
Pusing, badan gak fit, itulah yang Yuri rasakan.Yuri masih berbaring di tempat tidur.
Kesucian hidup, bisa diliat dari hal kecil,dan mengerjakan semua dengan penuh cinta.Yuri menolong pasien, tidak pernah mengeluh, namun ketika rasa lelahnya datang, maka Yuri wajib beristirahat, orang yang paling paham tentang dirinya adalah dirinya sendiri.
" Syaaaang, apa gak enak badan?".
Sebuah usapan pada kepala Yuri, membuat Menoleh.
" Abang ...., hmmmm...Yuri merasa gak enak badan aja, pusing. "
" Abang cek kamu ya".
" Hihihihi, suamiku dokterku dong ,judulnya nanti bang".
" Bisa jadi yaaang", hehehehe," ujar Halil mengecup dahi Yuri.
" Sudah makan yaaang?".
Yuri menggeleng.
" Makan yuk yaaang, mami barusan kirim makanan buat kita".
Yuri pun mengangguk.
" Seperti punya mami sendiri, tidak beruntung orang tua cepat meninggal, tetapi dengan adanya mami, membuat hari ku berbeda bang. Abang liat aja, kalau Yuri telat makan, mami nyuapin roti, sampai mau ke mobil antarkan susu."
" Yuri merasa sangat beruntung bang".
Yuri memeluk Halil.
" Makanya yaaang, enakan menikah kan yaaang".
__ADS_1
" Batal dua kali menikah, tunangan sampai 3 kali kita yaaang".
" Makanya ,abang jangan ngeselkn adek."
" Iya yaaang, gak lagi, abang janji, beneran".
" Abang gak mau main main lagi, serius sayang, beneran."
" Baguslah bang, hidup juga bukan tambah mjda kan bang, tetapi akan semakin menua, terkadang, umur tua gisak menjamin kedewasaan seseorang, namun, bagi kita, membenahi dan intropeksi diri, belajar untuk lebih baik lagi dari hari ke hari".
Yuri berdiri, kemudian melangkah bersama Halil.
Beberapa dokter dan perawat berpapasan dengan mereka menunduk, tersenyum dan ada yang ngeledekin Yuri dan Halil.
" Kita makan di ruangan abang aja ya dek, sambil abang cek lesehatan adek."
" Beneran ngecek nih yaaaang?".
" Beneran loh dek, jangan hanya karena dokger, gak mau berobat dan memeriksakan diri."
" Kita harus membentengi diri , benar kan yaaang".
" Ya bang".
Yuri memasuki ruangan Halil, Halil paling suka kaptus, sama dengan Yuri.
" Bang..., kaptus ini berbunga, bunganya cantik".
" Ini kaptus , abang beli saat abang pertama kali jatuh cinta, mencintaimu , namanya Yuri".
" Ihhhh, aku disamain dengan kaptus bang".
__ADS_1
" Kamu tahu gak dek, kaptus ini, sangat kuat, tahan di cuaca dingjn dan panas, dia terlihat lembut. tegar, terlihat sangat kokoh, kaptus ini pernah jatuh di buat pasien abang , abang pindahin, kemudian dia seperti mati, namun ketika beberapa bulan, dia tumbuh, bertunas, abang sangat senang Ri."
" Waktu dia mati sayu, abang galau, luar biasa. Sampai Indra bolak balik browsing dan bolak balik nanya penjual tanaman."
" Abang yang suruh?".
" Enggak, hanya Indra liat aja , abang uring uringan".
" Karena , abang kan pernah bantu Indra, ketika anjingnya sakit, hampir mati, abang bawa ke rumah sakit hewan, tempat teman abang, anjibgnya sembuh, Indra sangat loyal sejak itu sama abang yaaang".
" Memang bang, kalau kita memiliki sesuatu yang hendak kita jaga ,hendaknya kita menjaganya dengan baik, kalau udah di jaga dengan baik, dalaam keadaan sakit, gak baik, sudah pasti sangat bingung."
" Benar yaaang, kita bisa beli lagi, tetapi gak sama kan, dngan yang sudah kita rawat".
Yuri duduk di kursi Halil, berputar dan kemudian memegang tepi meja.
" Pusing, malah mutar, oceh Yuri."
Halil tersenyum.
Yuri membuka kotak bekal makanan.
Yuri sangat bersemangat, asap pangsit ,mengepul, ikan kukus pakai obat, sangat menggugah selera.
Yuri dan Halil pun makan bersama.
🥰😍🥰😍🥰😍🥲😍😍
Jangan lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment