Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Cemburuku


__ADS_3

Semua mata memandang kedekatan Yuri dan Halil.Memang pernah gosip mereka dekat, putus sambung.


" Abang ,mau makan apa, biar Yuri pesanin".


" Nanti abang pesan sendiri yaaang, abang makan di ruangan."


" Takut tergoda dokter cantik atau perawat?".


" Gak ada apa apanya yaang, isteri Bang lebih dari segala hal".


" Ihhh abang belagu deh".


" Andien masuk dulu ya bang, udah jam nya".


" Makasih suapannya ya yaaang, ujar Yuri pelan."


Halil tersenyum.


Yuri bergegas menuju lift dan menekan tombol.Ketika akan masuk ke dalam lift Yuri terkejut menatap sosok pria yang sangat mirip dengan pria yang pernah di sukainya saat SMP, wajah pria itu tidak berubah sama sekali.


" Yuri?".


" Bagas?".


Yuri dan Bagas pun tertawa bersamaan.


" Kamu dokter? tanya Bagas".


Yuri mengangguk.


" Kamu pastinya pengusaha kan?".


Bagas tertawa.


" Kenapa kamu gak pernah ikutan reunian Ri?".


" Sibuk," ujar Yuri tertawa.


" Tahu sendiri kan , dokter ribetnya seperti apa, belajar terus," ujar Yuri tertawa.


" Tapi salut Ri, kamu memang pintar".


" Gak ada uang receh, " ujar Yuri tertawa.


" Kamu ngapain ke rumah sakit Gas?".

__ADS_1


" Lagi jenguk mamiku, mamiku baru operasi kemarin, operasi klep jantung".


" Hmmmm, aku ingat. Kenapa mamimu gak mirip kamu ya Gas?" ujar Yuri ngakak tertawa.


" Aku mirip papiku Ri."


" Kaku ingat mas Hasan? dia kan mirip mamiku."


Yuri terdiam saat nama Hasan dikatakan Bagas.


Sosok pria yang mengejar ngejar Yuri, sosok kakak kelas nya.


Namun ketika Yuri tahu Bagas dan Hasan bersaudara, Yuri menjauh. Karena hubungan Bagas dan Hasan jadi tidak akur.


Masih jelas teringat , pelukan Bagas yang hangat, namun tirak ber jodoh .


Yuri pun pindah dari sekolah tersebut karena mendapatkan beasiswa di sekolah negara lain.


" Mas Hasan apa kabar?".


" Baik Ri, dia sudah ada anak satu, dia akan datang kemari, kamu mau ketemuan?".


" Gak dehhh, aku juga kuliah Gas. Nih selesai operasi langsung cabut, kuliah lagi".


Yuri mengangguk.


" Aku duluan ya Gas, bye".


Bagas mengangguk.


Yuri bergegas mencuci tangan dengan sabut ,kemudian seorang perawat memakaikan sarung tangan pada Yuri.


" Siap?" tanya Dewanta.


Yuri mengangguk.


Ketika proses operasi siap, waktu Yuri sangat mepet, Yuri pun bergegas mengganti pakaiannya.


Yuri bergegas menyandang ranselnya .


Ketika keluar dari lift Yuri tidak sengaja menyenggol bahu seseorang. Yuri terkejut ketika menoleh, disana pria yang pernah frustasi karena Yuri tidak menerimanya.


Yuri mengumpul buku nya dilantai.


" Maaf tuan, "ujar Yuri dengan sopan.

__ADS_1


Yuri pun berjalan meninggalkan tempat itu.Langkah Yuri lebih cepat. Yuri tersenyum saat melihat Halil bersandar di mobilnya.


" Makasih bang ,sudah mau ngantar".


" Asal ingat, bonus nanti malam yaaang".


Yuri tertawa.


" Sudah bisa berlari yaaang?" ledek Halil.


" Beneran masih sakit loh bang, tapi mau gimana lagi, mau buru buru.Nih nyerinya sampai ke hati bang".


Halil tertawa dan memeluk Yuri.


" Abang buruan, nanti Yuri kena hukuman karena telat".


" Dewanta hanya cari alasan aja kan Ri?".


Yuri kembali tertawa.


" Sewaktu keluar tadi , ada pria yang melihat kamu yaaang."


" Pria? ".


" Ya , dia mengejar kamu, dan langkahnya berhenti ketika melihat kamu menyamperi abang".


" Yuri gak liat bang, " ujar Yuri berkilah.


Setelah sampai di pafkiran, Yuri mengecup pipi Hal.Namun Halil langsung ******* bibir sensual milik Yuri.


" Nanti pulang jam 8 kan yaaang".


Yuri mengangguk.


Yuri melambaikan tangannya dan berlari menuju lift.Halil masih meliati Yuri dari jauh.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2