
Yuri menatap papan pengumuman ,namanya menjadi kandidat perawat yang di pilih buat mengikuti testing buat pendidikan kedokteran. Ada beberapa nama lainnya. Yuri juga tahu, mereka juga sangat pintar , bukan lawan yang mudah.
Yuri melangkah menuju roker nya ,mengambil tas dan beberapa buku. Yuri berjalan menuju halte bus, seperti biasa ,Yuri belajar di perpustakaan umum. Maklum dia bukanlah orang berpunya, fasilitas umum,yang gratis bakalan menjadi sarangnya belajar dan membaca banyak buku kedokteran .
Andien duduk mengambil beberapa buku, sandwich, air mineral sudah menjadi amunisinya sehari hari, makan siang atau makan malam.
Sejak namanya dan jadwal ujian terbentang di papan pengumuman , Andien super sibuk, selalu memburu waktu dari satu tempat ke tempat lain menimba ilmu. Beberapa dokter yang baik, memberikan buku mereka buat Andien, juga mengajarkan beberapa pembahasan soal soal ujian.
Bahkan Hakimi rela mengambil cuti ,mengajarkan Yuri berbagai hal yang tidak di ketahuinya.
" Dokter jangan terlalu baik ke saya, nanti jika saya gak memilih dokter , jadi terutang budi."
" Biar aja kamu yang ngutang ke saya Ri."
Yuri menjauh dari sosok Halil ,karena kembali gosip berhembus , Yuri sangat caper ke dokter Halil, dekati Halil agar lulus mendapatkan beasiswa.Jelas Yuri berdarah darah sabgat terluka.Seakan perjuangannya gak ada yang melihatnya.
Pro dan kontra menjadi sengit di dalam rumah sakit, ada yang melihat kepintaran dan perjuangan Yuri, mereka membela Yuri mati matian.Yuri ingin semuanya berakhir, dia lulus dan pergi terbang menimba ilmu.
Seperti saat ini, ketika Yuri melihat sosok Halil sedang makan dengan rekan kerjanya.Yuri langsung membungkus makanan nya, bergegas menghindar dan makan di atap rumah sakit.Sambil membaca buku.
Yuri merasa dia harus kuat dalam berpijak, agar bisa menatap masa depannya.Jangan berpikir banyak.
" Sudah 2minggu kamu menghindariku Ri", ujar sebuah suara.
__ADS_1
Yuri hanya menoleh dan kembali melanjutkan bacaanya.
" Aku merindukan kamu Ri."
" Sangat".
Yuri hanya diam.
" Aku gak akan mengganggu kamu, tetapi ketika kamu semakin menjauh, hatiku sangat sakit Ri."
" Apa kamu bisa memberi kepastian pada saya Ri?".
" Kepastian apa dok, maaf dok, buat perawat dan dari golongan kecil seperti saya, apa bisa memberi kepastian dannapapun pada dokter yang ternama, apa gak kebalik dok?".
" Ri......, kamu menjauh hanya karena kata mereka?".
" Hmmmm, saya hanya debu dok, bukan siapa siapa, membantah, melawan apa yang saya punya,yang saya bisa hanya diam dok."
" Saya datang bukan buat cari jodoh ,tetapi cari beasiswa. Saya sudah janji pada profesor yang menganggap saya anak nya. Saya harus tekun, rajin ,giat dan sabar dalam hidup, saya harus jadi dokter. Jadi saya memang gak mikir apapun.
" Baik, saya akan mendoakan kesuksesan kamu Ri. Saya memberi kamu waktu, dan ketika kamu lulus, saya akan mebgikutimu".
" Mengikuti gimana dok?".
__ADS_1
Halil hanya tersenyum.
Halil membuka bungkusan makanan , nasi, telur iris , jari ayam, dan sambal kentang. Yuri terkesima.
" Beli di mana mas, udah lama banget aku gak makan makanan ini dok".
Halil menyendok dan menyuapi Yuri.
Halil memandang Yuri dengan penuh kasih sayang.
Halil menautkan tangannya di bahu Andien , mereka saling bertatapan tanpa bicara apapun.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1