
Ketika hari semakin senja, keadaan semakin kondusif. Yuri memapah Halil menuju posko .Halil sengaja bersikap pengen di perhatikan, mau tidak mau Yuri dengan sabar menghadapinya.
" Ri, suapin mas makan ya".
" Bang yang luka lengan kiri, tangan kanan kan masoh bisa digunakan."
" Gak bisa bergerak bebas Ri".
" Ihhhh, alasan abang ada aja."
" Ya udah ,abang gak usah makan aja."
" Loh ,mana bisa gak makan, makanlah bang."
" Malas", jawab Halil.
" Ya udah, Yuri suapin ."
Yuri pun menyuapi Halil.
" Abang balik aja ".
" Kamu gak balik, abang gak akan balik".
" Kita sama sama berangkat, wajib sama sama pulang."
" Jangan gitu, abang kan terluka."
" Takut jadi beban ya Ri?"
" Bukan lohhhh, maksud Yuri ,biar abang istirahat, biar cepat pulih, kalau disini kan banyak yang mas tangani, mas susah kalau mau pemulihan".
" Abang gak mau balik kalau hanya seorang diri.Abang mau jagain kamu".
" Jagain diri aja gak bisa ,mau jagain Yuri".
" Yang benar aja lah Ri, abang juga gak mau begini, namanya bekerja di tempat konflik, yah bisa banyak resiko kan."
" Jadi ceritanya gak mau balik nih?".
" Mau balik, asalkan kita sama balik nya".
Yuri menarik nafas nya.
"Dokter reseh banget dehhhhh".
__ADS_1
" Hmmmmm, reseh karena mencintaimu".
" Mulai dehhhhh".
" Ri, balikan Yukkkk".
" Jerman?".
" Balikan pacaran".
Yuri hanya diam saja.
" Ri,jawab dongggg, jangan biarkan abang menunggu".
" Biar aja menunggu, karena abang bisa kan buat hati aku sedih dan terhianati."
" Ri, please, kamu salah paham".
" Pria hanya bisa menabur janji, yah janji palsu".
" Yang benar aja Ri, janji palsu gimana?".
" Janji buat setia, tapi jalan dan makan bareng dokter lain.Hati aku masih perih bang".
" Sini mas obati, bagaimana bisa hatimu pulih, abang obati aja kamu menjauh."
" Maaf Ri, tapi abang gak ada menjalin hubungan dengan wanita lain, tidak ada menduakan mu, abang hanya menganggap teman, please kamu percaya.Maaf abang salah, salah membiarkan kamu sendirian, abang kurang perhatian, abang sibuk dengan pekerjaan ".
" Adanya sibuk dengan dokter lain, benar kan bang".
" Gak Ri, gak."
" Apanya yang gak bang."
" Harusnya hari ini tanggal pernikahan kita Ri, tertembak, bahkan mati, mungkin hukuman paling baik buat abang".
Yuri menunduk. Yah harusnya hari ini tanggal pernikahan mereka.Mereka kembali terpisah, Yuri pikir, Halil melupakan tanggal ini.
" Sedari semalam, hati mas sangat sedih, harusnya bahagia kita hari ini, bukan kita terjebak di medan peperangan."
" Luka ini harus nya lebihnkan Ri, agar kamu memaafkan abang, kalau perlu nyawa juga, sebagai penebusan kesalahan yang abang buat".
Yuri langsung menutup mulut Halil dengan tangannya.
" Abang itu, anak tunggal, kalau abang ada apa apa, apa gak kepikiran orangtua?".
__ADS_1
" Abang menyesal Ri, sangat menyesal.Abang ingin bersamamu, please, maaf."
" Beri abang kesempatan".
" Orangtua abang baik, anak nya aja gak baik".
" Abang baik Ri ".
" Baik dari hongkong? yang benar aja ahhhhh".
" Benar, tulus".
" Tulus apa modus?".
" Tulus lah Riii ".
Halil memeluk tubuh Yuri ,mendekap Yuri dengan erat.
" Memelukmu membuat abang tenang, membuat debaran di jantung mas kembali normal, begitu lama abang merindukan pelukanmu Ri, wangi tubuhmu, rindu kamu berada di dekat abang".
"Apa kamu juga merasakan hal yang sama Ri?".
" Gak".
" Ri..., yang benar aja."
Yuri terdiam.
Akhirnya Yuri berkata" Capek juga bertahan dalam ketidakpastian. Mau di jalani engga jelas tujuan, mau di akhiri tapi otak sama hati ga sejalan."
" Abang memberi kepastian Ri, kepastian hanya kamu satu satunya wanita dalam hidup mas, sampai mas menutup mata, abang akan menikahi kamu, kapanpun abang sudah siap lahir dan batin".
" Kamu jangan marah terus ya nanti cepet tua,
Daripada tua sendiri, lebih baik kita menua bersama".
" Abang kalau gombal, pandai banget".
" Gak gombal Ri tulus, beneran."
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment