
Dua hal yang berbeda ,datang di saat bersamaan. Yuri masih malu, serasanya masih dalam mimpi dan negeri dongeng ,akhirnya dia bisa sedekat ini dengan dokter Halil, dokter bedah saraf yang pintar, beribawa, tegas ,dan sudah pasti sangat manis ketika tersenyum.
Halil membelai wajah Yuri. Wajah Yuri langsung memerah, Yuri menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang dokter.
" Berdiri yaaaang, nanti ada yang datang, di pikir kita mesum, " ujar Yuri .
Halil tertawa.
" Biar aja yaaang, sekalian di tangkep satpam atau hansip, biar langsung di nikahi, abang sudah siap lahir dan batin".
" Ihh, rasanya aneh ya ,aku manggil kamu abang.Apa kamu tahu abang itu apa yaaang?".
" Hmmm, aku dulu sering wisata ke Indonesia, yah tahula yaaang".
Yuri tertawa.
" Panggilan kamu unik yaaang, abang tahu, kamu blasteran yaaang."
" Hmmmm, tetapi gak keliatan kan bang, " ujar Yuri .
" Hmmm, tetapi kamu sangat cantik sayaang, abang beruntung menjadi pacar kamu, kamu nerima abang".
" Abang juga banyak disukai para perawat , dokter juga," ujar Yuri.
" Hmmm, berarti kita pasangan top ya yaaang".
Yuri dan Halil tertawa.
" Bagiku cinta adalah dirimu, " ujar Halil kembali mengusap rambut Yuri.
" Puitis banget pak dokter, udah ngalahi dokter cinta nih, " ujar Yuri.
__ADS_1
" Kalau kamu tanya. kapan aku berhenti mencintaimu, itu tidak akan pernah, sampai kapanpun, " ujar Halil.
Yuri mempersiapkan 2 koper besarnya, dan Yuri merasakan kesedihan ketika menatap Halil.
" Katanya , pak dokter memenuhi permintaan, kita gak LDR , tapi saat ini aku berangkat sendirian.Apa setipis itu kebersamaan kita? apa jarak akan membuat kita mendapat ujian dan saling terpisah pasti godaan banyak dan sulit," ujar Yuri dengan tidak bersemangat.
Halil mengantar Yuri ke bandara, dan mengurus bagasi Yuri.Yuri hanya diam.
Yuri membeli coffee ,berusaha tersenyum, walau hatinya gundah.
" Jika dokter , tidak kuat berhubungan LDR, tergoda dengan wanita lain, bilang aja terus terang yahhh, Agar kita gak saling menyakiti, "ujar Yuri berusaha tegar.
Halil hanya tersenyum.
Ketika waktunya masuk, Yuri pun mengeluarkan tiketnya, .melambaikan tangan nya.
" Selamat berjuang yaaang".
Yuri mengangguk.
Yuri melambaikan tangannya.
Yuri memasuki pesawat dan burung besi itu membawa ayuri ke belahan dunia lain.Kesendirian,kesepian ,sudah pasti menjadi makanan nya.
Perlu berjam jam, ketika transit, Yuri didekati beberapa pria, mereka meminta berkenalan dengan Yuri.
Yuri hanya menanggapinya sekedar saja.
Namun beberapa pria sangat tertarik dengan Yuri, karena Yuri memang wanita apanadanya, gak jaim, mau makan yah makan, mau main game ,dia main game, mau baca yah baca, gak sibuk melihat kaca dan berdandan.
__ADS_1
Tidak semua pria suka dengan wanita yang over dalam hal berdandan, pria lebih suka wanita apa adanya.
Saat pesawat kembali melakukan penerbangan, Yuri kembali mendengarkan musik dan ketika sudah bosan, Yuri tertidur.
Ketika sampai di Jnggris ,Yuri mencari taxi dan menuju tempat kuliahnya. Di seputaran kampus ada apartemen buat para penerima beasiswa.
Dengan fasih, Yuri berbahasa Inggris. Cuaca sangat dingi,n pertukaran cuaca membuat Yuri berganti pakaian di bandara.
Tangan serasa membeku, itulah yang Yuri rasakan.
Taxi membawanya ke sebuah kampus yang sangat terkenal.Yuri merasakan begitu bahagia,namun perjuangannya masih panjang.Yuri berandai andai, coba kalau dia punya keluarga, pasti dia akan bisa cerita di telepon, kampusnya gimana, Inggris itu gimana.
Berjuang seorang diri tidaklah enak.Pasti kesepian selalu menemaninya.
Yuri banyak mengenal beberapa teman dari Rumah sakit, dia sering bertugas dan menjadi temannya.
" Katanya gak LDR ran ,jadian cus terbang, jomblo juga," gerutu Yuri memasuki bagian administrasi kampus.
Yuri di bawa ke apartemen , di dalam apartemen setiap mahasiswa mendapat satu apartemen, apartemen itu rapi, bersih.Yuri cukup heran, penerima beasiswa cukup difasilitasi lumayan, mungkin kalau gabung satu apartemen beberapa orang, kalau ada yang ribut, bakalan mengganggu temannya,lebih cepat berantem nya.Yuri tersenyum begitu tahu, satu apartemen satu orang, mau jingkrak jingkrak bebas. Gak harus di ganggu teman lainnya.
Yuri memasuki apartemen, peralatan masak sudah tersedia, ada sofa sederhana, ada balkon juga. Yuri sangat suka balkon, setiap ada balkon biasanya Yuri menanam anggrek dan kaptus ,dua tanaman kesukaannya.
Yuri menghirup udara , merasa kemana mana hanya seorang diri, hidup dalam kesepian seperti dirinya tidaklah enak. Ibunpanti teman curhatnya paling sering, dulu sewaktu profesor Guslihan ada,sama beliau juga enak ngobrol.
Yuri membersihkan diri dan membaringkan bafannya di atas ranjang.Menurut pengurus apartemen, sprei dan ruangan sudah di bersihkan.Yuri bengong.Pantasan banyak orang berlomba mendapatkan beasiswa di kampus ini, mereka menghargai mahasiswanya, walau mendapat beasiswa , mereka tidak memandang rendah, malahan salut karena test yang di ikuti tidaklah mudah.
🤩😍🥰😘🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment