
Yuri bangun pagi, menyiapkan pakaian Halil.Halil menyukai kemeja putih, rata rata kemeja nya bewarna putih yang ada di kopernya.
Ada rasa deg degan ketika Yuri mengambil dalaman sang suami, mau gimana lagi, sudah menjadi iateri harus semuanya terbiasa.Belum pernah mereka se intim itu. Bahkan mereka pernah pacaran hanya sebatas ciuman ,Yuri juga kekeh menjaga harga dirinya .
Yuri menyusuri pagi, membeli sarapan di toko roti kesukaan nya.
Beberapa pegawai kantoran selalu rutin menyapa nya.
Yuri dengan ramah berteman dengan siapa saja. Beberapa pria berdasi sering mendekati Yuri, Yuri menolak ajakan mereka secara halus.
Pagi itu para pria terpukau dengan cin cin yang Yuri kenakan di jari manisnya.
" Anda sudah menikah? " tanya seorang pria lebih tua 4 atau 5 tahunan dari Yuri.
" Sudah pak".
" Kapan, kamu gak pernah jalan sama pria, paling teman kamu kan Ri, sesama dokter."
Yuri tersenyum.
" Saya sudah menikah , "ujar Yuri.
" Yang benar aja Ri".
" Beneran".
" Suami kamu?".
" Pacar pertama saya, " ujar Yuri.
" Patah hati banget aku Ri".
" Kami juga, ujar beberapa pria".
" Patah hati kenapa?".
" Kalau kami ngajak jalannkamu, kamu gak pernah mau, menghindar".
" Kami kasi buket bunga dan macam macam paket, di tolak dari pihaknapartemen dan rumah sakit, giliran masih sayang sayang nya, ditinggal nikah," ujar seorang pria eksekutif.
Yuri hanya tersenyum.
" Saya pamit yaahhh," ujar Yuri.
Para pria memandang Yuri sampai di kejahuan.
Halil tersenyum melihat Yuri, Halil tadi mengikuti langkah Yuri, dan Halil sangat terkejut ketika begitu banyak pria menyukai wanitanya nya.
Halil menepuk pundak Yuri.
" Mas ngikutin ?".
" Hmmm, mas nyusul yaaang".
__ADS_1
Halil meraih tangan Yuri, kemudian menggenggamnya.Mereka pun kembali ke apartemen.
Yuri mengenalkan Halil pada satpam penjaga keamanan apartemen.
Mereka mengenal Halil, karena beberapa kali mencari Yuri di sana.
" Yuri gak pandai masak bang".
" Gak apa apa yaaang".
" Kita di ke mandion tinggal ya yaaang, karena persiapan pemberkatan dan keluarga besar udah berkumpul yaaang, nih pagi mereka udah tiba semua."
" Wajah kamu kenapa jadi memerah gitu?".
" Grogi bang".
Yuri membuka pintu apartemen.
Yuri mengambil beberapa buku, kemudian memasukkannya ke dalam tas.
" Buku ini, biar di beresi sama pekerja mami".
" Buku ini banyak banget bang, gak usah. Baiknya Yuri bawa bertahap bang, toh tiap per dua hari kuliah , jadi bisa dj angsur di bawa. Gak bawa juga gak masalah mas, sewa apartemen masih lama waktunya habis."
" Gambar kamu bagus yaaang".
" Kalau gak bagus, bakalan di suruh ulang sama prof Dewanta, " ujar Yuri.
" Dewanta memang gak tampan, tapi bekarisma. Dia sangat mencintai kamu kan Ri?".
" Dia sangat pintar, tajir, yang ngejar kamu ,rata rata dokter pintar dan tajir ya Ri", ujar Halil.
" Hmmm, entahlah bang."
Yuri terungat raut wajah Dewanta. Tampak terlihat sedih.
" Yaaang, kamu kenapa?".
" Gak apa apa bang, sarapan yukkk".
Yuri menuangkan susu dan mereka pun mengunyah roti mereka.
Yuri memandang Wa nya. Rentetan Wa membuat Yuri terkesima.
Yuri membaca satu persatu Wa dari Dokter Dewanta, Christian dan Hakim.
Yuri memijit kepalanya.
" Kenapa yaaang?".
Yuri hanya diam.
Yuri berdiri sambil mengemasi beberapa pakaiannya.
__ADS_1
Memasukkannya ke dalam koper dan memasukkan beberapa buku kuliahnya.
" Yuri masuk jam 2 bang".
" Selesai kuliah pukul nerapa Ri?".
" Jam 6 sore bang".
" Wa kamu banyak pesan yaaang".
" Ehhh...,iya."
" Beberapa hari kedepan , kampus ngadain kegiatan di rumah sakit tentara bang, jadi kami stay disana 3 harian."
" Nginap?".
Yuri mengangguk.
" Mas ditinggal lagi".
" Mau gimana lagi bang, namanya juga kuliah."
Halil memeluk Yuri dengan erat.
" Apa kamu menyesal menikah dengan abang ?".
" Menurut abang?".
" Mana abang tahu dek, pengagum mu semakin ngeri dek".
" Ngeri gimana bang?".
" Mereka belum bisa nerima kita menikah".
Halil menarik Yuri dalam pelukannya.Mereka saling menatap.
Halil mengecup kepala Yuri.
" Abang takut kehilangan kamu".
" Fans nya abang juga banyak kan".
" Banyakan kamu dek".
Yuri hanya tertawa, membenamkan dirinya di dalam pelukan Halil.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment