Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Cobaan


__ADS_3

Yuri begitu giat belajar, bahkan setiap malam dia juga banyak mempelajari materi yang di berikan dosen dosennya.


Halil juga sibuk dengan tugasnya di rumah sakit baru, terkadang dia sampai tidak pulang ke apartemen.


Yuri rutin selalu melakukan shift ,karena dia kuliah, maka dia hanya bekerja dari pukul 1 hingga 7 malam.


Sebagai asisten Halil, Yuri bersikap profesional, sesuai kesepakatan dari Yuri.


Yuri juga di perbolehkan menjadi asisten bagi beberapa dokter. Menurut oimpinan, agar Yuri lebih berkembang dan bisa memilih apa spesialisnya kelak .


Dokter Christian, dokter muda pintar, jenius dan sangat kkmpeten.Dosennyang enak di ajak diskusi .Beberapa dokter koas harus bersaing dengan Yuri ,kalau mau sharing soal kasus pasien.


Yuri baru saja selesai bertugas menjadi asisten dokter Christian.


Operasi rumit, memakan waktu 6 jam.Bahkan sedari siang pulang kuliah, Yuri tidak melihat Halil sama sekali.


" Minum Ri, kamu pasti lelah kan, ujar dokter Christian. selepas Yuri dan dirinya membersihkan dan mensterilkan tangan ."


" Makasih dok, " ujar Yuri .


" Kasus tadi jantung bawaan Ri, namun tidak di sadari, semakin bertambah umur ,semakin kompleks ."


" Kasus sulit, tetapi dokter mampu menanganinya, salut," ujar Yuri tersenyum.


" Minat soal heart?".


" My be, " ujar Yuri tersenyum.


Sudah 1 bulan lebih seorang dokter bedah saraf , dari Canada bertugas. Namanya Laura Wolf.


Dokter berbakat, tinggi dan sudah pasti, gosip cepat tersebar, dia mengejar ngejar dokter Halil.


Sebenarnya Yuri awalnya gak ngaruh, hanya Lisa temannya berkata, Akhir akhir ini, Halil dan Laura lebih banyak seringnkeluar bareng, makan bersama.


Dan benar saja, Yuri melihat kejadian ,mereka tertawa sambil makan bersama.


Yuri hanya diam, memesan mie kesukaannya dan membungkusnya saja.Yuri lebih suka menghindar, merenung sambil mendengarkan musik.Seperti sore ini, Yuri memakan mie nya di rooftop rumah sakit, duduk mendengarnlagu lagu melow dikala galau.Halil hanya me Wa jya seperti makan obat 3x sehari.Nanya sudah makan siang? sudah makan malam? lagi ngapain, tidak lebih.


Yuri merasa dia menerima cin cin pertunangan terlalu terburu buru.

__ADS_1


Yuri tersenyum kecut memandang awan gelap, ada operasi satunpasien kagi di jam 8 malam.Yuri menjadi asisten dokter Christian.


Hanya pojok inilah tempat Yuri menenangkan diri .


" Kamu tidak usah kecewa Yuri, kamu baiknya mengembalikan cin cin itu, hidup mu mungkin tidak ada dalam kamus hidup nya. Hanya sekedar penahlukan. Liburan semester akan berlangsung kurang lebih 2 bulan, kamu maunkerjakan apa?" Suara hati Yuri berkata.


Yuri mengambil handphone nya, membrowsing tenaga sukarelawan ,yang biasa dikirim ke daerah bencana dan perang.Yuri sudah sering ikut kegiatan itu, toh nyawanya hanya miliknya, tidak ada keluarga membuat nya lebih lepang dan gak banyak pertimbangan.


Yuri melihat jam tangannya, sudah pukul 7 lewat, Yuri pun bergegas keluar dari rooftop. Menekan lift. Dan tanpa di duga ketika lift terbuka, dokter Halil dan Dokter Laura saling tertawa begitu bahagia. Yuri lega ,di dalam lift ada beberapa orangbperawat. Mereka langsung menarik tangan Yuri mendekati mereka.


Yuri hanya menunduk. Yuri tahu,dokter Laura sesekali memegang lengan dokter Halil. Yuri hanya diam.


Ketika pintu lift terbuka, di depan lift dokter Christian sudah menunggu Yuri.


" Yukkk, " ujar dokter Christian.


Yuri mengangguk dan keluar dari lift.Yuri sama sekali tidak menoleh ke arsh Halil. Yuri berjalan santai di samping dokter Christian.


Halil sering di gantikan dosen lain di kampus karena kesibukan nya.Yuri tahu, hubungan nya dengan dokter Halil kurang komunikasi, karena kesibukan, Yuri pun memutuskan akan mengembalikan cin cin pertunangan mereka.Sebelum menemui Halil, Yuri menemui mami Halil dulu.


Operasi jantung sangat berat, Yuri bahkan nginap di rumah sakit. Tertidur di kamar para dokter jaga.


Siang itu, Yuri dan mami Halil berjanji ketemu di sebuah cafe dekat rumah sakit. Dan ternyata disana ada Halil dan Laurasedang makan dan mereka asik ngobrol tidak menyadari kehadiran Yuri dan mami nya.


" Siang Yuri".


" Siang Tan".


Sorot mata Yuri sedih, namun dia menutupinya dengan senyuman ketika melihat di bagian tengah cafe. Laura dan Halil sedang makan siang bersama.


" Yuri mau makan apa?".


" Tidsk udah Tan, saya sudah makan sebekum datang kesini.Saya pesan lemon tea aja.Tante mau pesan apa?".


" Sama aja Ri, tante gak selera makan."


Yuri pun memesan 2 minuman buat mereka.


" Maafkan saya Tan, baiknya persiapan pernikahan di batalkan saja.Sudah 1bilan ini, saya semakin jauh dengan dokter Halil, komunikasi kami juga hanya via Wa dan beberapa kali bicara sekedarnya .Saya merasa bukan orang yang tepat. Saya akan mengembalikan cin cin pertunangan ini secepatnya pada dokter Halil."

__ADS_1


Wajah mami Halil sangat sedih, dia bisa melihat Yuri terluka.Namun hatinya sebagai wanita juga sedih, saat melihat Halil berdua dengan Laura bisa tertaws.


" Ya Yuri, baiklah.Tante gak maksakan apapun.Tante sangat menyukaimu dan berdoa ,kamu bahagia selalu."


Yuri tersenyum, menyeruput lemon tea nya.


" Makasih ya Tan, atas pengertian tabte."


" Maaf ya nak, maaf, hanya itu yang mami Halil bisa katakan."


" Saya balik bertugas ya Tan, hati hati pulang".


Mami Halil mengangguk.


Mami Halil menatap tubuh Yuri yang meninggalkannya.


Dengan langkah berani mami Halil duduk di kursi tepat di samping Laura.


" Pemandangan ini, sepertinya sudah satu bulan lebih, dan ternyata beginilah akhirnya boy, semoga kamu tidak menyesal, melepaskan berlian, demi se onggok imitasi, "ujar mami Halil tersenyum kecut.


" Mami, sama siapa kesini?".


" Bareng Yuri, namun dia kembali lebih dahulu".


" Mami kenapa gak gabung sama Yuri?".


" Biat apa? buat melihat kamu tertawa di antara luka seorang gadis yatim piatu? mami juga wanita boy, tetapi apa isi kepalamu mami tidsk paham.Dan cukup boy, mami membantumu sampai hari ini, dsn semuanya sudah mami batalkan.Demi Yuri."


Mami Halim pun berdiri dan melangkah pergi.


Halil terkejut dengan penuturan maminya.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2