, kebetulan saya seorang dokter."


" Sungguh luar biasa, ujar sang ibu yang terluka."


Yuri dan sang ibu yang memberi kotak P3K memapah sang ibu memasuki sebuah cafe.


Yuri menggunting celana sang ibu, lalu membersihkan luka sang ibu dengan alkohol.


Beberapa orang di cafe melihat apa yang Yuri lakukan.Yuri dengan cekatan mengobati sang ibu dan membalut luka sang ibu dengan perban steril.


Seorang anak kecil mendekati Yuri.


" Apakah anda dokter?" tanya suara imutnya.

__ADS_1


" Ya benar".


" Apa anda tidak takut melihat darah?".


" Tidak nak, sudah menjadi tugas saya sehari hari."


" Tangan saya luka aunty,apa bisa obati?".


Tatapan teduh sang anak ,membuat Yuri tersenyum.


" Sudah selesai ya bu saya obati.Kalau mau tukar perban, ibu beritahu alamat ibu, saya akan datang bantu ganti perbannya".


" Gak usah nak, ibu jadi merepotkan".


" Gak apa apa bu".


" Buat kamu, sini,lukanya kan kecil, aunty buat handiplas aja ya sayaaang. kamu menggemaskan banget,jari kamu endut lucu, pengen aunty gigit".


" Jangan di gigit aunty, cakitttt".


Yuri membersihkan goresan dan menempelkan handiplas.


" Cepat sembuh ya cantik".


Sang anak mengangguk.


Tidak lama kemudian pengasuh sang anak terlihat kelelahan mencari anak asuhnya.


" Kakak jangan kemana mana ,bibi nyari , gak kelihatan, bibi ketakutan, nanti tuan dan nyonya mafah loh kak".


" Maaf bi, tadi saya pergi gak kasitahu bibi".


" Jangan di ulangi lagi ya sayaaang, sekarang banyak penculikan anak, jadi kamu harus dalam pengawasan bibi, ataupun orangtua".


" Mengertikan nak".

__ADS_1


Sang anak mengangguk.


Tidak lama kemudian ,seorang supir menjemput sang ibu yang jatuh.Yuri pun beranjak ,melihat beberapa dissert .Yuri perlahan memakan dissert straberry dan meminum jus jeruk kesukaannya.


Yuri memperhatikan cafe tersebut, sangkin sibuknya,Yuri sampai baru hari ini bisa menikmati harinya.


Yuri juga memesan beberapa dissert lalu perlahan berjalan kembali ke rumah.


Pandangan Yuri terkejut dengan kesibukannpara pelayan dan pasukan penjaga yang berlalu lalang.


" Nak...,akhirnya kami menemukanmu, kamu kemana aja Ri,mami sampai panik, petugas juga pada papi kalian marahi."


" Maaf mi, tadi lupa ngabari, maksud hati hanya makan dissert di depan, gak tahunya ada ibu ibu terluka,Yuri bantu bersihkan luka bu".


" Next jangan gini ya nak, mami panik, di kamar ,di taman ,kamu gak ada.Penjaga banyak ,kerjanya apa,buat mami kesal".


" Jangan salahkan penjaga mi, Yuri yang salah, maaf ya mi.Apa mas Halil udah tahu mi?:.


" Gak nak, mami hampir nelepon Halil ,tetapi mami urungkan, nanti kamu lebih d kekang, susah gerak.Mau kemanapun beritahu ya Ri dan wajib bawa seseorang yang nemani."


" Ya mi".


Ketika sore tiba, Halil baru pulang, Halil mengusap rambut Yuri.


Dekapan hangat membuat Yuri merasa aman dan terlindungi.Yuri dan Halil saling bertatapan.


🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2