
" Abang ,Yuri ke kampus dulu yahhhh".
" Abang antar ya Ri".
Yuri mengangguk.
" Alasan kamu memilih abang apa dek?".
" Perempuan kalau sudah mencintai satunpria, menyayanginya, mau fisik jelek,gak kaya, tetapi kalau pria itu bisa memberi rasa nyaman ,itu yang aku cari mas, "ujar Yuri menatap kedua bola mata Halil.
" Sejauh ku jelajahi dunia,aku menatap , mendengar dan merasakan hidup, hati ku ini pun bertanya,
Ini kah cinta Ini kah akhir pencarianku, selalu ku tanya pada hatiku, apakah kamu pria yang tepat."
" Aku tau pasti sakit dan pedihnya pengorbanan beberapa pria buatku, mereka banyak membantuku,mereka selalu ada dalam setiap musim hidupku, mau musim sedih, bahagia, selalu stay.
Saat kau ikhlaskan aku bahagia dengannya, ada amarah mu, ada kecewamu,Berantakan hatiku bingung.Aku harap abang menghargai ini semua".
" Sejauh ku memahami hatiku,aku tak mau mendermaga cinta pada siapapun, banyak yang mengatakan aku bodoh,walaupun awan mengabarkan yang terpahit, aku tetap kekeh memilihmu, karena kamu dokter yang duluan menyembuhkan hatiku yang kesepian.Kamu dokter dan aku perawat , dari situlah aku untuk pertama kali aku bahagia, bekerja denganmu selalu aku nantikan, aku grogi, aku menunduk dan berusaha menjadi asisten terbaikmu, walau akhirnya kita berbeda saat pengambilan profesi spesialis."
Halil menggenggam tangan Yuri, mengelus tangan Yuri .
" Bahagiaku juga denganmu yaaang, saat kamu menjauh, duniaku sepi, aku tak bisa berpikir apapun"ujar Halil.
" Alasanku memilih kamu, aku pernah melihatmu di Jerman, saat itu aku sedang makan di sebuah restoran.Kamu gak liat aku bang, tetapi aku ingat sosok kamu.Saat itu ada seorang pria tuna netra duduk di sebuah meja.Dia kesulitan, gak tahu memesan apa.Kamu mendatanginya. dan memesankan makanan buatnya, menyerahkan sendok ke tangannya. Hati aku ngena banget , dari situ aku berdoa ,aku ingin pria sepertimu, pria yang lembut, perhatian ,peka ,baik. Dan Tuhan menjawab doaku. aku masuk ke rumah sakit dimana kamu bekerja."
" Namun aku menjadi seram. sering ngerjain kamu kan Ri".
__ADS_1
" Yupppp, abang reseh, suka buat pusing kalau nanya diagnosa pasien, harus peka menjawab pertanyaan sewaktu cek fisik pasien.Kalau abang praktek, maka sangat serius, gak boleh salah dan lalai,karena menyangkut nyawa."
" Abang juga pernah menyuapi pasien ,anak bayi yang mengalami Hidrosefalus, abang sabar banget, nyuapi anak tersebut.Ngena aja di hati aku, merasa moment itu sangat indah."
" Mau turun dimana yaaang?".
" Tuh di depan parkiran aja bang".
" Pulang jam berapa yaaaang?".
" Jam 7 bang".
" Abang jemput nanti ya dek."
Yuri mengangguk.
" Baik baik belajar ya yaaang".
Yuri mengangguk.
" Yuri pamit ya bang".
Halil mengangguk.
Yuri pun perlahan berjalan menyusuri kampusnya .
Yuri memasuki ruangannya.
__ADS_1
Mengeluarkan bjkunya.Dan sudah pasti seperri biasa ,begitu banyak pria yang mendekati Yuri, Yuri tidak menanggapi mereka seperti biasa.
Yuri menyibukkan dirinya membaca buku.
Halil tersenyum melihat sang isteri begitu menjaga dirinya, begitu setia dan memilihnya.
Halil pun melangkah keluar dan berpapasan dengan Dewanta.
" Ingat bung, semua ini belum berakhir, jika sedikit saja kamu melukai hati Yuri kembali, maka akan kamu lihat, aku tidak akan mengalah lagi."
Dewanta pun pergi begitu saja.
Halil.tahu, Dewanta sangat mencintai Yuri, bahkan sewaktu praktek semua perawat dan dokter tahu.
Halil memakai kaca matanya, dan melajukan mobilnya.
Halil tahu, Yuri bukan wanita biasa.
💏💑💏💑💏💑💏💑
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1