Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Fokus Kuliah


__ADS_3

Halil memeluk Yuri.Yuri meronta.


" Jagan begini pak, ini tempat kuliahan, saya gak mau nama saya tercemar,saya orang susah, tahu diri."


" Kalau anda pak, punya segalanya dan orang tidak berani mengata ngatai anda."


Dengan erat, Yuri sama sekali tidak membalas pelukan Halil.


" Saya harap anda menjaga sikap anda, sebagai dosen saya", Yuri menepis kedua tangan Yuri.


Yuri tidak menoleh sedikitpun, Yuri kembali ke ruangannya mengikuti pelajan lainnya.


Yuri berlari ,bergegas menuju rumah sakit dimana dia bekerja.


Deru nafas Yuri berpacu, tadi Yuri mengikuti beberapa test.


Ketika sampai di rumah sakit, Halil dan Yuri kembali saling menatap.


Yuri membuang pandangannya dan bergegas menekan tombol absen. Keringat Yuri begitu banyak.Yuri mengambil tisu dan melap wajahnya.


Tiba tiba pasien datang lumayan banyak.


" Tangani segera, ujar kepala bagian UGD".


Beberapa dokter disana dan perawat pun bergegas.Ternyata ada kecelakaan beruntun di jalur tol.


Yuri dengan sigap menyambar stetoskop yang terletakndi meja, Yuri langsung memeriksa beberapa pasien.


Yuri mengambil alkohol dan beberapa alat untuk menjait luka korban.Dengan tenang Huri membersihkan luka pasien ,sekalian menjait luka paisen .Para perawat sudah tahu, Yuri bukan perawat biasa, bahkan bisa dikatakan Yuri seorang perawat tetapi kemampuannya sudah sama seperti dokter.


Yuri kembali bergegas menangani seorang pasien yang oarah, ketika melangkah Yuri hampir terjatuh, dengan sigap Halil memeluk Yuri.Yuri langsung berdiri tegap dan menjauh.


Halil terlihat sangat kecewa dengan reaksi Yuri.

__ADS_1


" Tekanan darah paisen 80/ 110, kondisi pasien tidsk sadarkan diri, ada pendarahan di kepala pasien , segera lakukan City Scan," ujar Yuri.


Beberapa pegawai pun mendorong pasien ke ruang City scan.


Yuri berlari ketika melihat seorang pasien tiba tiba muntah darah dan kejang.


Yuri tidak memperdulikan apapun, dengan sigap dia melompati beberapa ranjang dan melakukan pertolongan, para dokter koas dan beberapa dokter sampai bengong melihat aksi Yuri.


Halil langsung bergegas menolong Yuri menangani pasien.


Yuri terkesima ketika melihat seirang wanita hamil besar, menangis .


Yuri mengambil air dan memberi kotak makannya pada sang ibu hamil.


" Makanlah bu, biar ibu lebih kuat ".


Perlahan sang ibu pun berusaha makan.


" Makasih bu dokter, " ujar sang wanita hamil.


Sang isteri pun mengangguk.


Sang isteri membuka tas nya dan menyerahkan kartu asuransi.


" Saya bingung, ini asuransi kalau suami anda kecelakaan kerja, "ujar Yuri.


" Ya dok, tolong saya gak ngerti bagaimana mempergunakan ini, suami saya hanya pernah berpesan, jika dia terluka. bawa kartu ini, semua biaya ditanggung pihak asuransi."


" Keluarga suami ibu gimana? kalau boleh tahu."


" Kami menikah tanpa restu orangtua suami saya, dia di keluarkan dari leluarganya.Kami hidup menjadi sulit, saya awalnya bekerja, karena hamil saya dilarang suami."


" Suami saya sebelum tidak sadarkan diri mengatakan, saya jangan memberitahu keluarganya, nanti keluarganya akan menjauhkan saya dari dia.Dia mau saya menjaga nya bersama dengan anak kami dalam kandungan saya.Jika keluarganya tahu, suami saya akan di jauhkan dari saya."

__ADS_1


Yuri mengerti posisi sang isteri.


" Saya akan bantu, "ujar Yuri.


" Jika anda percaya, saya akan bantu anda."


Yuri langsung meraih teleponnya. Menghubungi temannya yang bekerja di asuransi yang sama.


Setelah mengetahu step yang harus di lalui.Yuri pun meminta perawat menulis diagnosa .


Yuri melangkah duduk di sebuah kursi .


" Beri mas kesempatan lagi Ri".


" Mas mohon".


" Lupakan semua ," ujar Yuri berdiri menjauh.


" Stetoskop mas".


Yuri memberikan stetoskop Halil.


" Maaf tadi terletak di meja, reflek saya ambil ujar Yuri.


" No problem," ujar Halil.


🥰😍🥰😍🥰😋🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2