Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Belajar Dan Pacaran 2


__ADS_3

Yuri membuka handphone nya ,terdapat beberapa pesan dari Hakim, dari Halil.Dessy ,Rebecca ,Dinny,sesama perawat di rumah sakit juga me Wa nya.


Yuri membalas Wa tersebut satu persatu. Yuri juga me Wa ibu panti,mengatakan Yuri sudah sampai.


Yuri memandang bangunan di sekitar , terlihat kampus, lapangan basket, lapangan tenis, juga terlihat bangunan kokoh kampus.


Di apartemen ini, mahasiswa yang tinggal dari berbagai jurusan.Yuri tahu dari ibu yang mengantarnya.


Yuri mengambil uang dan turun ke lantai bawah, menanyakan dimana tempat makan dan swalayan jika membeli keperluan.Bagian penjaga pun dengan ramah menjelaskan pada Yuri.


Yuri membeli beberapa keperluan, buahan, teh, gila, mie spaggeti, bumbu spaggeti siap saji, telur dan sayur.Yuri kemudian duduk makan disebuah resto sederhana. Yuri hanya memesan satu menu , memakan makanannya perlahan sambil membaca buku yang selalu dia bawa kemanapun.


" Anak kedokteran? " tanya sebuah suara.


Yuri hanya tersenyum.


Kembali menyuap makanannya.Yuri merasa makanan nya sedikit aneh, terus terang Yuri sangat kesusahan menelam makanan itu.


Yuri harus memaksakan dirinya, berat badannya sudah turun 5 kg sejak pindah ke rumah sakit, ini pindah ke Inggris ,Yuri tidak tahu harus gimana.Yang pastinya harus wajib belajar memasak.Walau masakan rumahan, masih bisa Yuri makan.


Pria yang tadi menyapa Yuri, masih bolak balik memperhatikan Yuri.Yuri sedikit terusik,. Kalau dilihat dari tampangnya ,tidak seperti mahasiswa, atau telat masuk kuliah, entahlah.


Yuri sudah menghabiskan makanan nya, meneguk air mineral ,menulis tulisan kecil di memo dan menempelkannya di buku,kemudian menutup bukunya.


Yuri menuju kasir , namun bengong ketika kasir mengagakan makanannya sudah di bayar seseorang. Ketika kasir Yuri tanyakan, siapa yang bayar, kasir tidak memberitahunya sama sekali.Yuri melihat ke arah pria, pria itu sibuk dengan handphonenya.


Yuri nyerah , kemudian bergegas menenteng belanjaannya dan tas ransel dia sandang di punggungnya.


Yuri membuka pintu apartemennya dengan kode baru yang dia buat, dan memasuki apartemennya.


Hari pertama sudah menjadi misteri, siapa yang membayarnya,apa motifnya Yuri gak tahu.


Yuri menyusun bahan belanjaannya.


Membuka youtube, membuka aplikasi tik tok buat resep makanan sederhana.

__ADS_1


" Aku harus banyak latihan dan ber experimen."


Hakim mentertawakan Yuri, karena curhatan Yuri pengen berjuang, belajar memasak.


" Ri, dari dulu dulu, kamu masak kayak kapal pecah, goreng ikan takut, kamu loncatin ikanya,minyak nya kemana mana, kamu jadi jatuh."


" Jangan ketawain dongggg".


" Kamu kalau cerita buat perut saya sakit Ri, sakit karena lucu".


" Coba kalau aku punya mami, pasti deh ngajari,"


ujar Yuri.


" Belajar sama calon mertua aja ya Ri, mamiku, " ujar Hakim dengan mimik serius.


" Gakkkk".


" Why?".


" Calon mertuaku sudah ada".


" Beneran, aku udah punya cowok".


" Jadi aku Ri?".


" Kamu kenapa dok? kan dokter saya anggap abang".


" Gak bisa gitu Ri".


" Masa bodoh ahhhh".


" Kamu kan gak mau LDR ran, trus kok bisa pacaran sih Ri?".


" Aku suka dia ".

__ADS_1


" Sama aku gimana?".


" Suka,hanya sebagai saudaraan."


" Ihhh kejam deh Ri, aku udah lama antri buat dapatin hati kamu, kenapa jadiannya sama orang sih Ri?".


" Cinta gak bisa dipaksain dok, itu soal hati."


" Cita bisa perlahan tumbuh Ri, kamu beri dong kesempatan pada saya."


" Itu persoalan sangat sulit dok".


" Ri....., saya sungguh sungguh mau sama kamu.Apa kamu jadian sama Halil?".


Yuri hanya diam.


" Kamu percaya sama pria pendiam, ngomong seperlunya dan kaku gitu?".


" Saya nyaman dan beneran berdebar dekat dokter Halil".


" Ri......".


"Aku bisa jauh lebih bahagia hanya dengan melihatmu bahagia, meskipun bukan aku penyebabnya". Ucap seseorang yang selalu ingin terlihat kuat di depanmu padahal aslinya tidak.Kenapa bukan aku Ri?".


" Waktu itu aku sedang tidak ingin dekat dengan siapapun, hanya ingin menikmati hari-hari sepi sendiri. Tiba-tiba kau datang, memang tak banyak yang menarik dari dirimu. Namun, kau terlihat sungguh. Aku perlahan-lahan mulai luluh. Kupikir, mungkin sudah saatnya kembali berdua. Kau pun menjadi teman dalam banyak hal. Namun pada akhirnya kau kembali asing. Waktu menjelaskan kepadaku, segala sesuatu yang menyenangkan itu belum tentu membahagiakan selamanya.Ri, pikirkan hubungan kita selama ini, apa kedekatan kita tidak pernah menumbuhkan rasa di hatimu?".


" Maaf Dok, tidak."


" Apakah aku harus lebih bijak menyikapi kebaikan seseorang, agar aku tidak lagi merasakan jatuh cinta sendirian,? " ujar Hakim dengan wajah sedih di video call nya.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2