Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Masalah


__ADS_3

Yuri melakukan operasi pagi ini, operasi urgent karena ada pasien mengalami gagal jantung.Yuri ,Dewanta dan tim mengalami banyak kesulitan, apalagi tingkat keberhasilan pasien sangat sedikit, namun pihak keluarga mendesak rumah sakit buat melakukan operasi penyelamatan.


Yuri dan lainnya sempat bengong dengan masalah yang ada. Resiko yang tinggi membuat mereka extra hati hati.


Profesor Dewanta sempat mengamuk pada pihak manajemen rumah sakit, karena menerima proses operasi.Dokter Dewanta memaparkan resiko kematian yang tinggi, namun karena jabatan dan status pasien seorang petinggi , maka pihak rumah sakit tidak berani menolak.


Yuri memandang wajah dokter Dewanta yang penuh tekanan.Begitulah hidup seorang dokter,bila rumah sakit gak mau mengerti keadaan dokter, maka kejadian begini, bukan pertama kalinya terjadi.


" Sangat sulit berada diposisi ini Ri, kelak kamu balik saja ke rumah sakit mertua mu, manajemennya lebih baik, kejadian ini bukan kali ini saja.Bersiaplah Ri, saya sudah meng ACC tesis kamu, dan tinggal tanggal sidang."


" Saya kecewa dengan rumah sakit ini, manajemennya amburadul, kita dokter. bukan Tuhan, resiko gini, nama baik kita menjadi taruhannya," ujar Dewanta .


" Walau mereka menandatangani surat ,tidak bisa menuntut kalau pasien gimana gimana ,namun pasti mereka memperkarakan, jika itu terjadi, akan melelahkan melewatinya Ri, kuta akan kena ke komite kedisiplinan."


" Ya dok, komite kedisiplinan pasti extra mengawasi semua anggota tim yang terkait, benar kan dok".


" Ya Ri, saya sudah beberapa kali kena masalah ini, tapi tenang, kita punya waktu istirahat, kapan lagi, coba ," ujar Dewanta dengan senyuman kecut.


Yuri menyadari, pasti selama ini, Halil , sang suaminya juga sangat besar menerima tekanan.Tekanan dalam rumah sakit,tidak pernah di lihat awak media, tekanan dari keluarga pasien.Tekanan ketika pasien juga sangat besar.


Halil berlari menuju ke arah Yuri yang sedang memakai pakaian operasi.

__ADS_1


" Ri, jangan ikut proses operasi ini, resiko nya Ri, abang mohon."


" Rumah sakit susah menyusun tim bang, doaian aja Yuri ya".


Halil mencengkeram rambutnya.


" Mereka keterlaluan, mau enaknya saja.Jika pasien kenapa kenapa, tim di tuntut maka ,abang gak akan diam saja".


" Kamu lagi, apa gunanya kamu profesor, kalau anak bimbinganmu menerima resiko seperti ini, ujar Halil menatap tajam wajah Dewanta."


" Melawan manajemen tolol, kamu tahu sendiri, aku gak seperti kamu, keluarga kamu punya rumah sakit . Beda dengan saya,yang hanya saham di beberapa rumah sakit, mau marah dan mengamuk,apa mereka dengar? gak."


Halil meninju dinding rumah sakit.


Ketika para tim berkumpul, Yuri dan Dewanta pun bergegas masuk.


Halil hanya menatap sedih ,sosok gontai Yuri, Dewanta dan tim lainnya.


Yuri memasang kaca mata Dewanta.


" Tekanan darah pasien 140 dok, " ujar Yuri.

__ADS_1


Dewanta memeriksa kondisi pasien ,kelihatan Dewanta banyak dalam berfikir.


Dewanta menatap Yuri dan anggota tim operasi.


" Pasien sangat beresiko ujtuk di operasi, dari pengecekan menggunakan alat pendeteksi ritme jantung ,pasien tidak akan bertahan melakukan operasi.Operasi saya batalkan."


" Tapi dok. bagaimana dengan pihak keluarga dan rumah sakit?".


" Beban mental jauh lebih berat buat kita, nama baik juga di pertaruhkan.Bila kemungkinan hidup ada ,tidak masalah, ini prediksi hanya 10%, kita seperti melakukan penghilangan nyawa."


Dewanta dan tim pun keluar.Pihak keluarga Dewanta berinpengertian, namun ngotot dan bertekak, juga memperkarakan tindakan Dewanta.


" Coba ke dokter lain atau rumah sakit lain, apa kondisi pasien yang gak memungkinkan di paksakan, sedangkan ritme jantung dan pernafasan sudah sangat sulit," ujar Dewanta dengan tegas.


Pihak rumah sakit pun kelabakan dengan adegan pembatalan operasi.Yuri dan tim lainnya kembali ke ruangan dan pekerjaan mereka.


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2