
" Makanan ini dari mami, dia katakan, walau mau ujian, harus semangat berjuang, tetapi harus jaga kesehatan
" Mami juga ada nitip olahan makanan di apartemen mas , mami semalam.sore datang ngantar, nyari kamu, tapi bolak balik nge bel ,gak ada."
" Saya di perpustakaan umum, biasa baca dok".
" Dokter Abram, Dokter Kalik ,Dokter Malik juga ngajarin soal soal pembahasan."
" Kenapa dokter Halil kamu gak terima ,jadi pembimbing kamu ?".
" Hmmm, gosip mas dan aku super parah, dokter banyak di incar dokter wanita, wanita karir dan perawat,kalau dokter pasti disorot abis akunya sama netigen."
" Les privat mulai nanti malam, kamu ke apartemen saya, saya gak mau tau Ri."
" Hmmmm".
" Belajar yang benar ya Ri".
" Baik dok".
" Pasien operasi 1minggu lalu akan keluar, kita diminta menemui nya berdua Ri".
" Baik dok".
" Kita berangkat sama aja".
" Parkir di belakang ya dok".
" Beres," ujar Halil tersenyum.
Pagi itu, Yuri dan Halil cek fisik pasien, Halil selalu ouas dengan kinerja Yuri, dia gak pernah over acting, walau tahu, Halil mengejarnya, Yuri bersikap biasa aja. Mendiagnosa penyakit, Yuri bahkan lebih jago dari dokter koas. Pengalaman dan kepintaran seseorang gak bisa neko neko.
" Kalian banyak membaca, banyak melihat dan banyak menangani pasien, pasti akan lebih bisa," ujar Halil pada para dokter koas.
"Gelar itu hanya sebuah gelar, jika latihan kurang, belajar nanggung, semua sia sia," ujar Halil.
" Kamu dari usia berapa di bimbing profesor Ri?".
" Sejak kelas 4 SD".
" Kamu nangani kasus apa pada saat sekecil itu?".
__ADS_1
" Kasus tangan teman di sekolah patah, Saya melihat ciri cirinya patah, dan mengatakan diagnosa saya sering liat profesor menangani pasien".
" Saya banyak main di rumah sakit, sama dengan Yuri, semua alat medis ,sering saya gunakan sebelum usia saya,namun masih seputar diagnosa. Semua menyangkut nyawa, jadi kalian harus wajib peka ,cekatan".
" Saya juga sering melakukan kegiatan menjadi tenaga relawan medis, bahkan Yuri juga.Jadi kalian harus banyak belajar dari kejadian seperti darurat, namun perhatikan keselamatan ,itu wajib, " ujar Halil.
Semua mengangguk.
" Pasang infus, kalian wajib bisa."
" Wajib banyak praktek.Kalau kamu Ri, praktek pertama siapa uji coba masang infus? ".
" Profesor, Dokter Hakim, dokter Louis, dokter Taka".
Semua bengong liat ke Yuri.
" Dokter kaliber semua", ujar salah satu dokter koas.
" Mereka murid profesor, jadi yah di plonco profesor jadi ajang praktek saya."
" Ada yang meleset pas praktek?".
" Gak dok, ketika yakin, yah langsung aja."
" Skill gak bisa di beli, apalagi pengalaman," ujar Halil.
Setelah cek fisik, Yuri membantu Halil memeriksa pasien. Mereka juga melakukan dua operasi dalam rentang waktu berdekatan.
Yuri bisa melihat, Halil sangat lelah jika menangani kasus berat.Tetapi satu hal yang membuat Yuri salut pada Halil, Halil orangnya tenang, dan cekatan.
" Dokter Halil,kalau keluarganya sakit, dia gak setenang ini, pernah maminya pingsan, wuih semua pada sibuk dia buat. Dia sangat menyayangi orangtua nya, kakek dan neneknya juga, "ujar bu Margareth.
" Ibu bisa liat, dokter Halil.sangat menyukai kamu Ri, sorot matanya beda."
" Baru kali ini, dokter Halil bisa ramah ke dokter koas, sampai ngomong panjang gitu, biasa hemat banget kalau ngomong",ujar Bu Margareth.
" Dia pakai muji muji kamu Ri".
" Ibu, biasa aja, jangan di dengerin yang lain, nanti pada ngamuk, ngegosip".
" Saya liat dia nyuapin kamu kan Ndien".
__ADS_1
" Hmmm, karena saya dikit makan, dinpaksain makan bu, sama dokter Halil."
Bu Margaret tertawa.
" Dokter Halil ,kalau suka cewek, cute juga ya Ri".
" Ihhh, ibu......".
Dokter Halil memasuki ruangan bu Margareth, meletakkan es cream buat Yuri dan bu Margareth.
" Makan Ri".
" Yuri aja nih yang di suruh makan, sayanya gak dok?".
Halil menggaruk kepalanya tertawa.
" Kok ini kotaknya gedek si dok?".
" Suapi Ri".
Bu Margareth tertawa.
" Aku akan menjadi saksi mata, kedekatan kalian," ujar bu Margareth.
" Sewa ruangan untuk kencan gini, mahal loh dok," ujar bu Margareth ngakak.
" Ihhh, ibu," ujar Yuri mengemuk sendok es cream nya.
" Suapin dong pak dokter nya Ri, tuh ngarep banget nih si dokter, kamunya gak tahu, begitu banyak yang dekati kamu, dokter Halil korban perasaan ,benar kan dok".
Halil mengangguk.
Bu Margareth kembali ngakak.
Yuri menyuap Halil, Halil sangat bahagia.
👨⚕️👩⚕️🧑⚕️👨⚕️👩⚕️🧑⚕️👨⚕️👩⚕️
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment