
Pagi yang cerah, membuat Yuri tersenyum manis.Pagi ini semangat Yuri mengepul, gak mual lagi.
Halil memeluk Yuri ketika sedang menyikat gigi.
" Happy banget pagi ini yaaang".
" Happy bang, pengen makan bakso mami, pengen makan gado gado dan ayam goreng lengkuas."
" Hari ini ada kuliahan yaaang?".
" Ya bang, bimbingan sama dosen pembimbing, soal tesis yang sedang Yuri lakukan,juga riset dan penelitian kasus yang Yuri jadikan bahan tesis kan butuh pengembangan".
" Dewanta?".
Yuri mengangguk.
Raut wajah Halil berubah.
" Abang kenapa ,langsung merengut".
" Gak apa apa".
" Abang cemburuan? bang profesional dong".
" Gimana pun, Dewanta ada perasaan sama kamu Ri, pria itu memendam rasanya, tapi susah buat berganti haluan."
" Kita gak mungkin memaksa orang gak mencintai kita bang, mencintai itu bebas kan , asal ada aturannya ,jika sudah menikah, kesetiaan kan harga mati.Jika pria baik, dia tidak akan mengganggu wanita yang sudah bersuami."
" Kadang cinta membutakan segalanya dek".
" Intinya di aku bang. bukan di pria nya.Jika aku mau, yah pasti bisa, jika iman aku kuat, pasti gak akan goyah dengan ikatan perkawinan kita."
Yuri melepaskan diri dari dekapan Halil, mengambil handuk nya dan menuju kamar mandi.Yuri mandi secepat mungkin, karena akan bertugas pagi.
Ketika Yuri sudah selesai, Yuri melihat Halil sedang mencari pakaian nya di lemari.
__ADS_1
" Ini kan baju abang yang sudah adek siapkan,kenapa gak abang pakai?".
" Abang ternyata punya sifat jelek, cemburuan gak menentu, " Yuri pun dengan sabar memasukkan kembali pakaian Halil ke dalam lemari.
Yuri menyisir rambutnya.Rasa kesal dalam diri Yuri menumpuk .
Yuri melirik Halil yang mendiaminya.Yuri pun berjalan dan keluar dari kamar.
Yuri menyandang tas nya.
Dengan santai Yuri memakan makanan nya di meja.
" Halil mana nak?".
" Di atas mi".
" Yuri sudah siap mi, Yuri pamit".
" Loh ,kenapa gak bareng Halil nak".
Yuri pamit dan bergegas ke depan, disana sudah ada Sarah yang menunggu Yuri.
" Tumben bareng saya Ri".
" Kamu sangat membantu Sar".
" Beperang?".
" Hmmmm".
" Kadang pria lebih egois Ri".
" Hmmmm".
" Kita berjuang, tetapi terkadang gak dihargai".
__ADS_1
" Entahlah Sar, masalah rumah tangga ,aku gak pernah mau berbagi dengan siapapun,karena banyakan manusia ,bisa saja kan di belakang mencari kesempatan dalam kesempitan, menjadi gunting. bukan menjadi benang".
" Walaupun kerabat, atau teman sendiri".
" Benar Ri, sahabat sendiri, terkadang iri dengan keharmonisan keluarga sahabatnya. Iri dengan kemapanan suami temannya, ada aja mengganggu dan mnjadi orang ke 3, namun sifat itu jauhkanlah dari diri ini, aku selalu sadar. jika kita mengambil kebahagiaan orang lajn, kita gak akan pernah bahagia.Kita gak akan pernah senang. karena hasil dari rampasan dan di peroleh dengan cara gak baik."
" Rumah tangga biasa berselisih, berdebat, namanya dua pribadi menjadi satu.Gigi aja bisa melukai mulut. Kadang makan kegigit, apalagi jika suami isteri", iya kan Ri.
" Ya Sar, saling memberi ,menerima dan saling dewasa itu susah ya Ri."
" Susah bagi saling mempertahankan ego, gak tahu salah nya apa, sangat susah lah Sar."
" Semangat Ri, kamu hamil, jangan stres stres, kamu juga belum selesai kuliah,nyusun tesis kan".
" Iya Sar, makasih semangat dari kamu".
Ketika sampai di rumah sakit, Yuri membaca jadwal tugas nya di meja reception.
" Operasi jam 8, operasi jam 11, " ujar Yuri berkata pada dirinya sendiri.
" Pasien cek ya Ri, dari semalam udah puasa.Laksanakan prosedur pengecekan detail,jangan berbuat kesalahan ", ujar Dewanta menatap Yuri.
" Baik dok," ujar Yuri .
Ketika Yuri berbicara dengan dokter Dewanta, Halil melihat kejadian itu, Halil langsung berlalu.Yuri hanya menatap sosok Halil, hanya menatap belakang tubuh nya.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1
"