Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Dewanta Prawira


__ADS_3

" Dokter meledekin saya? jangan dok, masih banyak yang lain yang harus dokter ledekin".


" Kamu cantik Ri".


" Gak ada usang receh dok, dan please jaga jarak, saya gak mau dikatakan play girl, saya ingin jomblo akut".


Dewanta ngakak tertawa.


" Nih dokter reseh banget, keluh Yuri ."


Ketika jam pulang, Yuri dan Bertha nongkrong berdua di cafe.


" Kamu kenapa sedih gitu Ri?".


" Ahhh aku gak percaya lagi Ber tentang cinta, kepercayaan atau apapun itu".


" Jadi ....kamu....?".


" Kembali jomblo," ujar Yuri.


Bertha tertawa ngakak.


" Dokter Hakimmmm penyebabnya?".


" Bukan siapa siapa, akunya aja merasa kami terlalu sibuk dengan kehidupan masing masing, aku merasa kami sudah saling menyakiti."


" Hubungan udah gak sehat ,do terusin ngambang dan ambyar".


" Saat dalam bertugas kalian baik kan Ri? kenapa jadi udahan."


" Dia marah aku gak menjenguk papinya sakit."


" Kamu juga gak jenguk, kamu tuh pacarnya lohhh, pasti kan di tanyai ortunya."


" Aku datang, tetapi bagal".

__ADS_1


" Loh...loh ceritanya gimana?".


" Waktu keesokan harinya, aku datang bawa bunga dan parsel buah."


" Terus, kok bisa gak datang sih".


" Dokter Laura dj dalam, mereka bercanda gurau, bahagia banget, dia memberikan beraneka makanan, bunga."


" Kamu minder?".


Yuri mengangguk.


" Dia berkelas ,darinpakaian bermerek, tas, bawaan juga ,sederajatlah Ber".


" Aku bukan siapa soapa Bert".


" Kaku salah loh Ri, orantuanya nerima kamu, kenapa harus kamu selalu minder dan gak jelas."


" Aku gak cukup kuat Ber, begitu Laura datang, semua pada bilang, mereka pasangan serasi, sama sama gajir, sama sama cakep dan ganteng, akunya siapa Ber".


" Pria sederhana yang kamu impikan Ri? namun kamu gak bisa mengalahkan yang namanya takdir.Jika jodohmj dan kamu di dekati pria konglomerat, sampai kapan kamu menghindar".


" Ahhh ruwetlah Ber, aku gak mau pacaran dulu, jkmblo lebih enak. Aku mau kuliah dulu, masih panjang perjalanan ku".



Yuri kembali ke apartemen nya . Hanya memandang pintu apartemen Halil.


Rasa perih , sedih masih ada ,namun Yuri kembali kuliah, jadwal kuliah percepatannya semakin padat, hingga waktu nya tidak banyak di rumah sakit.


Dokter Dewanta , seorang dosen yang sangat handal, banyak membantu menjawab kesulitan Yuri dalam studi nya.


Dokter dewanta juga bertugas di rumah sakit.


Yabg Yuri tahu hanya belajar, bekerja, Yuri menghindari berpapasan dengan dokter Halil. Bahkan Yuri mengajukan pengunduran diri sejak 3 hari yang lalu.Dan siang ini dia di panggil menghadap pimpinan rumah sakit.

__ADS_1


Yuri tidak tahu, apa dokter Halil masih memimpin rumah sakut sementara ,atau sudah kembali ke pemimpinan papinya.


Yuri meneguk air mineral, menepuk nepuk dadanya.Yuri sudah membawa semua barang nya dan sudah meletakkannya di dalam apartemen nya.


Yuri mengetuk pintu ruangan pimpinan rumah sakit.


Dan disana ,dengan wajah dingin, ternyata Halil yang duduk di kursi itu. Sungguh gagah dan sangat layak.


Yuri hanya menunduk diam.


Suasana sangat canggung di antara mereka.


Yuri hanya menunduk diam .


Halil tanpa bicara apapun, menandatangani surat itu.


Yuri hanya diam .


Tidak ada suara di antara mereka.Halil hanya menaruh suratbitu di ujung meja.


Yuri melangkah satu langkah ,mengambil surat ,menunduk dan berbalik belakang dan pergi.Kembali menutup pintu ruangan tersebut.


" Ayah...lihatlah puteru yang dulu selalu menangis di pangkuan mu meminta sesuatu, namun...., sejak kepergian kalian.Ku menyembunyikan luka,di balik tawa, karena tak ingin menghawatirkan diriku sendiri,sebenarnya ingin ku di peluk mu, dan bercerita, ayah...puterimu sebenarnya lelah menanggung semua beban, sekuat apapun aku menjerit, engkau tak mendengarnya lagi.Karena menangisku hanya sendiri."


Yuri melangkah dengan penuh kelegaan, Yuri melepas segalanya, berharap kelak akan bisa lebih bahagia lagi, mau dimana pun Dia berada.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2