
Kegiatan ulang tahun rumah sakit, mengharuskan mereka wajib ikut, Yuri mengenakan hot pants lumayan pendek. Jarak rumah tempat Yuri tinggal dan rumah sakit lumayan jauh, karena pakaian bebas, wajib ikut, Andien yang bergaya serdikit tomboy, berpenampilan apa adanya.
Yuri melihat begitu banyak perawat tampil beda. Para dokter juga. Yuri tidak tahu, hari ini adalah ulangtahun rumah sakit, Yuri orang baru, tidak banyak yang dia kenal.
Yuri merasa pakaian hanyalah sebatas formalitas, yang penting perbuatan dan hati.Ketika mengambil makan dan memakannya di meja, paha Yuri mulus keliatan.Halil duduk tepat di depan Yuri.Halil langsung membuka jas nya, meletakkan di pangkuan Andien, menutupi kaki jenjang Yuri.
" Makanlah" ,ujar dokter Halil dengan lembut.
Yuri hanya mengangguk.
Mengunyah makanannya perlahan.
Acara menyanyi disuguhkan beberapa dokter.Dan bu Margaret membuat di secarik kertas , agar Yuri di panggil bernyanyi.
Yuri menggaruk kepalanya. Menatap bu Margareth.
Yuri melangkah dengan santai.
Yuri mengambil biola , membuat intro, lalu menggesek biola tersebut sambil bernyanyi happier by Olivia Rodrigo.
Suara Yuri sangat bagus, bergema di imbangi dengan gesekan biola yang piawai. Decakan kagum pun menggema.
" Akhirnya ada juga Artis rumah sakit ini, kenapa gak jadi penyanyi suara Yuri, " ujar Dokter Denis.
" Hmmmm, sungguh wanita yang berkelas, "ujar dokter Louis.
" Satu lagu lagi Ri, " ujar bu Margareth.
Yuri mengambil gitar, kemudian mulai memetik lagu Memories. Petikan gitar Yuri begitu piawai, menghipnoties pasien, dokter dan para perawat pun terhipnotis.
Yuri menuruni panggung dan pelukan bu Margaret dia rasakan.
" Kalau berlian ,ditengah lumpur, tetap jadi berlian."
__ADS_1
" Bu ,ke balkonnluar yukkk, rame banget, " ujar Yuri.
" Yuri, berpose gitu aja, biar ibu fotoin".
" Ihhh, ibu ada ada aja, baiklah, " Yuri pun berpose.
" Kayaknya ibu jadi manajer artis dehhh Ri".
" Artis apaan bu, artis kamar mandi kali,"ujar Yuri.
" Suara kamu bagus banget Ri, beneran," ujar bu Margareth.
" Hai...kenalan dong,saya udah banyak dengar tentang kamu, terlalu sibuk baru sempat kenalan" ,ujar dokter Denis.
Yuri hanya tersenyum tipis.
Dokter Denis tampan, tetapi tidak swtinggi dokter Halil.
" Saya dokter jantung, " ujar dokter Denis.
Yuri mengangguk.
Yuri ngakak tertawa.
" Gak dok, saya gak pernah kepikiran, beneran. Dunia saya yang normal aja dok", ujar Yuri kembali tertawa.
" Sesekali, jadi asisten saya fong Ri".
" Waduh, berat tuh urusannya dok, Yuri sudah jadi asisten dokter Halil lohh, " ujar bu Margareth.
" Waduh kita terlambat ketemuan Ri, kalau tidak kamu kalau jebol sekolah kedokteran, mau ambil spesialis apa Ri?".
" Belum tahu dok".
" Kamu sangat cantik Ri, sangat".
__ADS_1
" Jangan lebai dok, saya biasa aja loh dok, dokter hanya melihat kulut luar saya, saya banyak kekurangan, anak panti lagi, gak sederajat dengan dokter."
Dokter Denis bengong.
" Jangan bengong dok, beneran lohh, saya gak ngarang, serius".
" Karena letak panti dan rumah sakit dekat, makanya profesor mendidik saya, dia liat saya berbakat dan mampu, tetapi belum kesampaian saya , profesor sudah meninggal".
" Apa tidak ada surat peninggalan profesor."
" Entahlah, yang aku tahu, anak pemilik rumah sakit, menyukaiku, dia tidak mau ,aku pindah ke kota ini, jadi apa yang di urus profesor ,semua nya menjadi misteri," ujar Yuri tersenyum.
" Mungkin belum jalan nya ya bu, " ujar Yuri.
" Cinta di tolak, yah jadinya menghalangi langkahmu Ri, kamu testing disini pasti sangat ketat", ujar Denis.
" Pasti dok, berpeluk, ngantri, ujian bolak balik, lelah, namun namanya perjuangan," ujar Yuri.
" Kesuksesan yang di peroleh dengan mudah, gak akan ada kekalnya Ri, kalau di dapat dengan penuh perjuangan ,maka akan lebih berharga", ujar sebuah suara.
Yuri, bu Margaret dan dokter Denis melihat ke arah suara orang tersebut.
Disana dokter Halil melangkah ke arah Yuri.
" Baru bentar di tinggal, sudah ada yang dekati kamu Ri, hati kamu harus kuat, jangan berpaling yah, " ujar dokter Halil.
Yuri bengong dengan keberanian ucapan sweet sang dokter.
Sedangkan dokter Denis dan bu Margaret melongo syok mendengar ucapan dokter Halil.
🤩😍🥰😅🤣😂
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment