Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Berbaikan


__ADS_3

Beberapa hari, Halil menunjukkan kesungguhannya untuk meminta maaf. Yuri awalnya mikir memaafkan tetapi Halil keliatan banyak diam dan bengong, Yuri menjadi tidak tegaan.


Yuri mengerjakan tugas, Halil tetap membantunya. Ketika Yuri sakit pinggang, maka Halil akan mengelus pinggang Yuri .Walau hanya dalam diam dan dengan melihat wajah Andien lumayan galak.


Pelukan dan dekapan Halil membuat suasana menjadi berubah buat Yuri.


" Istirahatlah yaaang, abang bantu ngetik."


Yuri pun berdiri ,langsung berbaring di ranjang, pinggang Yuri pegal.Yuri dan Halil saling bertatapan.Dengan lembut Halil mengecup dahi Yuri kemudian mendekap Yuri dengan erat.


" Istirahatlah sayaaang".


Yuri mengangguk.


Yuri memperhatikan sang suami membantu mengetik tesis Yuri.Kalau soal mengetik, Halil jago nya.


" Maaf, abang gak akan mengulangi, abang gak akan buat kamu marah lagi, abang menyesal ,sangat."


" Tua di umur ,gak tua di karakter", ujar Yuri.


" Maaf yaaaang, maaf....".


" Kita bisa baikan kan yaaang".


" Baiklah, jangan di ulangi lagi", ujar Yuri.


" Ya , makasih sayangkuuu, " ujar Halil memeluk Yuri.


" Kalau ada maunya, sayangkuuuu, sebel."


" Jangan marah marah, nanti nular sifat pemarahnya sama baby kita loh yaaang", ujar Halil.


Halil memeluk Yuri.


" Tubuhmu semakin kurus, apa kesulitan makan yaaang? kita ke dokter kandungan aja ya yaaang".


" Makan gak masalah bang, hanya tingkat stres tibggi ,naik darah cepat, apalagi dapati suami mau menang sendiri, egois dan gak banget."

__ADS_1


" Ya, abang sangat mencemburuimu , bagaimanapun ,kamu bukan asisten abang lagi, kamu dari perawat abang, bisa beralih ke dokter Dewanta, itu sangat sulit bagi abang".


" Hubungan kita ,awalnya dokter dan perawat, dan abang mau ,kita kembali saja ke rumah sakit kita, kamu menjalani kehamilan juga lebih fleksibel, berat bagi kamu yaaang, kuliah sambil praktek gini".


" Kita berkarya di rumah sakit sendiri, memajukan dan membantu banyak pasien, pikirkanlah yaaang".


" Yuri sudah pikirkan bang, Tesis Yuri akan rampung, kita kan lagi ngerjain nya, Yuri juga memburu pengerjaan tesis, kita akan pindah sesudah semua rampung."


" Yuri juga sudah papi dan mami minta bekerja di rumah sakit keluarga kita, Yuri udah iyakan, beneran bang".


" Baiklah sayaaang, abang akan sabar menunggunya".


" Ujian apa sudah selesai semua yaaang?:.


" Sudah bang , nilai akan keluar beberapa hari lagi".


" Ya yaaang".


Halil mengusap perut Yuri.


" Ya bang, apa karena Yuri kurus?".


" Ya yaaang, sudah kurus ,ada acara mabok lagi, yah beginilah bang."


" Vitamin tetap di minum kan sayaaaang?".


" Tetap minum bang, kan sudah di wajibkan dokter."


" Susu yang abang beli, apa di minum?".


" Tuh, di ruangan praktek ada stok, di bag juga ada, kalau lapar. Yuri minum, kata dokter ,gak apa apa minum 1- 3x sehari, karena berat badan Yuri juga kurang."


" Mami kasih buah juga di potongin bang".


" Maaf , mas masih jauh dari memperhatikan kamu yaaang".


" Mas akan belajar lebih peka sama komunikasi kita,lebih peka sama hubungan kita."

__ADS_1


" Janji..... ?" tanya Yuri menautkan kedua tangannya ke pipi Halil.


" Janji."


" Baiklah, kalau janji harus apa bang?".


" Harus di tepai", ujar Halil.


" Beneran ya....".


" Beneran yaaaang".


Yuri memeluk dan mendekap Halil, air mata Yuri mengalir di kedua pelupum matanya.


" Kenapa nangis yaaang, ma...maaf. Abang terlalu nyakitin kamu, mana kamu seeang mengandung, doaa abang gedek".


" Kalau tahu dosa abang gedek, jangan ulangi lagi."


Halil mengangguk.


" Kuta akan sama sama belajar ,menjalanj keluarga kecil kita dek," ujar Halil.


Yuri mengangguk.


" Memang dalam kehidupan ,mengoperasi kepala, mengobati pasien,abang bisa,namun abang butuh lebih lagi belajar ,mengatasi kecemburuan, belajar menjadi suami yang baik, suami yang peka ,suami yang ngertiin isteri, bukan egois ingin di mengerti aja."


Yuri mengangguk.


🥰😍🥰😍🥰🥰😍🥰


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2