
Yuri mendengarkan lagu dari handphone nya.Mengambil sebuah biola, memainkannya di depan seorang nenek pasien operasi lutut,sang nenek bosan .Dia suka memainkan biola dan Yuri sering ke ruangannya banyak belajar metode gesek pada biola.
"Nek, Yuri akan bawakan lagu, dengar ya",ujar Yuri
" Jangan pernah katakan bahwa cintamu hanyalah untukku
Karena kini kau telah membaginya
Maafkan jika memang kini harus kutinggalkan dirimu
Karena hatiku slalu kau lukai
Tak ada lagi yang bisa ku lakukan tanpamu
Ku hanya bisa mengatakan apa yg kurasa
Ku menangis... membayangkan
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya".
Yuri sengaja memakai lagu bahasa Indonesia, sang nenek tidak tahu artinya.
Lantunan gesekan biola itu begitu Yuri resapi,Yuri juga bernyanyi. seperti mini konser. Yuri membuka jendela dan disana angin bertiup sangat kencang, membelai rambut indahnya.
Ketika Yuri membuka matanya,di ujung matanya ada linangan air mata ,namun Yuri berusaha tersenyum .
Tetapi bengong ketika melihat beberapa saat ketika membuka mata. beberapanperswat, dokter koas ,dokter Hakim dan dokter Christian di depannya.
Dokter Hakim langsung memeluk Yuri.
" Keadaan suasana hatimu tidak baik baik saja bukan?",ujar Hakim.
Yuri hanya tersenyum .
" Kamu semakin kurus, bawa aku jalan Ri, lusa saya seminar".
Yuri hanya tersenyum.
" Mantap banget yaaaahhh kalau Yuri main biola," ujar Bernadeth seorang perawat.
" Sudah pasti jelas dongggg, main piano dan gitar mah rajanya" ujar Ana.
" Sudah dulu ya nek, saya tugas dulu,"ujar Yuri.
" Hmmm, makasih ya nak, sudah main biola buat nenek."
" Lagu sendu ,"ujar Yuri tersenyum.
__ADS_1
" Gak apa apa Ri. Nenek terhibur."
Yuri tersenyum kembali, namun matanya sendu, menyimpan kesedihan.
" Bagaimana kabar mu Ri?".
" Yah begini aja ," ujar Yuri.
" Gak banyak perubahan dok, kuliah, bekerja, begitu aja."
" Apa berat materi kuliahnya Ndien?".
" Lumayan dok, namanya kuliah percepatan, ngepres materinya",ujian extra lebih banyak, latihan dan lab juga banyak .
" Bagaimana hubungan kamu dengan Halil?".
Yuri menunduk dan hanya diam.
" Entahlah, rasanya cin cin ini hanya penghias, berat di karatnya dok, "ujar Yuri, matanya sendu.
Hakim menepuk pundak Yuri.
" Jangan patah semangat ya Ri, kamu harus berjuang kuat".
" Pasti."
" Kamu tugas jadi asisten dokter Christian , "ujar Bernadeth.
Yuri me Wa Halil. ayuri tidak mau masalahnya berlarut larut.
" Ri, tugas yokkk, " ujar Christian.
" Baik dok".
" Saya tugas dulu ya dok, dokter mau kemana lagi?".
" Hanya mau liat kamu Ri, saya sengaja buat seminar di rumah sakit ini, sambil lihat kamu",ujar Hakim.
" Alasan, " ujar Yuri tersenyum.
Yuri menukar pakaiannya dan sudah pasti dokter Christian menunggunya berbenah, mereka mencuci tangan bersama.
" Yuri, gesekan. biolamu, super duper mantap, jangan sedih, patah satu hilang berganti. ujar Christian".
" Dokter menari nari di atas penderitaaan hamba," ujar Yuri.
" Sudah bisa buka pendaftaran nih Ri? kalau udah info yahhh, saya daftar duluan."
" Gak akan buka lagi dok, males sayanya di PHP dok. saya rasa saya kena kutuk deh, seperti cut pat kai, memang cinta itu,penderitaan tiada akhir dok. Gak lagi dok, anak panti, hanya permainan kali yah dok".
" Orang yang menyia nyiakan kamu begok Ri, bakalan menyesal".
__ADS_1
" Gak dok, malah lega udah menahlukkan".
" Liburan kuliah kemana Ndien?".
" Mau semedi Dok, maklum lagi broken heart."
Christian tertawa.
Yuri dan Christian pun memasuki ruang operasi.
Yuri fokus banyak belajar dari Christian.
Yuri melihat sosok Halil dan beberapa dokter serta perawat dari sebuah ruang, melihat operasi yang berlangsung sedang berjalan.
" Emosi kamu stabil banget Riz walau di nonton banyak orang ,apalagi lagi black list dengan si dia."
Yuri hanya tersenyum.
" Harus tahu diri dok, namanya juga ban serap, yah nyadar kan dok, menata diri wajib dok. Buah perjuangan pasti ada ,buat kesabaran pasti ada".
" Jangan hancur karena seorang pria Ri".
" Pasti, " ujar Yuri .
" Kamu udah banyak kuasai bidang jantung Ri, 90an persenan, sebenarnya sudah siap lepas".
Yuri hanya tersenyum.
Selesainoperasi, Yuri pun membuang sarung tangannya , berjalan menuju kamar loker. Yuri mandi bersih .
Yuri berjalan di lorong rumah sakit. Seseorang menggenggam tangannya. Yuri langsung menangkis dan menghindar.
" Ri ,ini mas".
" Bahkan kamu gak mengenal mas".
" Benar, saya tidak mengenal anda dok, tidak mengenal anda sama sekali."
Halil terkejut dengan ucapan Yuri.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1