Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Mahkotaku


__ADS_3

Perlahan Halil mulai menciumi titik titik sensitif Yuri, bagaimanapun ini pertama buat Halil dan Yuri.Begitu berkesan.Halil dengan lembut dan penuh perhatian,mencoba memberikan yang terbaik, agar malam ini menjadi malam penuh makna bagi mereka.


" Yaaang...., "ujar Halil.


" Abang memasuki mu yahhhh".


" Bila sangat sakit, bilang yahhhh".


" Gak ada yang gak sakit bang, namanya pertama ,ujar Yuri menahan tawa."


" Kita akan saling menerima seutuhnya".


" Yah bang".


" Abang doa ya yaaang".


Yuri mengangguk.


" Tuhan, manusia kamu ciptakan berpasang pasangan, dan wanita ini telah kamu satukan dalam pernikahan kudus, untuk hidup denganku.Berkati setiap perjalanan hidup kami, sertai apa yang kami lakukan menjadi ladang berjat.".


" Amin, "ujar Yuri dan Halil.


Halil kembali memberi kecupan dan ransangan di sekujur tubuh Yuri.


Perlahan Halil memasuki tubuh Yuri.


Tubuh Yuri menahan sakit yang luar biasa.Yuri mencengkeram sprei dan meringis saat Halil perlahan memasukinya.


Halil kembali mencium telinga dan bagian sensitif Yuri untuk mengurangi efek rasa sakit yang Yuri alami.


Kembali Halil menghujam titik inti tubuh Yuri. Butiran air mata mengalir dari sudut mata Yuri.Yuri menahan sakit .


" Maaf cintaku , " ujar Halil.


Yuri menghapus air matanya.


" Sa...sakit mas."


" Apa kita hentikan yaaaang? karena kamu kesakitan".


" Yuri sudah siap bang, abang sudah lama menantikan saat ini, lakukanlah bang".

__ADS_1


Halil kembali memasuki diri Yuri, erangan kenikmatan bergema dari mulut Halil.Peluh membanjiri kedua tubuh mereka.


******* dan erangan silih berganti.Mereka saling memberi dan menerima.Kecupan ,dekapan menyatukan mereka semakin dekat, menjadi satu tubuh dan satu daging, hingga erangan panjang terujar dari Halil.Tubuh Halil pun mendarat di tubuh Yuri.


Mereka saling menatap.


" Tidak pernah mas sejauh ini memikirkan ,kita bisa bersama, setelah beberapa kali kita gagal yaaang, gagal buat bersama.Makasih sayang, kamu memeri seutuhnya buat abang."


Yuri hanya mampu menenggelamkan dirinya di dada bidang Halil, dan Halil mendekap.Yuri dengan erat, mengecupi wajah ,bibir dan puncak kepala Yuri.


" Kiya bersih bersih yaaang?".


Yuri mengangguk.


Halil berdiri, dan teraenyum melihat darah suci sang isteri.


" Spreinya....".


" Tenang yaaang, ini hotel Papi, jadi semua aman," ujar Halil tersenyum.


" Kita akan menyimpan sprei ini, sebagai bukti malam panas kita, " ujar Halil mengedipkan matanya pada Yuri.


Halil dengan kokoh menggendong tubuh Yuri ,mereka polos dan memasuki kamar mandi.Halil mendudukkan Yuri di sofa, Halil mengisi bathup dengan air hangat dan menaburi garam dalam bathup tersebut.


Yuri menggerakkan kakinya, meringis ketika merasakan sakit .


Halil mengangkat tubuh Yuri perlahan.


Mereka pun berendam di dalam bathup.


" Kita hanya sebentar yaaang, sudah malam juga, nanti kamu masuk angin."


Halil menyandarkan tubuh Yuri ke dada bidangnya.


" Apa masih sakit yaaang?".


Yuri mengangguk.


" Beberapa kali pasti akan sakit, kita sudah mempelajarinya secara medis kan yaaang".


Yuri mengangguk.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berendam, Halil mengangkat tubuh kurus milik Yuri ,mereka pun mandi di bawah guyuran shower.


Perlahan ketika selesai, Halil melap tubuh Yuri.


" Biar Yuri aja bang".


" Gak apa apa sayaaang, mas sudah sangat ganas bukan".


" Biarlah mas melakukan hal ini, buat hari ini dan seterusnya.Pengabdian suami juga ada yaaang."


" Ohhhh, begitukah? ledek Yuri menaik turunkan Alisnya."


Halil tertawa.


Halil membuka lemari dan mengambil piyama tidur Yuri.


Yuri juga mengambil handuk, mengelap tubuh Halil.Halil membantu Yuri berpakaian.


Kemudian Halil membuka sprei dan tersenyum, maminya sudah sangat paham, mengalas dengan alas yang lain, Halil hanya menarik sprei dan alasnya, seprei baru sudah ada disana.


" Mami tahu, abang sangat pembersih."


Ketika Yuri berjalan perlahan ke ranjang, Yuri sangat terkejut dan kembali meringis kesakitan.


Halil langsung menggendong Yuri. Mereka pun berbaring.Halil mendekap tubuh Yuri dengan erat.


" Tidurlah saayaaaang".


Yuri yang sudah merasa lelah dengan mudah terpejam dalam dekapan Halil.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa


Like


Koment


Vote


Makasihhhhhh....🥰

__ADS_1


__ADS_2