Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Kehidupanku


__ADS_3

Tidak banyak yang berubah ,setelah kita menikah. Bedanya ,saat ini lebih hidup, memiliki keluarga, memiliki seseorang yang jauh lebih memperhatikan, seseorang yang sangat peduli.


Bahkan dinginnya cuaca ,membuatmu selalu bertahan .Menungguku belajar meraih cita citaku, setiamu memang dulu aku pertanyakan, namun semakin menjalani hubungan denganmu, setiamu bisa kamu pertahankan, kamu bahkan melibatkan aku dalam hidupmu, dan aku baru tahu, ketika kamu serius, kamu bersungguh sungguh ,tidak ada main main, kamu sungguh terlihat dewasa, bahkan semakin berkarakter.Aku cukup bahagia, kamu membangun istana , kita saling share , setiap ruangan apa , setiap apa yang kita pengen wujudkan, kita selalu shareing bersama, rasa nyaman itu tumbuh , dan terima kasih, kamu menjadikan aku , sesuatu yang berarti bagi hidupmu.


Yuri, Halil dan kedua orang tua nya, mengepak pakaian, tujuan mereka, menghadiri pernikahan Anto,sepupu nya Halil, pernikahan itu di laksanakan tiga hari lagi ,di Korea.


Yuri dan Halil sudah mengambil cuti pekerjaan di rumah sakit, sedangkan perkuliahan, baru selesai ujian, Yuri hanya tinggal merampungkan tesis nya.


" Yaaaang, ini sungguh sexy".


" Ihhh, jangan di pegang pegang, ini kalelawar aku bang".


" Kamu pemalu banget sayaaang".


" Abang aja yang gak malu pameri segitiga bermuda,tuh berserakan di atas kasur, " ujar Yuri tertawa.


" Itu bukan abang pameri yaaang, tetapi abang menghitung stok, cukup gak, hahahhaha".


" Yah abang, kan di cuci disana, emang mau bawa satu koper segitiga bermuda?".


" Kamu ledekin abang deh dekkkk".


" Kata mami, abang terlalu over pembersih, nih kamar aja ,bolak balik abang pel, abang tahu sendiri kan, Yuri sampai mau kepeleset karena abang tiba tiba ngepel,lantai licin, kalau mami gak marah sama abang, kalau gak karena Yuri mau kepeleset, abang tetap sama ,bolak balik ngepel, pantas di rumah sakit ruangan abang strerilnya di ukur paling tinggi sari ruangan lain, " ujar Yuri tertawa.


" Abang suka rumah bersih, rapi, nyaman kalau duduk, mau tiduran".


" Over juga jangan bang, seram lohhhh".


" Seram gimana dek?".

__ADS_1


" Seram Yuri tidur dekat abang, takut aku bau, takut Yuri gak rapi".


" Malahan dengan kehadiran kamu, abang lebih memaknani hidup."


" Hidup abang jauh lebih teratur,jauh lebih punya tujuan."


" Kalian sudah siap nak?" tanya mami Halil.


" Sudah mi".


" Yuk bergegas nak, kita mau ke bandara."


Yuri dan Halil mengangguk ,membereskan kekacauan di kamar mereka.


" Yuk ayangnya abang".


Yuri menahan tawanya, ucapan sang suami membuatnya tertawa.


" Sosok dokter Halil, sangat berbeda dengan isterinya di rumah, kalau di rumah sakit,cenderung jaim, lebih tegas, jarang manja manjaan, kalau udah di rumah, manjain isteri banget, dia nya juga manja,minta di perhatiin terus."


" Bahkan kalau nyiramin dan rawat kaptus ,betah, asalkan ada aku temani, modus nyari perhatian, iya kan bang?".


" Modus nyari perhatian isteri, gak apa apa yaaang, kan perhatian isteri sendiri, bukan wanita lain."


Yuri tersenyum dan mengusap wajah Halil.


" Aku sungguh sungguh menyayangi kamu yaaang, tulus banget".


" Abang ingin , kamu menjadikan abang orang yang selalu ada buat kamu, sehingga kamu merasa gak sendirian."

__ADS_1


" Sejak menikah dengan abang, Yuri gak kesepian lagi, Abang, mami, papi beneran nerima Yuri dengan tulus, Yuri gak merasa sepi.Bahkan Yuri ingjn, kita punya anak banyak bang, biar gak sebatangkara , gak punya saudara ,seperti kita".


" Serius yaaang?".


Yuri mengangguk.


" Abang senang banget dek, suasana rumah bakalan ramai suara tangisan baby, apa kita sebaiknya melekukan pengecekan yaaang?".


" Sebelum menikah,kita kan udah cek bang, abang dan Yuri sehat."


" Iya juga ya yaang, mungkin belum waktunya".


" Sabar ya yaaang, apa sudah siap jadi mom?".


" Sudah bang, apalagi kan hanya sisa nyusun dan merampungkan tesis, jadi walau lelah ,gak kompleks bang".


Halil memeluk Yuri, mengecup punggung Yuri perlahan.


" Boy, dimana aja ,kamu ini romantis banget, kayak dunia milik berdua aja, yang lain pada ngontrak, termasuk mami sama papi, iya kan boy ?".


Halil dan Yuri tertawa.


" Bahagia banget mami liat kalian nak, semakin dekat , semakin saling memahami, satu sama lain membangun pondasi keluarga."


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2