Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman
Menghapus Nama


__ADS_3

Walau Freya sudah memeluk putrinya, tapi Jian tetap saja takut mengingat darah dan daging dimana-mana.


"Mama, satu hari sebelum kejadian itu, aku dan ibu Gleni berada dir uangnya, lalu dia mendapat sebuah pesan, tapi dia tidak memberitahu padaku dan hanya menyuruhku keluar dari ruangannya, setelah itu kami berpisah, aku menduga bahwa daging yang ada di ruangan itu adalah miliknya, karena ibu Delna sudah berusaha menghubungi ibu Gleni, tapi panggilan itu tidak tergabung sama sekali," ucap Jian yang menceritakan kejadian satu hari sebelumnya.


Freya yang mendengar itu benar-benar terkejut, lalu ia menoleh kearah Yuwin, dan keduanya pun saling menatap satu sama lain.


"Jian, bagaimana kau bisa memikirkan hal seperti itu?, kasus ini benar-benar sangat rumit, jadi jangan mengatakan hal yang aneh," ucap Yuwin sambil memperingatkan Jian


Karena faktanya kasus itu bukanlah kasus biasa, karena pelaku mampu menghilangkan jejaknya hingga para polisi serta penyidik tidak menemukan benda yang di katakan oleh dokter ahli forensik.


"Tidak pa, sepertinya aku yakin bahwa daging itu milik ibu Gleni, dan petunjuknya adalah ada di ponselnya. Karena kami lari setelah ibu Gleni melihat ponselnya," ucap Jian lagi sambil melihat Yuwin.


Yuwin yang mendengar itu pun tidak suka dengan perkataan Jian, "ini peringatan dari papa Jian, jangan mengatakan apapun jika kau tidak ingin masuk kedalam penjara. Ini adalah permainan yang sangat rumi, kau tidak usah terlibat dengan urusan itu," ucap Yuwin yang memperingati putrinya.


Jian yang mendengar itu mulai menunduk memikirkan perkataan Yuwin, "benar kata papa, tidak seharusnya mengatakan fakta itu, karena mereka bisa saja memenjarakan aku, apalagi di ponsel itu terdapat orang suruhan ibu Gleni untuk memenuhi Valia" batin Jian.


Jian pun mendongakkan wajahnya, "baik pa, aku tidak akan mengatakannya pada orang lain." ucap Jian sambil menganggukkan kepalanya.


kringgg


Suara dering ponsel mulai terdengar, mereka semua mulai menatap Yuwin.


Yuwin mengeluarkan ponselnya dan melihat nama yang tertera di ponselnya, "sekretaris Hally?, kenapa dia menghubungiku?" gumam Yuwin, lalu ia pun mengangkat panggilan itu.


"Pak, gawat ... perusahaan Samantha menarik investasi mereka secara sepihak pak,"


Yuwin membulatkan matanya, "Apa?!, bagaimana mungkin?" teriak Yuwin yang benar-benar sangat terkejut.


"Saya tidak tau pak, kami sudah menanyakan pada mereka, tapi mereka menolak untuk menjawab pertanyaan kami pak,"

__ADS_1


"Yasudah saya akan mendatangi perusahan itu dan menanyakan sendiri alasan mereka memutuskan secara sepihak seperti ini," ucap Yuwin lalu mematikan ponselnya dan memasukkan kedalam saku celana.


Freya dan Jian saling memandang satu sama lain, lalu Freya pun bertanya pada suaminya. "Apa papa akan pergi sekarang?," tanya Freya yang sedikit takut.


"Iya, papa akan pergi sekarang," ucap Yuwin sambil beranjak dari sofa dan lagi-lagi mereka mendengar kembali suara dering ponsel.


Yuwin yang masih beranjak, mengeluarkan kembali ponselnya, ia melihat sebuah nama yang sangat di takutinya, "ada apa ini? kenapa saat aku ingin pergi menemuinya, dia justru menghubungiku duluan?," gumam Yuwin sambil melihat ponsel itu terus menerus.


Freya dan Jian merasa heran dengan Yuwin, "Ada apa, pa?" tanya Jian dan Freya secara bersamaan..


"Tuan Samantha menghubungiku," ucap Yuwin sambil melihat kearah Jian dan Freya.


Freya yang mendengar itu pun mulai tersenyum, "bukankah itu bagus?, kau tadi ingin menemuinya tapi sekarang dia sudah menghubungimu, jadi sebaiknya kau tanyakan saja langsung padanya," ucap Freya yang tersenyum pada Yuwin.


"Tapi?, bukankah ini sedikit aneh?," tanya Yuwin pada Freya, namun Freya justru menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah, jangan memikirkan hal yang belum pasti, lebih baik pikirkan yang sudah terjadi," ucap Freya sambil menetap Yuwin.


"Aku menghapus nama keluarga mu dari salah satu pemegang saham di kampus Yerpolian"


Mendengar perkataan itu, membuat Yuwin tidak bisa menutup mulutnya yang sudah terlanjur terbuka lebar.


Kalimat itu juga mampu membuat Yuwin mematung, lalu panggilan dari Javier juga langsung terputus.


Yuwin pun jatuh terduduk di atas sofa, Freya dan Jian merasa sangat terkejut, mereka pun mulai beranjak dan menghampiri Yuwin.


"Papa kenapa?," tanya Jian dengan panik sambil menggoyangkan lengan Yuwin.


"Papa tolong jangan menakuti kami, sebenarnya ada apa denganmu?," tanya Freya yang juga panik dan duduk di samping Yuwin.

__ADS_1


Yuwin menoleh kearah Freya, "Kita sudah tamat, tuan Samantha menghapus namaku dari nama pemegang saham yang ada di kampus," ucap Yuwin dengan pelan.


Jian yang mendengar itu mulai memundurkan langkahnya, "Kenapa bisa jadi seperti ini?," tanya Jian yang mulai ketakutan.


Faktanya investasi perusahaan Samantha mampu membuat perusahaan keluarga Jian berkembang, hanya mereka lah yang berani berinvestasi begitu besar dengan resiko yang besar juga, dan sangat banyak keuntungan yang didapat dari pemegang saham di kampus Yerpolian.


Jadi Jian pun mulai memikirkan bagaimana kehidupannya di kampus nanti, dan jika dirinya jatuh miskin, maka image yang sudah di bangunnya pasti akan hancur dan dirinya juga tidak akan bisa berkuasa di kampus itu lagi.


"Tidak!, tidak pa, tolong jangan katakan itu," teriak Jian sambil menatap kearah Yuwin.


Sedangkan Yuwin melirik kearah Jian, ia melihat anak semata wayangnya tidak siap untuk jatuh miskin.


Yuwin yang mendengar teriakan itu mulai menuruti wajahnya dengan kedua tangan, "bagaimana ini?," gimana Yuwin yang sedang tidak bisa memikirkan apapun.


"Papa, kita pasti memiliki jalan keluarga, coba pikirkan sekali lagi," ucap Freya yang berusaha membuat suaminya bangkit kembali.


Yuwin pun menggelengkan kepalanya, saat ini ia sungguh tidak bisa memikirkan apapun,


Impact yang diberikan perusahaan Samantha sangatlah besar, jadi jika perusahaan itu menarik saham mereka dari suatu perusahaan, ataupun menghapus nama pemegang saham, maka perusahaan lain pasti tidak akan mau menerima perusahaan yang diduga memiliki konflik dengan perusahaan Samantha.


"Sebenarnya apa yang sudah kita lakukan sehingga tuan samantha melakukan hal ini padaku?" gumam Yuwin dengan menarik rambutnya dengan kuat.


Lalu ia pun melihat kearah Freya dengan tajam, "apa kau baru-baru ini menyinggung seseorang dari keluarga samantha?" tanya Yuwin dengan keras.


Freya tampak terkejut mendengar suara itu, ia pun mencoba mengingat namun ia tidak merasa pernah menyinggung keluarga itu, "tidak pa, aku tidak pernah bertemu dengan salah satu dari mereka." jawab Freya sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Lalu Freya dan Yuwin mulai menoleh kearah Jian secara bersamaan, "Jian, Bagiamana denganmu?," tanya Yuwin dengan mata melotot sempurna.


Sedangkan Jian terkejut melihat tatapan Yuwin, ia merasa seakan Yuwin akan menelannya hidup-hidup.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2