Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Halil Dan Yuri


__ADS_3

𝑨𝒌𝒖 𝑩𝑪𝑨😘


𝒌𝒂𝒎𝒖 𝑩𝑹𝑰 😁


𝑯𝒂𝒚 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒚𝒈 𝒃𝒂𝒄𝒂, 𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝒃𝒂𝒏𝒚𝒂𝒌 𝒓𝒆𝒛𝒆𝒌𝒊 😊


𝑨𝒂𝒎𝒊𝒊𝒏🤲🤲😇


NB: Kalau ada typho salah nama,please info di koment bab berapa,biar saya revisi.Author hanya manusia biasa, ngejar up dalam pembuatan 2 atau 3 novel,kadang nulis malam, atau di sela sela waktu. Harap maklum.


Setelah satu malaman demam Halil naik dan turun, Yuri sedikit lega,ketika pagi Yuri cek, suhu tubuh Halil sudah kembali normal.


Ketika Yuri hendak beranjak pergi, Halil menarik jemari tangan Yuri, membuat badan Yuri kelimpungan sehingga Yuri terjatuh di dada bidang Halil.


Mereka berdua saling menatap.


Halil mengembus mata Yuri.Yuri tertawa.


" Kok ngembus mata sih bang?".


Halil tertawa.


" Apa sudah enakan bang?".


" Sudah lumayan Ri."


" Bersih bersih dulu ya yaaaang".


" Kamu mau bantuin bersihkan yaaaang? ."


" Ihhhh, gak ahhhh, mau nya abang dehhhh".


Halil tertawa.


" Lukanya jangan kena air bang".


" Yaaa."


Halil keluar dari kamar mandi.


" Sudah segar ,"ujar Halil.


" Abang balik aja".


" Gak, kalau mau balik,kita sama sama balik".


" Gak bisa, mereka kekurangan tenaga medis bang".


" Ya udah, abang gak pulang".


" Lagian luka abang ,kan bisa kamu obat".


" Abang itu anak satu satunya, gak kasihan sama orangtua abang?".


" Cinta perlu perjuangan kan yaaang, jadi abang berjuang, berjuang dekat denganmu".


" Gkmbal, berjuang saat ini, nanti jalan sama dokter lain lagi".


" Gak Wa gak ngabari".

__ADS_1


" Maaf yaaang".


" Mau memaafkan?".


" Hmmmmm".


" Jangan mengungkit kesalahan abang lagi, bukan apa apa, kamu terluka, abang juga."


" Satu hal hang pasti, abang gak pernah menghianati kamu, cara abang salah, jujur".


" Baiklah...".


Yuri menyiapkan kembali perlengkapannya.Halil juga demikian.


Mereka berangkat ke zona berikutnya.


Teriknya mentari membakar kulit.Yuri sangat kepanasan, bahkan menggunakan topi juga tidak memberi efek apa apa.


" Panas betul Ri".


" Benar mas, luar biasa."


" Kalau ada rumah masyarakat, kita minta air minum bang, air Yuri dikit lagi".


" Ya yaaaang."


Akhirnya mereka sampai ke posko berikutnya.


Yuri dan Halil bersama team pun makan siang dan beristirahat.


Halil melihat Yuri kembali kesulitan makan.


Yuri mengangguk.


Selesai makan siang, Yuri ,Halil dan team kembali bertugas .


Yuri tersenyum melihat ulah Halil yang sibuk memegang tas Yuri.


" Disitu gak ada banyak uangnya bang,,yang ada utang, " ujar Yuri tertawa.


" Isi tas wanita aneh, sisir ,bedak, lipstik setomboy apa pasti ada.Lain kaca mata. earphone. dan nih permen, perment mint kesukaan kamu kan yaaang".


" Ya bang, ujar Yuri tertawa."


" Bibir kamu kering, pecah pecah yaaang, kurang di cium kayaknya ," ujar Halil.


" Ihhh maunya. "


" Karena panas loh bang".


" Kelamaan ngambek yaaang, kelamaan gak abang cium".


" Ihhhh...," ujar Yuri kembali.


Halil meraih tangan Yuri, mengusap punvak tangannya.


" Kita menikah aja yuk yaaaang".


Yuri melototkan matanya.

__ADS_1


" Jika abang lamar kamu, apa kamu bersedia?".


Yuri bingung mau jawab apa.


" Pikirkanlah yaaang".


" Aku masih kuliah bang".


" Dimanapun kamu tugas yaaaang, abang akan ikut".


" Abang seperti paparazi dong".


" Bukan paparazi yaaang, abang gak ngumpet ngumpet ngikuti kamu".


Yuri pun tertawa.


" Apa orangtua abang gak marah, menjadi relawan?".


" Lebih marah lagi saat kita batal menikah.Mami sampai sekarang masih marah ke abang, mami bilang, mami udah klop sama kamu, kamu itu sederhana ,bukan wanita matre dan penuntut. Kamu pelucu,manja mu membuat mami merasa anak perempuannya ada Ri."


" Kalau papi, dia bilang ke abang, harus ingat perjuangan itu jangan menyerah.Kesalahpahaman harus di luruskan, dan kalau berjuang jangan setengah setengah."


" Ri , kita akan ke zona daerah kota, karena abang mendapat Sms nih, abang ditugaskan buat mengoperasi beberapa pasien."


" Benar bang,nih tanda warning, banyak pasien prajurit dan masyarakat sipil terkena timpahan reruntuhan, banyakan bagian kepala."


" Ya bang."


" Kalau kuliah selesai ,mau ambil spesialis apa yaaang?".


" Harus mengajukan beasiswa dulu kan bang, berjuang lagi".


" Abang sekolahin aja yaaang".


" Gak bang, jalur beasiswa aja".


" Kamu takut memakai uang abang".


" Ya takutlah, lagian Yuri mau usaha Yuri sendiri."


" Kamu sudah terbiasa mandiri Ri".


" Ya bang, sudah biasa sejak kecil".


" Apa capek Ri?".


" Lumayan, pasien kan banyak bang".


" Istirahat dulu lah".


Halil mengangguk menyandarkan kepalanya di pundak Yuri.


🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2