Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Pertemuan Dengan Kaliandra


__ADS_3

Valia yang termenung kini mulai berpikir untuk bertemu dengan Carmila, ia pun mengeluarkan secarik kertas yang di berikan oleh Carmila.


Valia langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai mengirim pesan pada Carmila, setelah menunggu lama, Valia tidak mendapat balasan dari Carmila, ia pun hanya bisa menghela nafas kasar.


Setelah kelas selesai, Silyena langsung pergi keluar kelas, ia pun berlari dengan sangat cepat, dan tiba-tiba, ia menabrak seseorang sehingga keduanya jatuh secara bersamaan.


Brukk


Brukk


"Aduh, sakit" ucap Valia sambil mengelus bokongnya yang terasa sangat sakit.


Orang itu pun terkejut dan ia langsung bangkit dan mengulurkan tangannya pada Valia yang juga tengah kesakitan "Aku minta maaf, apa kau baik-baik saja?" tanya pria yang baru saja di tabrak oleh Valia.


Valia mengangguk berulang kali, "Aku baik-baik saja, terimakasih," jawab Valia sambil mengulurkan tangannya lalu Valia berjalan tanpa melihat wajah pria itu.


Pria itu hanya menatap kepergian Valia, ia merasa Valia tampak berubah, dan ia juga mendengar dari temannya bahwa Valia sudah berani melawan Jian dan kelompoknya.


Awalnya pria itu tidak mempercayai perkataan temannya, tapi hanya karena mereka bertabrakan, hal itu mampu membuat Pria itu bisa menyimpulkan bahwa Valia memang telah berubah.


"Dulu dia orang tidak suka bersentuhan dengan orang, dan ketika bertemu dengan orang tubuhnya pasti bergetar ketakutan, tapi sekarang dia bahkan bersikap acuh tak acuh, dia benar-benar seperti orang lain" gumam Pria itu sambil menatap punggung Valia yang semakin menjauh.


"Kaliandra!" panggil sang teman.


Valia menghentikan langkah kakinya, ia seperti pernah mendengar nama itu, ia pun menoleh kebelakang dan ternyata wajah Kaliandra tertutup oleh teman-temannya.


Karena hal itu membuat Valia tidak tertarik lagi untuk mengetahui wajah Kaliandra. Ia memilih untuk meninggalkan gedung kampusnya dan berjalan ke gedung selanjutnya.


Dimana gedung yang di tuju Valia adalah tempat di mana Carmila berada, "aku harus bertemu ibu dan melihat keadaannya" batin Valia yang dengan mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Kaliandra sempat melihat Valia berhenti, namun ia tidak tau bahwa saat itu Valia tengah menoleh kearahnya.


"Selama ini aku terus berusaha mendekatimu, tapi aku tidak tau bahwa kedekatan kita justru membawa petaka untukmu" batin Kaliandra sedikit sedih.


#Flashback On


Kaliandra adalah cowok populer di kampus, ia adalah ketua organisasi di kampus itu, dan hal itu membuatnya memberi ospek pada anak baru di kampus.


Kaliandra tipe orang yang sangat dingin dan juga cuek, banyak wanita yang mendengarnya, tapi tak satupun dari mereka yang berhasil mendekati Kaliandra.


Dan untuk pertama kalinya jantung kaliandra berdetak sangat cepat saat mata Kaliandra melihat kearah mahasiswa baru yang tengah menoleh ke kanan dan kiri.


Kaliandra merasa bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Valia asli, dan saat tatapan keduanya bertemu, Valia asli langsung menunduk karena ia terlalu takut untuk menatap Kaliandra.


Sejak saat itu pula, Kaliandra terus menatap Valia dalam diam, lalu Kaliandra memberikan sebuah misi pada anak mahasiswa untuk mengumpulkan 50 tanda tangan para senior.


Valia asli juga melihat tumpukan dokumen berada tepat di atas meja para anak organisasi, ia mencoba memberanikan diri untuk meminta tanda tangan para senior itu.


Lalu Valia berusaha menyemangati dirinya sendiri "Ayo Valia, kau harus mencobanya, jika tidak maka kau tidak akan lulus ospek" gumam Valia asli sambil membulatkan tekatnya.


Valia pun kini berada di depan meja para senior, tangannya tampak gemetar dan terus menunduk "per-permisi kak, bisakah kakak menandatangi kertas saya?" tanya Valia asli dengan gugup.


Kaliandra dan teman-temannya terkejut melihat Valia menghampiri mereka, Karen mereka hanya melihat Valia seorang diri, dan sedangkan mahasiswa lainnya tidak berani melakukan aksi tersebut pada anak organisasi.


"Kau yakin meminta tangan kami?" tanya senior lainnya.


Dahi Valia asli tampak terlihat berkeringat, ia takut di marahi di depan khalayak orang, ia pun mencoba mundur secara perlahan agar tidak menyinggung para senior itu.


"Ji-jika kakak tidak bersedia, maka saya tidak akan memaksa, terimakasih kakak semua" ucap Valia asli dengan gugup disertai tangan yang sudah berkeringat dingin.

__ADS_1


Kaliandra tetap diam, namun senyuman tipis terbit di bibirnya, "Tunggu, berikan kertasnya" ucap Kaliandra sambil mengulurkan tangannya.


Valia Asli tampak terkejut dan ia pun langsung menaruh kertas itu di tangan Kaliandra, ia melihat Kaliandra langsung menandatangi kertasnya, bahkan tanda tangan itu dibuat dengan berhati-hati.


Teman-teman Kaliandra bahkan tercengang dengan sikap Kaliandra yang terlihat sangat hangat pada Valia asli.


Tapi, karena mereka melihat Kaliandra menandatanganinya, maka para anak organisasi lainnya bahkan ikut berebut untuk menandatangani kertas Valia asli. tidak hanya para lelaki saja, tapi juga para wanita dengan suka rela menandatangani kertas itu.


Valia asli bahkan terkejut melihat para senior memperebutkan kertasnya, senyuman tipis pun terbit di bibir Valia, dan pandangan itu tidak luput dari perhatian Kaliandra.


Ia melihat Valia asli tengah tersenyum melihat kertasnya sudah terisi banyak tanda tangan "Pasti dia berpikir ternyata tidak membutuhkan usaha untuk mendapatkan tanda tangan itu" batin Kaliandra ketawa kecil.


Para mahasiswa lainnya terkejut melihat kertas Valia menjadi rebutan senior di organisasi itu, mereka pun mulai berlari kearah senior-senior itu untuk meminta tanda tangan.


Tapi siapa sangka, mereka langsung di usir para senior itu, dan mereka semua tidak ingin menandatangani kertas orang lain selain milik Valia.


Sejak kejadian itu, Valia tampak di musuhi oleh para mahasiswa lainnya, dan di tambah ia bertemu dengan kelompok Jian, maka lengkaplah sudah penderitaan Valia asli.


#Flashback Off


Kaliandra kini menutup matanya sebentar dan menghela nafas pelan "andai saja aku tidak melakukan itu padamu, pasti kau tidak melewati hari-hari yang begitu berat di kampus ini,"


"Tanpa menyadari hal itu, aku bahkan terus mendekatimu, walau kau terus menolak ku, tapi aku tetap bersikukuh mendekatimu, dan ketika aku mengetahui perlakuan Jian padamu, aku justru malah menjauhi mu" batin Kaliandra dengan penuh penyesalan.


"Ayo kita pergi, untuk apa kau datang kemari?, apa kau ingin melihat mahasiswi junior yang di juluki sebagai orang tercantik di gedung kami?" ledek sang teman pada Kaliandra.


Kaliandra menoleh dan tertawa pelan "tidak, aku tidak tertarik padanya, ada seseorang yang sedang aku perhatikan" ucap Kaliandra sambil berbalik dan berjalan meninggalkan kedua tamannya yang tengah tercengang.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2