
Halil sangat bingung dengan sikap Yuri, menjauh dan formal.Jujur Halil lebih suka jika Yuri memarahinya, kemudian mereka berbaikan.Namun ketika wanita itu diam, dan cuek, ternyata lebih dasyat lebih dari gelombang tsunami🤭.
Ketika jam makan, Yuri terlihat di dekati beberapa dokter koas, Dokter Christian,Lionel, Edu, Edward.
Para dokter single wanita dan perawat bengong melihat para pria itu, mendekati Yuri.
Halil langsung berjalan menuju ke arah Yuri.
Menarik tangan Yuri, dan Yuri bengong melihat aksi Halil.
Halil hanya diam.Ketika Yuri hendak berpaling, Halil langsung menggendong Yuri menuju mobilnya.
Yuri meronta, bahkan menepuk pundak Halil, Halil tidak memperdulikan itu semua.
Halil memarkir mobil nya dan Halil Memeluk pinggang Yuri.
Halil menarik tangan Yuri mereka memasuki restoran.
" Pesanlah Ri, kita ada operasi jam 2 nanti," ujar Halil.
Yuri memesan mie kesukaannya.
Ketika mulut Yuri berlepotan, dengan sigap Halil langsung meraih wajah Yuri, Halil ******* bibir Yuri sampai bersih.Yuri sangat terkejut dan memukul bahu Halil, namun Halil baru melepaskannya dan menatap Yuri.
Yuri tidak membalas ciuman dari Halil.Hanya diam tanpa reaksi apapun.
Mereka saling menatap.
Yuri langsung menjauhkan wajahnya.
Yuri tidak mood lagi makan, dia menjauhkan mangkok mie nya.
Halil kembali merasa gelisah. Menatap Yuri, Yuri hanya diam, memegang handphonenya.
Halil berusaha sabar untuk memulai kembali , tidak mudah, Halil menyadari hal itu.
Halil membayar makanan mereka, kemudian Halil dan Yuri berjalan menuju parkiran.Ketika Yuri duduk ,Halil langsung memasang safety belt pada Yuri, mereka kembali saling menatap.
" Jangan lakikan lagi, " Yuri menarik safety belt tersebut.
" Saya bisa memakainya sendiri, " ujar Yuri.
__ADS_1
Yuri hanya memejamkan matanya ,mencari nyaman, agar tidak ada pembicaraan apapun dengan Halil.
Yuri bersabar, selama masa pendidikannya ,Yuri tidak bisa kemanapun.
Libur semester beberapa hari lagi membuat Yuri sedikit terhibur. Bisa mendapat kompensasi karena kegiatan Yuri ,menjadi team relawan.
Yuri mengarahkan kepalanya berlawanan arah.Halil menghentikan mobil dan menaruh bantal ,Halil tahu, Yuri hanya ber akting tidur .
Sesampai di parkiran rumah sakit, Yuri langsung membuka sefety bealtnya.Tangan Halil menahannya.
" Mungkin kamu gak bisa memafkan aku, tetapi jangan menjauh, Ri...., mas mohon".
" Masih ada Laura, kenapa di saat aku memutuskan pergi dari kamu mas, Laura kamu abaikan. Biasanya kamu makan , jalan dan satu team dengan nya. Aku malahan merasa ,kamu tipikal pria yang kalau ada maunya mendekat, kalau gak tertantang lagi, langsung menghilang."
" Mas dan Laura gak ada hubungan. Kami lagi menangani masalah klien privasi."
" Sudahlah mas, sudah, saya ingin kamu menjauh dari saya. Jangan usik hidup saya lagi . "
"Saya ,lebih nyaman dengan keadaan saya saat ini".
Yuri langsung keluar dari mobil Halil .
Yuri berjalan tanpa menoleh ,bertemu dengan Edu, Yuri dan Edu saling tertawa memasuki rumah sakit, sedangkan Halil hanya bisa memandang Yuri, dan menenggelamkan kepalanya di stir mobil.
Halil memasuki rumah sakit, menatap Hakim.Hakim ternyata membawa berbagai makanan di hadapan Yuri.Bahkan menyuapi Yuri cake pakai sendok. Mereka saling bergantian.
" Udah jadian nihhhh? " tanya Ribka.
" Coba nanya ke Yuri dehhhh".
" Ciyeeee...,langsung merried aja dehhh, gak pakai pacaran dok".
" Eitssss , saya ada bros ," ujar Christian.
" Ri, tinggal pilih nihhhhh".
Yuri tersenyum sambil ngakak.
Pandangan para perawat tertuju pada Halil.
" Dok, Yuri lagi jomblo nih, gosipnya gitu.Dokter minat gak, daftar dulu dok,kalau minat, atau dokter usah jadian sama Laura?".
" Saya gak ada hubungan dengan Laura. "
__ADS_1
Halil langsung berjalan menuju lift.
" Weiiiii, dokter Halil keliatan banget kuyu abis, sering bengong, lagi patah hati kayaknya. Kalau dia gak sama Laura pacaran, terus patah hati sama siapa?", ujar seorang perawat.
Yuri hanya diam, sedangkan Hakim membuat kode dsn memainkan matanya meledeki Yuri.Yuri dengan kesal mencubit perut Hakim.
" Ciyeeee..., mesranya...," ujar Edu.
" Kalau jadian jangan diam diam, "ujar Nora kepala perawat.
" Di doain ajah yahhh, " ujar Hakim
Yuri menepuk jidatnya.
" Pepet terus , " ujar Hakim .
Yuri mengacunhkan tinjunya. Sedangkan Hakim tersenyum.
Halil menunduk, Halil mendengar apa yang mereka ceritakan ketika tadi dia melihat berkas pasien yang akan di operasi.
" Bang, aku tugas dulu", ujar Yuri.
" Ciyeeee dari mas jadi abang, ehemmm ehemmmm, pepet terus , goda mereka."
Yuri berjalan menuju ke ruang lokernya. Yuri menyimpan handphone dan menukar pakaian nya.
Halil menunggu di depan ruangan.Ketika Yuri berjalan, tali sepatu Yuri lepas.Halil menunduk. Yuri mundur ,namun Halil langsung dengan sigap menahan langkah kaki Yuri.
Halil mengikat tali sepatu Yuri.
Sebenarnya Yuri tidak tegaan, namun karena rasa dongkol dan kecewa, walau jujur rasa itu pasti ada, namun Yuri tidak mau goyah lagi, lebih memilih sendiri, menata hatinya.
Mereka memasuki ruang operasi.Yuri tahu, sejak mereka pisah, Halil lebih banyak diam, dan sangat keliatan sedang banyak pikiran.
Yuri menghapus keringat Halil, kembali tatapan Halil penuh makna. Yuri tetap kekeh menahan perasaannya.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment