
Lisa bolak balik menatap saat interaksi Yuri dan Halil bertugas.Bahkan Lisa memeriksa biodata Yuri, dan tercengang dengan history Yuri anak murid profesor Guslihan, dokter bedah jantung dan dokter spesialis bedah saraf.
" Dia bukan perawat biasa", ujar Lisa mengepalkan tangannya.
Halil terlihat sangat perhatian pada Yuri. Bahkan mereka bekerja sangat solid.Para dikter dan perawat serta pasien memuji aksi mereka.
Yuri sangat cekatan dan terampil, terlihat jika dia senggang, stay membantu di ruang UGD.
Yuri banyak mengetahui berbagai hal, sampai para dokter koas bengong melihat kemampuannya.Yuri gak pamer dan cenderung bersikap biasa saja.Yang dia perjuangkan keselamatan pasien.
Jika pasien UGD membludak ,maka Yuri sangat ringan tangan membantu.
" Jangan terlalu lelah yaaang".
Yuri tersenyum saat Halil memberikan pada Yuri jus alpukat .
" Berat badan kamu semakin turun, yang di makan gak sesuai dengan tenaga yang di keluarkan," ujar Halil.
" Bukan diet bang, tetapi yah gini, pemilih makan."
" Nanti malam mas akan masak, no mie ya yaaang, lama lama wajah kamu mirip mie".
Yuri tertawa.
" Yang benar aja bang.Harusnya kan kalau orang diet, pantangannya mie, eh aku makan mie suka banget, gak gemuk juga, "ujar Yuri ngakak.
" Tipikal badan kamu kurus yaaang, kalau bekerja extra. yah semakin kurus.Minum vitamin yang mas beri, jangan gak, biar seimbang. "
" Baik pak dokter", ujar Yuri tersenyum saat istirahat di rooftop rumah sakit.
" Kita gak belanja mas?".
" Hmmm, mas sudah belanja kemarin, susu , buah ,telur. daging ,ikan, lengkap di apartemen mas".
" Bener bener dokter gizi , " ujar Yuri tertawa.
" Bedok weekend, jalan yuk yaaang".
" Mas ngajak aku kencan? bermodal gak?".
" Bermodal dong yaaang, " ujar Halil tertawa.
" Wajar sih, profesi dosen, dokter, double gaji, ledek Yuri."
Halil tertawa.
Sesudah selesai bertugas, Yuri dan Halil menuju parkiran.Alasan Halil berbarengan pulang ketika di tanya salah seorang perawat. Halil mengatakan apartemen mereka hadap hadapan di seputar kampus. Jadi Halil datang dan pergi berbarengan.
__ADS_1
Para perawat malah meledek Yuri.
" Awas kecantol dosen sendiri".
Yuri hanya tersenyum.
Ketika sampai di apartemen, Yuri bergegas menekan tombol apartemen nya, dan bergegas masuk.Sedangkan Halil bengong tepat di depan pintu apartemen Yuri.
Yuri seperti biasa ,merasa sangat gerah dan dia selalu duduk di balkon dulu, baru mandi beberapa saat kemudian.
Yuri berendam di bathtub. Merasakan sensasi wangi sabun mawar pemberian Halil.Rupanya mami Halil membeli cream perawatan dan berbagai sabun badan ,shampo dan aneka perawatan buat Yuri dan Halil.Kata mami Halil, Yuri dan Halil harus merawat wajah, agak gak cepat tua.
Yuri tertawa dan sangat berterima kasih atas perhatian mami Halil.Yuri merasa, seperti begitulah jika maminya masih ada.
Yuri sudah memakai dres nya, dan menekan bel apartemen Halil.
Wajah Halil tersenyum sangat manis.Menarik Yuri menuju meja makan.
" Abang yang memasak ini semua?".
Halil mengangguk.
" Ajarin bang".
" Honornya gedek,temani abang bobok".
" Ihhhhh, dasar dokter mesum dehhhh".
" Ihhhh, "ujar Yuri.
Wajah Yuri merona memerah.
Halil tersenyum mereka pun perlahan makan.
Seperti biasa, Halil menyuapi Yuri.
" Udahhhh, mulut Yuri penuh bang".
Halil tersenyum.
Sesudah makan, mereka duduk sambil membaca buku, pasangan yang sangat suka dengan buku. Dekapan Halil membuat Yuri hangat.Sesekali Halil menghujani wajah Yrui dengan bertubi tubi ciuman.
" Lisa orangnya baik Ri, namun dia ter obsesi sama abang, padahal teman kami Exell menyukainya, cinta mati sejak masuk kuliah."
" Cinta memang misteri ya bang, dia mencintai abang, dan orang lain mencintainya.Abang suka gak sama dia?".
" Hanya kamu yaaang, cintaku, hanya kamu wanitaku".
__ADS_1
" Kamu sangat berarti sayaaang, sangattttt".
" Beberapa dokter tetap dan dokter koas, sangat menyukaimu. "
" Abang bercanda".
" Gak, mereka mendekatimu, kamu aja gak peka.Sama dengan waktu abang dekati kamu.Bahkan Hakim ngomong ke abang. masih berjuang buat dapati kamu."
" Kau itu cinta matinya abang sayaaaang".
Yuri mendekap Halil, membenamkan wajahnya pada dada bidang Halil.
" Manja banget pacarnya abang", ledek Halil.
Yuri gak peduli, semakin mengendus di tubuh Halil.
" Kalau gini yaaang, godaan besar. abang gak kuat nahan gairah".
" Kita halalin aja yukk yaaaang, kamu kuliah sambil kerja aja".
" Gak bang. Abang katanya sabar nunggu, mas apaan sihhhh".
" Mas ingin tidur bernafas dan menjadi bagian diri kamu sayaaang. "
Halil menautkan tangannya di kepala Yuri ,meraih tengkuk Yuri dan menciumi Yuri dengan penuh kasih sayang. Mereka saling bertautan, saling meluapkan perasaan.Dan seperti biasa Halil mendominasi keadaan.
Halil menyuapi buah anggur pada Yuri.Karena cuaca dingin, Yuri gak bisa minum, dia alergi, satu badannya akan memerah, lebih bisa makan buah anggur, Halil pun memberi buah anggur rutin guna menakan rasa dingin.
" Liburan nanti,kita ke daerah tropis yuk yaaang, gak baik berada di daerah dingin , " ujar Halil.
" Terserah aja bang, adek ngikut.Mau persiapan ujian nih bang, karena kuliah percepatan, penyampaian materi cepat, terus test nya banyak, tugas banyak. "
Yuri mengetik beberapa hal di laptopnya.Yuri menyusun makalah tentang kasus yang diberikan dosen, pasien yang mengalami benturan pada dada saat kecelakaan.
Yuri mengetik dan menuangkan pemikirannya di dukung berbagai sumber dari buku yang pernah dia baca sebelumnya.
Halil mengusap rambut Yuri dengan penuh kasih sayang.
Kemanjaan Yuri membuat hati Halil nyaman. Yuri terlihat lebih ceria ,gak kesepian.
🥰😍🤩🥰😍🤩🥰😍😛
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment