Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Semakin dekat


__ADS_3

Ketika Yuri sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian piyama tidur bermotif domba, Halilntersenyum menatap Yuri.


" Maaf bukan maksud saya melecehkan kamu Ri, mengecup bahu kamu, " ujar Halil.


" Maaf nya di terima, jangan di ulang lagi, " ujar Yuri.


" Kamu cantik dengan pakaian tidur gini Ri, menggemaskan, " ujar Halil.


" Hmmm, saya gampang tertidur loh dok".


Halil tersenyum.


" Kamu suka baca buku ini Ri?".


" Suka dok, belum selesai, ada beberapa saya tandai, belum begitu paham."


" Mau saya jelaskan?".


" Boleh dok".


Yuri menanyakan sebuah kasus.


Dengan sigap , Halil menjelaskan ny pada Yuri.


" Kalau ini dok? tanya Yuri".


Halil kembali menjelaskan langkah dan maksud dari ateri di buku.


Yuri tersenyum gembira, Halil memang dokter yang sangat pintar.


" Kapan pun,jika kamu kesulitan, jika kamu bingung ,nanya ke saya aja Ri".


" Ya dok, makasih banyak, " ujar Yuri dengan tulus.


Halil mengusap puncak kepala Yuri dengan lembut.


Yuri mulai menguap dsn tidak lama kemudian tertidur pulas. Halil memanggil namanya, namun Yuri tidak menjawab.


Halil mengambil beberapa foto Yuriz mengecup pipi Yuri .Halil kemudian perlahan mengusap wajah Yuri.


" Kamu sangat lelah sayaaang. Rasa di dada ini, berkembang hanya buat kamu."


Halil menggendong Yuri dan membaringkan Yuri di kamar dimana Yuri keluar dari sana.


" Mimpi yang indah sayaaang, mimpikan mas, bisik Halil di telinga Yuri."


Hanya hembusan nafas Yuri terdengar.


Halik mengecup dahi Yuri. Kemudian Halil menutup pintu kamar Yuri.


Halil mengambil jas nya dan memkai sepatunya.


Perlahan menutup pintu apartemen Yuri.

__ADS_1


Halil melangkah ke apartemennya. Halil tersenyum ,ternyata dirinya dsn Yuri tetanggaan.


Halil meletakkan sepatu dan memakai sendsl rumahnya, membuka kemejanya, dan menujunkamar mandi.Halik bersenandung karena sangat bahagia, hari ini perkembangan hubungannya dengan Yuri semakin dekat, hati Halil berbunga bunga.


Bahkan ketika sudah memakai kaos dan berbaring, kilas balik Halil menyandera Yuri di dinding, kilas balik Halil meremas jemari tangan Yuriz kilas balik dia mengajari Yuris mengecup Yuri ketika tertidur, Halil sangat bahagia.


Halil tersenyum dan bolak balik di ranjang.


" Oh Tuhan inikah namanya jatuh cinta, begitu lama baru aku merasakan cinta seperti ini, aku merindukannya,ingin memilikinya, ingin selalu dekat dan sangat cemburu jauh darinya."


Halil membuat foto profil dirinya dengan Yuri .


Yuri sudah mengirim rekaman dan foto mereka berdua.


Halil mengelus wajah Yuri di layar handphone nya.


Akhirnya Halil memejamkan matanya.


Dan ketika pagi tiba, Halil sengaja memasak omelet, roti bakar dan segelas jus jeruk.


Halil mengetuk pintu apartemen Yuri.


Yuri merasa heran, karena pagi pagi sudah ada yang mengetuk pintu apartemen nya.


Yuri mengintipmdari lobang kecil di pintu, Yuri terkejut melihat dokter Halil.


Yuri membuka pintu.


" Dokter....".


" E...ee....masuk dok".


Halil melihat meja makan dan meletakkan sarapan disana.


" Kamu gak sarapan Ri?".


" Biasa hanya ngunyah roti dok,saya gak bisa masak, "ujar Yuri.


" Mulai sekarang, pagi ,biar saya yang masakin sarapan buat kamu".


" Hahhh...gak ...gak usah dok, beneran."


" Gak ada penolakan, sini, duduk," ujar Halil.


Yurinpun patuh , duduk dan memandang omelet dan roti bakar cokelat plus keju.Mata Yuri berbinar binar.


Yuri mengambil roti dan mengujyah nya.


" Hmmm, enak benar dok, kranci, full cokelat dan keju.Wangi, " ujar Yuri.


Halil mengambil tisu dan melap bibir Yuri.


" Ee...biar saya aja dok".

__ADS_1


" No...",ujar Halil tersenyum.


Yuri meneguk jus jeruk, terasa sangat segar.


" Bukan jeruk ya dok, tetapi sunkis".


" Ya ,kamu suka kan sunkis".


Yuri mengangguk.


" Dokter lumayan masak, ajari saya dok".


" Hmmm, boleh, gimana kalau nanti pulang kita singgah ke swalayan, kebetulan isi kulkas saya kosong".


Yuri mengangguk.


" Janji yah Ri, gak boleh ingkar".


" Iya dok, janji, " ujar Yuri tersenyum mengembang.


Halil mencuci tangannya, dan mengambil karet dari meja tamu. Bergegas mengikat rambut Yuri. Tatapan mata Yuri dan Halil bertemu.


" Sudah rapi Ri".


" Makasihhhh, " ujar Yuri sedikit gelagapan.


Sesudah sarapan, Yuri mengambil tas nya dan memasukkan handphone ke dalamnya.


" Kuta pergi sama ya Ri".


" Gak usah dok, gak enak di pandang yang lain".


" Ri, hidup kita yang jalani, yang lain ,kalau mau nonton, silahkan, gak masalah kan Ri. Hidup mereka ,mereka jalani, jangan ngusik hidup kita, bahagia kita ,yah milik kita," ujar Halil tersenyum manis.


Yuri kehilangan kata kata.



Mereka pun menuju ke rumah sakit.


Yuri seperti biasa menundukkan kepalanya dan Halil hanya tersenyum menggelitik punggung Yuri.


Yuri bergegas duluan keluar dari mobil dan mengendap endap bergegas ke ruangan Halil.


Halil hanya tertawa melihat ke imutan ulah Yuri.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Like yang banyak yahhh


Biar Up yang banyak nihhhh


Jangan Lupa

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2